
EPISOD 43
“ enak kali yah kalo punya pasangan yang bisa masak” kata lola ber andai-andai
“ oh kalo begitu verdinan pilihan yang tepat” naira berkata, failsa yang mendengar dengan jelas pun angkat suara “ siapa verdinan” kata nya penasaran “oh dia salah satu teman di kampus yang sekarang berkeja menjadi chef di belanda” naira menjawab dengan jujur
__ADS_1
“ yah sepertinya gua mau menuggu verdinan saja nai, dia tampan dan gajo masak, gua tidak mungkin kelaparan bukan” lola berfikir. “hei nona di mana otak mu, kalo tidak bisa memasak kan bisa beli yang penting banyak uang” faisal tampak tak suka menger sosok verdinan.
“ini otak ku (menunjuk kepalanya)” lola sewot. “ tapi benar si kata lola gua juga akan lebih suka kalo pasangan gua nanti bisa masak” kata edo . “ yah naira jago masak terutama kue dan pastry. Karna dia mengambil kulih jurusan itu” lola membanggakan naira “yah udah sama naira aja, udah cantik, imut, baik. Oh tuhan kenapa aku perempuan kalo laki-laki aku akan menikahin mu nai” kata lola dramatis sambil memeluk naira yang hanya tersenyum dengan tingka lola
“ hei jangan sembarangan memeluk orang dan menjodohkannya” putra angkat bicara dan menarik naira agar menjauh dari lola. “is dasar laki-laki ini” kata lola sebal dengan putra. Setelah selesai membakar makanan mereka . mereka pun makan dengan tenang dan di selingi dengan obrolan-obrolan yang di dominasi oleh para perempuan dan juga kiki yang selalu saja heboh.
__ADS_1
Botol itu pun berputra dengan kencang sebelum akhinya melambat dan menunjuk edo, edo pun memilih tantangan “elu liat kan ada pohon manga di sana, nah elu harus manjat dan mengambil buah nya” kata kiki kali ini. Edo pun dengan Langkah pasti dan di ikuti oleh yang lainya berjalan menuju pohon manga. Dengan pasti ia memanjat pohon itu dan sampai di atas.
Namun samapinya di atas ada sesosok putih dengan baju lusu dan tersenyum kea rah edo “mau saya bantu ambil mangganya” kata sosok itu.seketika itu edo dan yang lain yang melihat itu langsung menjerit ketakutan. Edo yang masih di atas pun lancot ke tanah dan langsung berlari ke dalam vila.
“ astafirululoh itu kunti” kata kiki dengan napas yang masih ngos-ngosan, sedangkan yang lain di belakangnya berdiri dengan lutut lemas. “ini semua gara-gara elu ki” kata lola menyelahkan kiki “mana gua tau tuh kunti di sana” kiki berasan. Tak lama itu terdengarlah suara kunti yang cekikikan dari luar rumah semangkin membuat mereka takut dan terus membaca doa yang mereka bisa
__ADS_1
Bersambung
Catatan: maaf kalo banyak kata yang typo dalam tulisan ku ini, aku sadar masih banyak ke kurang dalam cara ku menulis. Namun aku akan berusaha lebih baik lagi untuk kalian, agar lebih nyaman dalam membaca dan untuk meningkatkan skil ku