
EPISOD 60
Setelah sesi curhat-curhatan yang berlangusung tidak lama itu, naira langsung pamit ke lola untuk makan siang bersama putra sedangkan lola memilih untuk makan siang di sana saja dan memasan beberapa makan untuk orang-orang yang membantunya juga hari itu. Gadis itu memilih menyibukan diri nya saja agar tidak menginat verdinan fikir nya.
Naira sudah sampai di depan Gedung perusahaan milik keluarga putra. Iya keluar dari mobil dan menunju resepsionis. Sang respsionis tersenyum menyambut kedatang naira yang Nampak anggun dengan balutan baju yang ia kenapakan pada hal baju yang di gunakan oleh naira sederhana namun tidak sengan hargnya.
__ADS_1
“selamat siang bu, ada yang bisa saja bantu” kata sang resepsionis rama “oh iya siang, aku sudah ada janji dengan putra dia berkerja sebagai manajer perencanaan” kata lola “ baik bu, ibu sendiri Namanya siapa bu?” tanya sang resepsionis. “ saya naira” dan tak lama setelah itu putra pun datang menghampiri naira.
Putra langsung memeluk naira di depan meja resepsionis itu tampa malu “bagaimana apa kah tadi di jalan macet?. Kenapa tidak menelefon ku saja langsung” kata putra tada gadis nya itu “ tidak terlalu dan batre hp ku habis jadi aku tidak bisa mengabari mu” kata naira. Putra hanya menggukan kepala sambil melepas pelukanya yang masih di depan meja resepsionis itu.
Banyak pasang mata yang memperhatikan mereka, terutama para karyawan yang sudah menganal putra dan siapa diri nya tidak lama ini, yang ternyata adalah anak dari pak bara pemilik peruabahan ini yang sebentar lagi akan menjabat menggantikan sang ayah, banyak dari mereka yang tidak percaya akan fakta itu namun banyak juga yang mendukung nya.
__ADS_1
Naira yang mendapatkan perhatian seperti itu dari putra merasa sangat senang dan pipihnya pun memerah namun ia berusahan untuk menahanya agar tidak malu di depan banyak orang. “baik pak akan saya ingat dan akan saya konfirmasi ke pegawai lainya” kata ayu sang resepsionis itu. “ yah sudah lanjutkan kerja kalian dan jangan melewatkan makan siang” kata putra dan sang resepsionis hanya membalas dengan senyuman saja.
“ ayo kita berangkat sekarang, aku sudah memesan meja untuk kita di restoran di dekat sini” kata putra berjalan sambil menggegam tangan naira, naira hanya menurut saja dengan semua yang di lakukan oleh putra dan tidak membantah. Namun dari arah lift sang ayah yang juga akan makan siang di luar kantor hanya bisa tersenyum melihat putranya itu.
“sepertinya den putra sangat menyukai tunangan nya pak” kata sekretaris sayng ayah “ iya ia sangat menyukai naira, dan itu hal yang sangat bagus. Kamu pantau terus yah kedua anak itu, saya akan pension sebentar lagi” kata ayah putra pada sang sekretaris dengan senang nya.
__ADS_1
Naira dan putra sudah sampai di restoran yang mereka tuju, putra pun selalu mengandeng tangan naira seolah-olah menujukan bahwa gadis yang ada di dekatnya ini adalah miliknya sehingga yang lain tidak boleh mendekati gadis itu hanya diri nya saja. Putra menarik kursih untuk naira duduk “terimaksih” kata naira tersenyum hangat dengan putra
Bersambung…