
EPISOD 41
Setelah puas berbelaja oleh-oleh dan makanan, mereka ber enam pun langsung menuju pantai namun kali ini dengan posisi tempat duduk yang burubah atas ke ingknan putra, bila tadi di kemudi dan seblahnya ada kiki dan edo sekarang berubah menjadi putra dan naira.
Dengan jentel nya putra membukakan pintu untuk naira masuk, hal itu sukses membuat naira salah tingkah dia merasa putra sangat perhatian pada nya. Lalu putra berputar arah tak lupa menyimpan belanjaan niira di bagasi mobil terlebih dahulu.
__ADS_1
Lola dan faisal duduk di bangku tengah sedangkan eko dan kiki di bangku belakang, tak memakan waktu lama mereka sudah sampai di pantai. Sudah banyak sekali wisatawan dari turis samapai masyarakat local yang ada di sana, melihat hal itu naira dan lola pun langsung bergegas keluar dari mobil.
Sore itu pantai Nampak sedikit rame pengunjung ada yang mengkaukan aktifitas air dan olahraga di darat seperti voli dan bola kaki di tepi pantai, lola dan naira yang terlebih dahulu sampai di sana langsung mencari temapat duduk terlebih dahulu sebelum nanti akan berjalan-jalan dan tentunya foto.
Dari tempat mereka duduk Nampak ada segelombolan laki-laki sedang voli pantai, dan laki-laki itu merupakan turis yang tentunya badanya bagus dan jagan lupakan roti sobek di tubuh mereka. “astaga nai ini surga” kata lola yang menatap para laki-laki itu “wow aku akan pindah ke depan lagi” kata naira yang ikut-ikutan.
__ADS_1
“ iya si kamu ganteng, tap ikan sayang itu ada tontonan gratis” naira yang tidak sadar kalo putra tidak suka. “yah udah liat gua aja bisa kan” kekeh nya dan naira menurut saja “ cih dasar posesif” kata lola dan yang lain hanya bisa tertawa. Namun tidak di sangka-sangka para lelaki yang mereka liat dengan voli pantai mendekati mereka.
“hei apa kah kalian mau bergabung ?” kata salah satu laki-laki itu kepada mereka ber enam, “oh tentu” kata edo dan faisal. Dan akhinya ke empat laki-laki itu ikut bergabung voli pantai. Naira dan lola juga mendekat dan menoton pertandingan mereka. Naira yang melihat putra membuka bajunya tampak tidak bergerak dia sangan menyukai pemandangan di depan matanya itu.
Putra dengan perawakan tubuh tinggi dengan wajah yang tampan serta proposional dan ternyata memiliki tubuh yang bangus dan jangan lupakan otot-otot tubuhnya itu yang membuat naira menelan ludahnya sendiri menatap putra yang memang sempurna di mata naira itu, jantungnya bergetar hebat apa lagi saat putra mendekat pada nya menitipkan baju nya pada naira.
__ADS_1
Putra dengan perawakan tubuh tinggi dengan wajah yang tampan serta proposional dan ternyata memiliki tubuh yang bangus dan jangan lupakan otot-otot tubuhnya itu yang membuat naira menelan ludahnya sendiri menatap putra yang memang sempurna di mata naira itu, jantungnya bergetar hebat apa lagi saat putra mendekat pada nya menitipkan baju nya pada naira.
Bersambung ….