Cinta Pertama Naira

Cinta Pertama Naira
Episod 44 pulang


__ADS_3

EPISOD 44


Tak sampai di situ saja sekitar pukul 2 dini hari kaca jendela villa mereka di lempar dengan buah mangga oleh siapa mereka tak tau dan suara itu berkata “ ini mangganya” dan hal itu sukses membuat mereka makin ketakutan, mereka pun malam itu memilih untuk tidak tidur di kamar dan berkumpul di ruangan tamu dan terus memanjatkan doa.


Saat pagi menjelang mata hari sudah berdiri di atas, mereka masih memenjamkan mata dengan posisi yang saling berdekatakn karna mereka takut semalaman membaut mereka tidak bisa berjauhan satu sama lainya. Namun suara alaram naira membangun kan mereka semua pada akhirnya, mereka harus bersiap-siap dan membersihkan diri.

__ADS_1


Mereka akan pulang hari ini namun pesawat mereka masih sore nanti, sehingga mereka memutuskan untuk bersih-bersih dan langsung keluar saja dari villa itu dan memilih menunggu jam keberangkatan mereka di café atau temapat lainya tidak di villa itu karna mereka troma dan masih takut dengan tempat itu.


“ nai kita mandi bersama yah aku takut kalo mandi sendiri” kata lola “mandi sendiri saja jagan menggu naira” kata putra “ gua takut put, gimana kalo tuh kunti nonggol” kata lola yang masih takut “yah udah ayo kita mandi bersama aku juga masih takut” naira membela lola. Putra hanya bisa medengus tak suka namun dia juga mengakui kalo dia juga takut .


Selesai memberishkan diri dan packing barang-barang mereka yang ada di villa tersebut pun mereka memutuskan untuk mencari café untuk makan mengisi tenaga mereka yang terasa terkuras habis dan jangan lupakan mereka yang bangun kesiangan sehingga mereka melewatkan sarapan mereka.

__ADS_1


Tak lama makanan pesanan mereka pun datang dan mereka makan dengan himat dan tak banyaj bicara nyatanya mereka masih-masih masih ketakutan terutama naira dan lola yang Nampak sekali shok nya, namun putra mencoba untuk tenang di depan naira agar gadis itu tidak semakin ketakutan. “ lain kali ingatkan gua untuk tidak melakukan hal-hal aneh di malam hari” kata edo “ini semua salah gua”kata kiki merasa bersalah.


“sudah lah tak ada yang salah dan benar di sini, intinya kalo malam hari kita harus istirahat” kata faisal mencoba bijak. “ iya yang penting kita semua baik-baik saja bukan” kata naira mencoba menghibur yang lain “tapi liburan kita menjadi liburan horror kali ini” kata edo menyesal “masih banyak kesempatan laianya untuk kitab isa berlibur nanti” putra mencoba tenang.


Akhirnya mereka tetap menunggu di café tersebut sampai sore sebelum jam keberangkatan mereka dan lalu baru lah mereka menuju bandara untuk pulang, liburan kali ini mereka lewati dengan banyak hal terutama pengalaman horror yang akan selalu mereka ingat dan tidak akan mereka lupakan

__ADS_1


Bersambung


Catatan: cerita ku ini banyak banyak kekurangannya tapi aku harapa kalian akan meningkat karya ku ini, aku akan berusaha memperbaiki nya lagi dan belajar lebih baik lagi tolong like dan berikan aku vote serta komentar yah


__ADS_2