
EPISOD 67
Keesokan harinya naira bangun lebih pagi dari biasanya karna hari ini merupakan softopening bakery nya, ia akan berangkat bersama sang mama pagi ini sedangkan sang papa, dero dan zahra akan menyusul nanti jam 10 saat acara mau di mulai. Naira sudah siap dan Nampak cantik dengan balutan dress berwarna wijau army yang simple namun tetep menawan, iya turun ke meja makan sudah di sambut dengan penghuni rumah lainya.
Kini di rumah itu tidak ahanya ada naira dan kedua orang tua nya namun juga ada sang kaka dan istrinya zahra yang memutuskan akan tinggal Kembali di rumah orang tua dero itu. Zahra tidak bisa ikut berangkat pagi ini ke bakery naira di karenakan perempuan itu harus ke rumah sakit, 3 hari lalu zahra di nyatakan positif hamil, hal itu membuat semua anggota kelurga sangat senang terutama sang suami dero
__ADS_1
Mangka dari itu ia dan dero harus ke rumah sakit dulu melakukan pengecekan kehamilakn terlebih dahulu. Naira bersama sang mama tidak hanya pergi berdua mereka membawa beberapa perkerja yang ada di rumah mereka untuk meramaikan acara naira hari ini, sesampai nya di bakery sudah ada beberpa karangan bunga dari para sahabat dan keluarga serta kolegan bisnis orang tua naira dan lola.
Lola yang datang bersama sang mami sudah bersiap-siap Menyusun dan merapikan semua hal terlebih dahulu “eh jeng udah sampai” kata mami lola memeluk mama naira, kedua Wanita yang sudah berumur namun tetap cantik di usianya sekaranng itu memeng akrab, semenjak naira dan lola kuliah di belanda mama naira menjadi akrab dengan mami lola serta sering menitipkan anak gadis nya itu pada mami lola “aduh jeng cantik amat, nanti di kira ABG loh” kata mama naira yang melihat mami lola dari dekat.
Putra yang melihat naira sedang mengatur etalase langsung menghampiri dan memeluk gadis nya itu “sayang aku datang ini bunga untuk mu” kata nya katahuan seklai bucinnya “Makasi” kata naira malu karna di apnggil sayang “aku kangen banget sama kamu sayang” kata putra tak tau tempat dan tak punya malu pada hal semua orang sudah jengaah dengan tingaknya itu.
__ADS_1
Sang mama langsung mendekat dan menarik naira dari pelukan putra, yang awalnya laki-laki itu akan marah melihat yang menarik adalah calon mertuanya langsung tertunduk layu “udah-udah janagn pelukan mulu kita mulai saja acaranya” sedangkan yang lain hanya cekikikan menahan tawa mereka. Faisal, kiki dan edo pun sudah ada di sana “sabar dude bentar lagi” kata edo namun dalam hati mentertawakan putra.
Bersambung
Catatan: maaf cerita ku masih banyak kekurangannya, aku masih tahap belajar tapi aku berharap kalian suka dengan cerita ku, tolong berikan aku suport yah biar aku makin semangat lagi makasi semunya
__ADS_1