
Naira dan putra sudah sampai di restoran yang mereka tuju, putra pun selalu mengandeng tangan naira seolah-olah menujukan bahwa gadis yang ada di dekatnya ini adalah miliknya sehingga yang lain tidak boleh mendekati gadis itu hanya diri nya saja. Putra menarik kursih untuk naira duduk “terimaksih” kata naira tersenyum hangat dengan putra
Ini lah yang membuat putra makin yakin dan mencintai naira, gadis itu selalu tersenyum hangat serta meberikan aura positif bagi diri nya dan orang-orang terdekat gadis itu, mereka memesan menu makan siang mereka, naira memilih menu chiken gorden blue sedangkan putra memilih stek sapi.
“tadi lola curhat dengan ku” kata naira mengawali pembicara mereka “oh yah curhat apa?” tanya putra “dia merasa iri dengan aku dan zahra, jadi aku memberinya sedikit nasehat untuk membuka hatinya pada faisal”. “lalu apa tanggapanya” putra Nampak tertarik “dia bilang akan memikirkannya, faisal laki-laki yang baik jadi aku akan mendukung nya” naira tersenyum kea rah putra
__ADS_1
“tapi kamu akan menikah dengan ku kan, aku lebih baik darinya” kata putra Nampak cemburu, “oh apa kah bisa merubah nama di kartu undangan” kata naira menjahili putra “tentu tidak bisa dan tidak akan pernah bisa kamu hanya akan menikah dengan ku tidak dnegan laki-laki lainya” kata putra dengan sombongnya
“hahaha iya aku hanya bercanda saja” kata naira dengan kekehanya dan sukses membuat muka putra memerah karna tampa ia sadari suaranya terdengar oleh pengunjung lainya “ awas yah kamu” kata putra melirik naira, namun gais itu maish saja tertawa . tak lama makanan pesanan mereka pun datang, sang pelayan menghidangkan pesanan mereka berdua dengan hati-hati di atas meja
“pesanany sudah lengkap tuan dan nyonya selat menikamati makan siang nya, bila ada yang kurang silakan panggil saya kembali” kata sang pelayan dengan ramah “terimaksih” kata naira menjawab. Pelayan itu pun pergi dari meja kedua orang itu dan mereka langsung menyantap makan mereka dengan hikmat.
__ADS_1
Sebenarnya naira bukan lah gais yang pemilih dalam makan, ia bisa makan apa saja asalkan itu bisa di makan dan bersih tentunya, jadi bila putra nantinya hanya mengajak ia makan di pinggir jalan pun naira tidak masalah, gadis itu akan senang-senang saja karna menurutnya semua makan itu enak.
Setelah selesai makan mereka berdua langsung menuju ke mobil naira, ia mereka makan siang menggunakan mobil naira, agar mempermudah mereka, “ kamu mau mampir ke kantor ku dulu nai ?” tanya putra pada gadis nya itu. “boleh tapi sepertinya tidak bisa lama aku harus Kembali ke bakery membantu lola di sana kasian dia sendirian
Di tempat lain yaitu di dalam toko kue naira dan lola yang masih berantakan itu, lola makan bersama beberapa perkerja dan kurir yang memang di tugaskan untuk membatu gadis itu untuk hari ini, lola memilih memesan makan siang mereka menggunakan aplikasih pesan antar makan, karna hal itu dapat membantu ia dalam keadaan seperti ini.
__ADS_1
Bersambung…….