
EPISOD 45
Sesampainya mereka di Jakarta setelah menepuh perjalanan kurang lebih 1 jam dari bali ke Jakarta mereka langusung pulang ke rumah masing-masing, naira sudah di jemput oleh supir mereka sedangkan edo, kiki,faisal dan putra akan pulang bersama-sama, mereka pun berpisah setelah mobil jemputan naira dan lola sampai “hati-hati di jalan, Karin gua kalo udah sampai rumah” kata putra yang membantu naira menutup pitu mobilnya. “oke sip” kata naira tersenyum.
Setelah kepergian kedua gadis itu keempat pria itu menuju keparkiran mobil dan melajukan mobilnya untuk pulang. “kamu udah pulang nak” kata ibu nya nara melihat sang anak sudah pulang dari berliburnya , putra berjalan mendekati sang ibu dan memluknya “ kamu bersih-bersih lah dulu habis ini kita makan malam bersama” kata sang ibu. Putra menuruti kata-kata sang ibu dan langsung berjalan menuju kamarnya.
__ADS_1
Tak lama makan sudah siap semua anggota keluarga putra pun sudah berkumpul di meja makan bersiap untuk makan, putra pun sebelum duduk menyerahkan oleh-oleh yang dia bawak untuk adik dan ibu nya “ nih oleh-oleh dari bali” kata putra menyerahkan kantong belanjaan pada sang adik “wah tumben nih kakak beli oleh-oleh” kata cantika “iya tumben banget kamu bawak oleh-oleh segala” kata sang ibu
“iya soal nya ada temen yang beli oleh-oleh jadi sekalian aja” kata putra “oh gitu, makasih yah kakak” kata cantika sang adik tampak sangat senang. Mereka akhirnya makan dengan hikmat dan tenang terutama karna masakan sang ibu memang enak untuk mereka itu, “put nanti ke ruangan ayah yah setelah ini ada yang mau ayah bicara kan” kata sang ayah. “baik yah”
Setelah selesai makan dan perut sudah terisi dengan baik di meja makan sang ayah dan putra langsung berjalan beriringan meju ruangan kerja milik sang ayah yang ada di rumah itu, “duduk put , bagaimana liburan mu?” kata sang ayah “liburanya seru yah namun ada sedikit masalah” limpal nya “masalah apa put ?, apa berbahaya ?”
__ADS_1
“iya, anak laki-laki nya baru menikah minggu lalu” , “yah aku tau pa, dia kakak nya teman ku semasa sma” kata putra tersenyum mengingat naira “ bagus lah kalo kalian sudah saling menginal, om alfi dan ayah berencana untuk menjodohkan kamu dengan anak perempuanya, bagaimana menurut mu” sang ayah mencoba untuk melihat pendapat sang anak.
Bagai dapat durian runtuh di malam hari tentunya putra tidak akan menolak “aku tidak keberatan namun apa anaknya om alfi tidak keberatan” putra mencoba biasa saja di hadapan sang ayah agar tidak ketahuan kalo dia senang sekali saat ini. “ayah rasa tidak karna sepertinya gadis itu juga mau di jodohkan” mendengar itu putra seneang namun tidak menunjukanya ia sangat bersyukur untung yang di jodohkan dengan naira adalah dirinya coba kalo orang lain dia pasti akan merusak perjodohan itu.
“baik lah kalo kamu menyetujuinya, nanti akan ayah diskusikan dulu dengan om alfi kapan kita akan bertemu” kata sang ayah. Selesai berbicara dengan sang ayah putra pun keluar dari ruang an tersebut menuju kamarnya, ia harus beristirahat besok ia akan Kembali berkerja di kantor sang ayah.
__ADS_1
Sesampainya ia di kamar putra langsung memberingkan diri nya di kamur nya, dan mengambil ponselnya mentap wallpaper hp nya yang terdapat foto dirinya bersama naira di pantai “ lu memang harus jadi milik guan nai, liat lah bahkan alam semesta mendukung gua” kata putra yang tersenyum melihat foto nya bersama naira itu.
Bersambung ……