Cinta Pertama Naira

Cinta Pertama Naira
Episod 55


__ADS_3

“tidak kah kita boros” kata naira lagi pada putra setelah berada di café dalam mall tersebut untuk membeli minuman “tentu tidak, kita akan menikah nai akum au semua nya ada hal yang kamu suka” kata putra sambil memegang tangan naira, dan naira di buat tersipu malu dengan kata-kata putra.


Hari ini adalah hari pertunangan naira dan putra. Ruang tamu keluarga naira sudah di dekor dengan sedemikian cantik nya dengan warna pink pastel yang menjadi warna dominan untuk acara itu, serta beberapa rangaian bunga mawar pink yang cantik sudah melengkapi dekorasi itu.


Di dapur juga Nampak sudah sibuk dari subuh tadi untuk menyiapakan hidangan untuk para tamu undangan walaw tak banyak yang di undang dalam acara tersebut namun tetap saja harus meninggalkan kesan yang baik dan istimewa.


Para pelayang yang ada di rumah tersebut sudah menata makan dan meja-meja untuk para tamu undangan yang akan hadir, saking banyak nya makan yang tersedia di sana acara itu lebih cocok di katakana festival makanan bukan lamaran.

__ADS_1


“ mas ini surga nya makanan” kata zahra pada sang suami Nampak sangat bersemangat “kamu tuh yah kalo liat makanan pasti aja gak bisa diem” kata dero mengusap kepala zahra “udah nanti aja sekarang kita liat naira dulu yah sayang” dero menarik tangan zahra.


Kalo tidak istrinya itu akan terus di ruang tamu dengan tangan yang penuh makannan tentunya. “ uuuuaaaahhh naik amu cantik sekali” kata zahra setelah mengucakan salam “iya dong siapa dulu yang dandanin” lola Nampak bangga dengan hasil riasnya.


Naira rampak sangan cantik dengan balutan kebaya modern berwarna merah maroon yang membuat ia terlihat sangat anggun pada hari ini, seluruh keluarga naira menggunkan baju berwarna merah maroon, itu semua ada lah pilihan sang mama tercinta.


Orang tua naira sudah ada di ruangan itu menyambut hangat kedatangan keluarga putra. “bagaimana apa kah tadi macet di jalan” om alfi bertanya pada bara ayah putra, “ tidak terlalu kami berangkat dari pagi agar terhindar macet di jalan” jelas om bara pada sahabatnya itu.

__ADS_1


Acarapun akan segera di langsungkan, naira pun turun dari lantai atas di mana kamarnya berada menuju lantai bawah, acara lamaran pun berjalan dengan lancar serta di sambut sangat baiak oleh masing-masing keluarga


dan pernikahan mereka di rencanakan di langsungkan 1 bulan lagi, karna banyak hal yang harus di urus terlebih dahulu mengunat pernikahan membutuhkan banyak hal pendukung dalam acara tersebut, setelah acara inti mereka menjutkan dengan acara makan-makan bersama.


Putra pun selalu mengikuti kemana pun naira pergi seperti anak itik yang takut kehilangan induknya nak itu lah gambaran seorang putra saat ini, saat naira akan mengambil minum dan makan laki-laki itu selalu saja mengkor dan keluarganya terutama sang ibu hanya tersenyum saja melihat tingkah sang anak.


“kamu ngapain ikutin aku terus akum au ke toilet loh ini” naira Nampak bingung “aku menunggu di sini takut kamu perlu apa-apa” kata putra beralasan, belum menikah saja laki-laki itu sudah begitu bagai mana nanti menikah piker keluarga mereka yang melihat interaksi keduanya.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2