Cinta Raka Vol. 2

Cinta Raka Vol. 2
Part 13. Berteduh


__ADS_3

Pov Raka


"Waduh....! kok bisa, tapi tidak apa-apa kan?"


"Ya nggaklah, buktinya sekarang gua masih berada di hadapan lu, berarti gua baik-baik saja."


Obrolan pun terus berlanjut membahas apapun yang kita ingat, baik masa lalu, masa depan, masa yang sedang kita hadapi sekarang namun itu belum intens.


"Permisi kak, makanannya." ujar salah seorang waiter yang membawa nampan berisi pesanan kita, kemudian pelayan itu menyimpannya di tas meja.


Setelah pelayan pergi melanjutkan pekerjaannya kita pun saling menatap lalu mulai menyantap makanan masing-masing. sambil ditemani dengan obrolan-obrolan ringan, namun obrolan itu semakin serius ketika kita membahas pasangan masing-masing.


"Si Derry itu dia sangat nyebelin. apa-apa aku yang harus mengalah, apa-apa aku yang harus menyiapkan," ujar Kayla di tengah-tengah suapannya.


"Sama seperti si Devina, dia selalu ingin menang sendiri tanpa memikirkan perasaan pasangannya. Oh iya Kak Derry anak sekolah mana?" tanyaku ingin mendalami, ingin mengenal lebih jauh tentang pacar kakak kelasku itu.


"Dia sudah tidak sekolah, dia kuliah di salah satu universitas yang ada di kota Jakarta, sekarang dia baru semester pertama."


"Kenal di mana?"


"Ah, lu semakin kepo deh, gua kenal sama dia ketika di sekolah dulu, dia adalah kakak kelas gua."


"Oh berarti Kak Derry, sekolah di sekolah kita ya."


"Iya..., Sudahlah,!enggak usah ngomongin dia, bikin bete aja...!" Ketusnya sambil kembali menyuap makanan ke mulutnya.


Aku terus memperhatikan gerak-gerik Kayla, mulai dari cara makannya, cara ketika mendengarkan ceritaku. ketika dia sedang bercerita aku semakin merasa kagum dengan kedewasaan Kayla, Dia sangat berbeda jauh dengan Devina yang seperti anak kecil yang maunya diperhatikan, tapi tidak mau memperhatikan kalau Kayla, Dia sangat pintar memperhatikan lawan bicaranya, sehingga aku yakin siapapun orang yang berbicara dengannya akan merasa nyaman.


Setelah menyelesaikan makan siang kita, aku pun mengajaknya pulang karena suasana sudah semakin mendung, bahkan mungkin sebentar lagi mau hujan.


Tidak ada penolakan dari Kayla, karena dia pun merasakan hal yang sama, dia takut juga kalau kehujanan. setelah membayar makanan Yang tadi kita pesan, aku mengajak Kayla untuk keluar mengambil motor.

__ADS_1


Setelah kita berdua duduk, aku mulai menarik tuas gas motorku menuju ke rumah Kayla. tak lama di perjalanan karena ternyata dari tempat kita makan ke rumah Kayla hanya tinggal satu belokan.


"Oh ini rumahnya?" jawabku ketika mendengar Kayla menyuruhku untuk berhenti di salah satu rumah yang terlihat megah.


Kayla tidak menjawab, Dia hanya turun dari motor setelah aku menghentikannya, kemudian dia melepaskan helm yang dia kenakan. "Terima kasih ya, benar Ini rumah gue, eh rumah bokap gua, karena gua kan belum punya rumah, hehehe."


"Sama dong kalau begitu, kita menumpang di rumah orang tua masing-masing," jawabku membalas senyumnya.


"Iya....! kamu mau mampir dulu nggak?"


"Terima kasih, Lain kali aja, soalnya sudah mendung banget nih...!" jawabku sambil menunjuk ke atas langit yang terlihat menghitam.


"Ya Sudah kalau begitu, hati-hati di jalan." jawab Kayla tanpa melepaskan senyum manis di bibirnya.


Dengan segera aku pun menyalakan motor kembali, namun ketika aku hendak menarik tuas gas. tiba-tiba hujan pun turun dengan cepat, membuat kita saling menatap. sedangkan Kayla menghalangi kepalanya menggunakan tas yang ia kenakan, agar kepalanya tidak terkena air hujan, kedua sudut bibir kita saling tersenyum mungkin memang benar apa yang dikatakan oleh lagi, Ketika hujan turun Aku selalu bahagia, karena aku bisa melihatmu dengan penuh penghayatan.


"Yah, hujan.....!" ujarku ketika hujan itu mulai turun membasahi bumi, membuat Kayla menutup kepalanya menggunakan tas yang ia bawa.


"Emang nggak apa-apa, kalau aku berteduh di rumah kamu?"


"Alah banyak omong, ayo.....!" ujarnya sambil membuka pintu gerbang agak lebar agar motorku bisa masuk. Melihat keseriusan tawarannya dengan terpaksa dipenuhi dengan kebahagiaan, aku pun memasukkan motorku ke halaman rumah.


Setelah aku memarkirkan motor dengan rapi, tiba-tiba tanganku ditarik oleh Kayla membuatku sedikit terperangga kaget menerima perlakuan yang mendadak seperti itu. Aku hanya berdiri menikmati tangan lembut menyentuh pergelangan tanganku, membuat Kayla pun ikut terhenti lalu menatap ke arahku, sehingga kedua tetapan itu beradu tidak Bisa dihindarkan. rambut Kayla yang terlihat basah membuatnya semakin terlihat sangat seksi, apalagi baju yang dikenakan lumayan tipis sehingga memperlihatkan baju **********.


Agak lama kita saling menatap, sehingga tubuhku terasa hangat seperti ada aliran listrik yang dialirkan oleh tangan Kayla, mulut kita terkunci namun hatiku terus beronta-ronta ingin berbicara banyak dengannya, namun hanya senyum Yang teruntai dari sudut bibir sebagai ungkapan kebahagiaan kala itu.


"Sorry....!" hanya kata itu yang keluar dari mulut Kayla dengan segera dia pun melepaskan genggaman tangannya, lalu menundukkan kepala. melihat wajahnya yang memerah seperti tomat, membuatku semakin betah menatapnya.


"Iya Nggak apa-apa kok," jawabku sambil menggaruk-garuk pelipisan yang tidak terasa gatal.


"Ayo masuk.....!" ajaknya lagi sambil berjalan mendahului.

__ADS_1


"Dituntun lagi dong....!" ledeku sambil tersenyum.


"Ih...., apaan sih lu....!" jawabnya sambil melepaskan sepatu kemudian dia pun masuk ke ruang tamu, aku terus mengikutinya dari belakang.


"Buka aja bajunya....!"


"Haduh.....! Jangan buru-buru deh, lagian kan ini di ruang tamu."


"Maksud lo apaan?" tanya Kayla sambil mendelik membulatkan mata indahnya.


"Yah kenapa lu nyuruh-nyuruh buka baju gua kak?" Tanyaku sambil tersenyum menggoda.


"Tuh ada sapu....!" jawab Kayla sambil menunjuk sapu yang tersandar di dekat pintu.


"Buat apa?" Tanyaku yang merasa heran karena pembicaraannya sedikit tidak nyambung.


"Kayaknya otakmu harus disapuin, karena otak lu sangat kotor dan ngeres?"


"Terus kenapa menyuruhku membuka baju?"


"Ya Buka lah....! kan baju lo basah terkena air hujan, nanti lo masuk angin lagi. kebetulan gua ada kaos yang kayaknya cocok buat lo....! tunggu ya gua ambil dulu handuknya!" ujar Kayla tanpa menunggu jawabanku dia pun masuk ke dalam rumah, Tak lama dia pun kembali sambil membawa handuk dan sepotong kaos berwarna putih.


"Sorry.....! celananya gua nggak ada, masa lu pakai celana gua? lagian kan nggak akan muat.....!" ujar Kayla sambil menyerahkan handuk dan kaos yang ada di tangannya.


"Nggak apa-apa lagian celana gua nggak terlalu basah kok....!" jawabku sambil melepaskan kancing baju.


"Mau ngapain lu, kok lu nggak sopan?"


"Katanya tadi gua disuruh ganti baju, sekarang gua mau ganti lu malah nanya begitu."


"Jangan di sinilah....! tuh ada kamar," jawab Kayla sambil menunjuk pintu yang bersebelahan dengan ruang tamu.

__ADS_1


__ADS_2