Cinta Raka Vol. 2

Cinta Raka Vol. 2
Part 17. Pov Raka


__ADS_3

Pov Raka


"Oh itu....., hehehe. kirain kamu tega nyuruh aku ganti baju di sini," jawabku sambil mengulum senyum, ketika Kayla menyuruhku mengganti baju setelah terkena cipratan air hujan


"Udah ah, gua juga mau ganti baju dulu," tanggapnya, tanpa menunggu jawabanku Kayla pun kembali masuk ke dalam rumah, aku yang ditinggalkan hanya bisa memindai area sekitar, namun itu tidak lama. aku segera mengambil kaos dan handuk yang diberikan oleh Kayla lalu masuk ke kamar tamu.


Dengan segera aku pun membuka kancing baju lalu melepaskannya, tak lama kaos dalam pun aku buka karena lumayan basah. setelah baju itu terlepas aku menyeka tubuhku dengan handuk yang tercium sangat wangi khas perempuan.


Setelah tubuhku terasa kering, aku mulai memakai kaos yang dipinjamkan oleh Kayla. ternyata kaos itu sangat pas dan bukan kaos perempuan, melainkan kaos laki-laki mungkin kaos pacarnya Yang Tertinggal.


Selesai mengganti baju, aku pun keluar kembali dari kamar, lalu duduk di kursi sofa yang berada di ruang tamu. mataku memindai area sekitar hingga pandanganku terhenti di salah satu foto bayi yang terlihat sangat Unyuk, pipi bayi itu terlihat kembung menandakan kesuburannya.


Merasa penasaran aku pun bangkit dari tempat dudukku, lalu memandangi foto yang sudah mulai mengabur, mungkin sudah cukup lama menjadi penunggu ruang tamu, tapi itu Cukup jelas untuk diperhatikan. merasa belum puas aku pun mengambil foto itu.


"Cantikan Kayla yang dulu apa cantikan Kayla yang sekarang?" ujar suara seorang perempuan yang membuatku menoleh ke arah datangnya suara, ternyata Kayla sudah mengganti pakaiannya dengan pakaian Bali dipadukan dengan celana pendek sepaha. Membuat darahku sedikit mendesir memberikan kehangatan dari kedinginan akibat air hujan.


"Ini kamu?" Tanyaku seolah tidak percaya Karena foto ketika dia masih bayi sangat berbeda dengan yang sekarang, bahkan mataku membagi tatap antara foto dan Keyla yang sekarang, ingin mencari kesamaan dari keduanya.


"Ya iyalah....! itu gua.....," jawabnya sambil mengulum senyum penuh kebanggaan.


Aku yang memegangi foto itu dengan segera meletakkan Kembali ke tempat semula, kemudian menghampiri Kayla yang masih berdiri di ambang pembatas antara ruang tamu dan ruang keluarga.


"Nih minum dulu, biar anget....!" Tawarnya sambil menyerahkan gelas yang dia bawa.


"Terima kasih?" ujarku sambil mengambil gelas itu lalu mengepalnya menggunakan kedua tangan, sehingga telapak tanganku terasa hangat.

__ADS_1


Aku duduk kembali di tempat tadi yang aku tinggalkan, wajahku terus menatap ke arah Kayla yang terlihat sangat dewasa.


"cantikan sekarang sih....!" tanggap ku menjawab pertanyaan Kayla yang tadi.


"Ah, masa iya?" Jawabnya yang diakhiri dengan senyum penuh kebanggaan, sehingga aku pun membalas senyumnya. memang benar kalau dibandingkan dengan yang dulu wanita itu akan terlihat sangat cantik, Karena setiap tahun penampilan mereka akan berubah.


"Diminum tehnya.....!" tawar Kayla sambil manggut kemudian dia pun meminum teh yang berada di gelas yang sedang ia genggam.


"Terima kasih....!" jawabku sambil mengikuti apa yang dia lakukan, sehingga perutku terasa menjadi hangat karena ada air panas yang masuk ke tenggorokan.


Ruang tamu rumah Kayla pun terasa hening kembali, hanya suara rintih hujan yang turun di depan rumah. beruntung hujan itu tidak dibarengi dengan petir sehingga membuat suasana kota Jakarta yang biasanya terasa panas menjadi sangat adem, apalagi bisa mengobrol dengan seorang bidadari dengan semua kesempurnaannya.


Aku terus menikmati teh hangat yang berada di tanganku sambil sesekali mencuri pandang ke arah Kayla yang melakukan hal yang sama. Tak jarang tatapan kita pun beradu yang diakhiri dengan senyum manis di kedua sudut bibir masing-masing.


"Beneran foto itu, foto kamu waktu kecil?" Tanyaku kembali memecah heningnya suasana.


"Percaya, nggak percaya sih.....!"


"Maksudnya bagaimana?" tanya Kayla sambil menautkan alis.


"Percaya Karena lu yang bilang, nggak percaya masa dulunya lu kayaknya gemuk banget deh...! Tapi sekarang kamu berubah menjadi wanita cantik dan modis, aku yakin kalau kamu bertemu dengan produser film kamu akan dijadikan pemeran utamanya."


"Halah nggak mempan gua kalau pakai pujian seperti itu."


"Lagian siapa yang mau mempan, aku cuma mengutarakan kebenarannya aja kok, sebentar....!" pujiku sambil bangkit kemudian mengambil foto yang tadi aku simpan lalu duduk kembali di kursiku.

__ADS_1


Aku mengangkat foto itu lalu disandingkan dengan wajah Kayla, memang terlihat sangat berbeda karena foto waktu kecil Kayla terlihat sangat gemuk, berbeda dengan sekarang yang langsing dengan lesung pipit di pipinya. pandanganku terbagi antara memandangi foto yang berada di tangan dan memandangi wajah Kayla yang sedang duduk di sofa.


"Beda banget ya?" Tanya Kayla sambil menatap penasaran ke arahku.


"Iya..., tapi dulu kamu imut ya, pipinya sampai cabi begini."


"Masa sih, gua sejelek itukah....!"


"Hehehe, nggak kok....! kan kita diajarkan untuk mengubur masa lalu menjadikannya sebagai pembelajaran, dan sekarang adalah kenyataan yang harus kita hadapi dengan penuh kebanggaan. Oh iya Aku suka heran sama cewek-cewek yang bisa berubah sederastis ini, bahkan dulu aku punya teman ketika dia SMP menjadi bahan Bulian tapi sekarang dia sudah berubah menjadi wanita yang sangat cantik. bahkan orang-orang yang membullynya sekarang terpikat oleh keanggunan cewek itu. kenapa sih Cewek bisa berubah drastis seperti kamu?" Ujarku diakhiri dengan pertanyaan.


"Semua tentang perjuangan dan pengorbanan," jawab Kayla Ketika aku bertanya kenapa wanita itu bisa berubah menjadi cantik, yang awalnya sangat kucel dan dekil, tapi tiba-tiba saja berubah menjadi modis dan elegan.


"Maksudnya bagaimana?" Tanyaku yang mengerutkan dahi tidak paham dengan apa yang disampaikan oleh wanita yang berada di hadapanku.


"Iya, cantik itu butuh perjuangan dan pengorbanan."


"Berarti sama dong Dengan Cinta, karena cinta itu butuh pengorbanan dan perjuangan juga."


"Oh iya, masa sih...?" sanggah Kayla seolah tidak percaya.


"Iya, contohnya gua. kapanpun, di mana pun, dalam situasi apapun, gua harus mengabari cewek gua, kalau nggak. pasti dia ngomel-ngomel sampai tujuh turunan."


"Emang kenapa?" tanya Kayla sambil menatap heran ke arahku.


"Ya risi aja sih, kita kan punya kehidupan dan kebebasan. masa iya apapun yang kita kerjakan harus laporan terhadap pacar kita, rasanya itu sangat tidak adil. sama saja pacar kita sudah merampas hak kita sebagai makhluk hidup yang bebas."

__ADS_1


"Wajar kali, karena gua juga berkorban kok." Sanggah Kayla membuatku menatap lekat ke arahnya, karena aku tidak tahu pengorbanan apa yang wanita berikan terhadap pasangan, yang aku rasa wanita itu hanya merepotkan, menjengkelkan dan sangat membosankan.


"Berkorban dalam bidang?" Tanyaku sambil menatap ke arah kakak kelas yang baru saja aku kenal.


__ADS_2