Cinta Raka Vol. 2

Cinta Raka Vol. 2
Tamat


__ADS_3

Pov Raka


"Oh begitu, terima kasih kalau kamu kagum." ujar Kayla sambil menundukkan kepala, menyembunyikan wajah yang memerah seperti tomat mebuatnya semakin terlihat cute.


Suasana pun menjadi Hening, hanya terdengar alunan musik yang diputar dari speaker speaker yang berada di langit-langit mall. aku terus memandangi wajah Kayla hingga aktivitas itu terhenti ketika seorang waiter mengantarkan pesanan kita.


Setelah waiter pergi, kekakuan itu belum mencair. Entah mengapa bisa seperti itu, mungkin kita merasa malu atau merasa canggung karena baru pertama aku memuji Kayla tanpa disanggah.


"Kayla...!" panggilku memecah heningnya suasana.


"Yah kenapa Kakak?" jawab Gadis itu sambil mengangkat wajahnya sehingga tatapan kita beradu, membuat jantungku terasa Berhenti Berdetak, hatiku terus berdebar darahku memanas seketika.


"Kok malah diam?" tanya Kayla yang terlihat Anggun tak seperti biasanya yang priang, Bahkan dia terlihat Salah Tingkah dengan mengaduk-ngaduk minuman yang ada di hadapannya.


Sebelum menjawab pertanyaan Kayla aku memindai area sekitar, memastikan bahwa tidak ada orang yang duduk di dekat kita. Setelah lama diperhatikan ternyata tempat itu memang sangat sepi karena sudah tidak ada pengunjung yang makan siang.


"Hei kenapa, ditanya malah celingukan?" ujar Kayla sambil menggerak-gerakan tangannya di depan wajahku yang menatap kosong.


"Mau nggak kamu menjadi pacarku," tiba-tiba aku berkata seperti itu dengan segera aku menggigit bibir sedikit merasa menyesal atas perkataan lancang yang keluar dari bibir itu.


Bahkan bukan aku saja yang beranjat kaget dengan ucapan spontan yang aku Keluarkan. Kayla seketika membulatkan mata memenuhi wajahku, seolah ingin memastikan aku baik-baik saja.

__ADS_1


"Kamu kesambet ya?" ujar Kayla tidak menjawab pertanyaanku.


Melihat Kayla tidak marah, keberanianku mulai timbul kembali. Entah mengapa perkataan yang baru saja aku sesali sekarang aku syukuri. dengan segera aku menarik nafas dalam mengumpulkan semua kekuatan untuk menyelesaikan apa yang sudah aku kerjakan.


"Aku serius key...!" jawabku sambil menatap kedua bola matanya yang indah, bahkan tanganku memegang lembut tangan cewek yang berada di hadapanku, menandakan bahwa apa yang aku ucapkan itu adalah kebenaran dan keseriusan.


Mendapat tatapan seperti itu, terlihatlah Kayla yang menjadi salah tingkah, wajahnya celingukan seperti seseorang yang sedang ketakutan.


"Aku serius key...! Apa kamu mau jadi pacarku?" ungkap ku sambil mempererat pegangan yang ada di tangannya.


"Tapi Raka, gua sudah punya pacar. Dan lu juga kan," jawab Kayla yang seperti ragu-ragu.


Suasana di tempat nongkrong itu kembali hening, mungkin kita sedang terbang dengan pasangan masing-masing yang tidak pernah membahagiakan kita, yang ada pasangan itu hanya menyakiti dan merepotkan


"Siapa tahu saja kalau kita pacaran, kita bisa saling membahagiakan satu sama lain, karena kita adalah orang-orang Yang Tersakiti, orang-orang yang tidak pernah mendapat kebahagiaan dari pasangan masing-masing. dari dasar itu semoga saja kita bisa saling lebih mengerti, saling Lebih memahami, menjadikan pasangan yang lama sebagai pembelajaran untuk kebahagiaan selanjutnya." ujarku mempertegas agar Kayla bisa menerima cintaku.


Kayla tidak menjawab, tangannya yang aku genggam tidak ia tarik, seolah Dia sedang menikmati sentuhan lembut yang aku berikan.


"Seperti yang dulu kamu bilang, buat apa kalau kita punya pasangan, tapi tidak bahagia. buat apa kita punya pacar tapi tidak saling cinta. Bagaimana mau nggak jadi pacarku?" ulangku untuk kesekian kalinya.


Kayla hanya membuang wajah membuat jantungku terasa berdetak kencang, takut Cintaku ditolak dan Kayla menjauh dari hidupku. sehingga aku akan kembali lagi ke mode awal, mode pabrik yang hanya bisa berpacaran dengan laptop sambil dibarengi lagu-lagu Mellow.

__ADS_1


Genggaman tanganku terasa digenggam erat oleh Kayla. wajahnya yang tadi berpaling mulai menatap wajahku kembali seolah sedang memastikan bahwa apa yang aku utarakan adalah keseriusan. setelah puas memandangi wajahku Kayla terlihat menarik nafas dalam seolah sedang mengumpulkan keberanian untuk mengambil tindakan, membuat jantungku semakin berdegup dengan kencang seperti terdakwa yang sedang menunggu penghakiman seorang Hakim.


Beberapa saat berlalu, tubuhku terasa melayang seperti tidak menempel ke kursi, merasa takut kalau Kayla akan menjawab tidak sesuai dengan harapan, hingga akhirnya jawaban itu aku dapat setelah Kayla menganggukkan kepala seperti dia menemu menerima cintaku.


"Bagaimana Kayla?" tanya aku memastikan.


"Boleh, mungkin apa yang kamu bilang ada benarnya. Kita bisa belajar dari pasangan masing-masing untuk saling membahagiakan."


"Jadi?"


"Aku mau menjadi pacarmu."


Plong!


Hatiku terasa Copong seperti jerawat batu yang mengeluarkan isinya, beban yang baru saja aku tanggung seolah sirna seketika, digantikan dengan kebahagiaan yang baru datang dari Kayla kakak kelasku yang cantik dan modis, yang sudah mau menjadi pacarku.


"Terima kasih banyak Key, terima kasih....!" ujarku sambil membalas genggaman erat tangan Kayla, sehingga tangan itu terus bertautan saling mengungkapkan kebahagiaan. wajah kita sering memaling tatap namun ketika tatapan itu beradu maka berdeburlah senyum yang menghiasi kedua sudut bibir.


TAMAT


Lanjut ke Vol 3

__ADS_1


__ADS_2