Cinta Sang Cassanova

Cinta Sang Cassanova
# Ternyata...


__ADS_3

...Allah telah mengirimkan seorang penolong untuk kami...


...Sampai kapanpun akan aku ingat semua jasanya........


..._Syifa Az-zahr...


...****************...


Hari ini adalah hari yang membahagiakan bagi syifa dan keluarganya


Karena hari ini sang ayah sudah di perbolehkan untuk pulang,


Syifa dan sang adik langsung membereskan barang-barang.


Mereka berempat langsung naik taxi menuju rumah,


Sampai rumah semuanya langsung menuju kamar masing-masing untuk istirahat


Tak terasa hari mulai siang,syifa bersiap-siap untul kembali ke kota,ia harus pergi bekerja kembali setelah beberapa hari cuti


Sebenarnya ia tidak enak karena terlalu lama mengambil cuti,tapi sang boslah yang selalu memaksanya agar tetap menemani ayahnya


sampai di halte syifa langsung naik bus,perjalanan cukup lama membuat badan syifa lelah


Setelah tiba di kamar kontrakannya,syifa langsung merebahkan tubuhnya.


...............


Pagi menjelang syifa sudah siap untuk bekerja,walaupun badannya terasa masih lelah namun syifa tetap harus bekerja


Syifa masuk kedalam cafe lewat pintu belakang,langsung mengambil peralatan kebersihannya


Dengan cepat ia mengelap semua meja,menyapu dan mengepel lantai


tak


tak


terdengar suara sepatu melangkah menghampirinya


"Eh lo, enak banget ya lama gak masuk kerja tiba-tiba sekarang masuk...lo fikir cafe ini milik nenek moyang lo " bentak ines


"Maaf mbak ayah saya sakit dan harus di operasi,makanya saya harus pulang untuk mengurus ayah saya"


Ucap syifa sambil menunduk


"Alah banyak alesan lo,jangan lo fikir karena bos baik sama lo terus lo bisa seenaknya disini. Ngaca dong lo,lo jangan mimpi bisa deket sama bos lo tuh gak pantes . Gue tahu lo cuma manfaatin kebaikan bos kan"


Syifa kaget dengan ucapan ines, ia benar-benar tidak percaya ines befikiran seperti itu


tidak ada sedikitpun niat syifa untuk memanfaatkan kebaikan bosnya


memang benar jika selama ini sang bos sangat baik kepadanya,tak jarang syifa merasa tidak enak dengan kebaikan sang bos kepadanya


Namun syifa tidak bisa berbuat apa-apa,syifa masih membutuhkan pekerjaannya.

__ADS_1


"Lo lihat aja, bentar lagi lo bakal di pecat. Gue bakal buktiin sama bos kalo selama ini lo cuma manfaatin kebaikan . Inget itu " Ancam ines kemudian pergi meninggalkan syifa.


Cafe mulai ramai,banyak pengunjung yang datang


membuat syifa sibuk dengan pekerjaannya


Sejenak syifa bisa melupakan semua masalahnya.


Syifa tetap fokus dan semangat bekerja tanpa menghiraukan ancaman ines.


Sore hari setelah selesai bekerja syifa bergegas naik taxi,


ia berencana untuk pergi ke perusahaan Pratama.corp untuk mencari Mahendra


Syifa harus segera bertemu dengan Mahendra


*******


Syifa turun dari taxi wajahnya menatap takjub bangunan yang ada di depannya


Begitu besar dan luas


ia langsung berjalan menuju lobi


"Maaf mbak ada yang bisa kami bantu ?" tanya resepsionis


"Saya bisa bertemu dengan pimpinan perusahaan ?" tanya syifa


"Maaf apakah anda sudah mempunyai janji ?"


"Maaf mba anda tidak bisa menemuinya jika belum membuat janji " jelas sang resepsionis


"Tapi maaf mbak beliau memberikan kartu nama ini dan menyuruh saya menemuinya " syifa memberikan kartu nama yang ia dapat dari pihak rumahsakit


"Baiklah sebentar mbak saya coba hubungi sekertaris beliau, maaf dengan mbak..?"


"syifa " resepsionis mengangguk lalu mengangkat gagang telpon


"Silahkan mbak langsung saja naik ke lantai 12, ruangan beliau ada di lantai tersebut "


" baik,terimakasih mbak saya permisi "


Syifa langsung menuju lift untuk segera naik ke lantai 12


Tak lama pintu lift terbuka,syifa keluar dari lift melangkahkan kakinya perlahan


matanya terus melirik sekitar hanya ada satu ruangan dan terdapat meja besar di depan pintu,


seseorang duduk di depan meja sambil menatap layar di depannya


Syifa bergegas menghampiri orang tersebut


"Maaf pak ,saya syifa yang ingin bertemu dengan Tuan Mahendra pemilik perusahaan ini "


"Oh iya mari,bapak sudah menunggu "

__ADS_1


sekertaris mengetuk pintu dan langsung membuka pintu mempersilahkan syifa masuk


Syifa menundukan kepalanya memberi hormat kemudian menundukan kepalanya kembali


"Silahkan duduk nak "


syifa terkejut merasa mengenali suara yang ia dengar namun masih ragu,perlahan ia mengangkat kepalanya


deg


terkejut ternyata beliau adalah orang yang pernah bertemu dengan syifa


"B..bapak yang waktu itu ?" tanya syifa terkejut


Mahendra tersenyum dan mengangguk


"Silahkan duduk nak " ucap Mahendra mempersilahkan duduk


"Jadi Bapak yang sudah menolong kami ?" tanya syifa


Mahendra tersenyum dan mengangguk


"Terimakasih Pak karena bapak sudah sudi menolong kami, kami tidak tahu harus bagaimana lagi jika bapak tidak menolong kami " jawab syifa dengan mata sendu


"Tidak apa-apa nak syifa, sudah tugas kita saling menolong. Saya senang bisa menolong kamu.


Kamu juga watu itu sudah menolong saya,anggap ini sebagai ganti uang yang dulu pernah kamu berikan kepada saya "


"Tapi pak yang waktu itu tidak seberapa di banding dengan bantuan bapak kepada keluarga saya. Saya janji pak saya akan ganti uang bapak Tapi maaf pak saya meminta waktu untuk saya bisa mencicilnya. Setelah saya punya uang saya pasti membayarnya


Bapak tidak keberatankan saya mencicilnya ?" tanya syifa ragu


Mahendra tertawa


"Nak syifa apa yang kamu katakan, kamu tidak perlu menggantinya"


syifa mengerutkan keningnya


" Kalau tidak mengganti uangnya lalu apa yang harus saya lakukan untuk membayar jasa bapa, sungguh saya berhutang budi kepada bapa


ijinkan saya untuk membalas jasa bapak,saya tidak enak pak karena telah merepotkan bapak. "


Mahendra terus meyakinkan syifa agar tidak menggantinya dengan uang,


Syifa pun akhirnya menyerah,ia telah memaksa agar Mahendra mau menyetujui rencana syifa untuk mencicilnya namun Mahendra tetap menolak


Namun Mahendra memeberikan satu pilihan agar syifa bisa membalas jasanya


"Menikahlah dengan anak saya "


syifa terkejut memelototkan matanya


sungguh tidak percaya dengan apa yang Mahendra katakan


Syifa diam mematung mencerna kata-kata Mahendra

__ADS_1


...****************...


__ADS_2