
Entah kenapa setelah pertengkaran itu key tidak pulang ke apartementnya
Syifa hanya tinggal sendiri di apartement, key pun tidak memberikan kabar apapun
Semarah apapun syifa,tetap hatinya mengkhawatirkan key.
ingin rasanya pergi ke kantornya tapi ia urungkan karena takut jika key akan mengusirnya.
Bertanya kepada mertuanyapun segan
Syifa tidak ingin mertuanya tahu tentang masalah rumah tangganya
Selama ini mereka selalu menyebunyikan keadaan yang sebenarnya,mereka selalu bersikap baik-baik saja layaknya suami istri jika di hadapan mertuanya
Hari ini adalah hari minggu,waktu dimana syifa libur kerja,
hari ini syifa berencana untuk membersihkan seluruh apartementnya
Namun ketika ia sedang membersihkan hiasan lemari suara bel apartement berbunyi
ting tong ting tong
ceklek
pintu terbuka,syifa terkejut ketika melihat tamu di depannya
"Ma..mamah pa..papah "
Ucap syifa dengan gagap
"Assalamu'alaikum sayang, apa kabar " Sapa mamah Ana
syifa mencium tangan mertuanya
"Wa'alaikumsalam, Alhamdulillah mah sehat. Mamah sama Papah apa kabar " Tanya syifa
"Alhamdulillah nak mamah sama papah sehat juga " jawab Mahendra
"Mari masuk mah pah " syifa mengajak mertuanya masuk, kemudian mempersilahkan mertuanya duduk
Syifa pergi ke dapur untuk membuatkan mertuanya minum
"Mamah sama papah tumben kesini ,ada apa ? "
"Ga ada apa-apa nak, kami hanya kangen sama kamu . Kamu tidak keberatankan kami main kesini ? " tanya mamah ana
"Gak ko mah, syifa malahan seneng banget mamah sama papah mau main kesini "
"Key mana nak" tanya Mehendra
"Mm....mas key lagi keluar pah "
__ADS_1
syifa bingung harus menjawab apa karenya satu minggu ini key tidak pulang dan tidak memberi kabar
"keluar kemana anak itu pagi-pagi begini "
" mmm...itu pah mmm...mas key pergi ke anu..." key semakin gugup,
"Nak ada apa ? kemana key " tanya mamah ana mulai curiga dengan sikap memantu nya
Sikap syifa pun terlihat aneh saat tadi petama melihat kedatangan meretuanya
"itu mah, mas key...."
Mahendra langsung memotong ucapan syifa sebelum selelsai berbicara
"Apa kalian ada masalah ? "
selidik Mahendra
Syifa bingung harus bagaimana, ia ingin merceritakanya namun ia juga takut mengecewakan mertuanya
Syifa hanya bisa menunduk tanpa berbica
" Sudah lah nak jika kamu tidak bisa memberitahukan kami,biar kami yang mencari tahu sendiri "
Mahendra mengeluarkan handphone nya kemudian menghubungi key
Namun key tidak menjawab telpon ayahnya,kemudian mamah anapun mencoba menguhubungi key namun tetap sama key tidak mengankatnya
Mahendra memutuskan menghubungi Dimas dan menyuruhnya datang ke apart key
Dimas langsung masuk dan menghampiri Orangtua key
"Hallo ibu ratuku yang paling cantik dan cerewet " Ucap dimas sambil mencium tangan dan pipi Mamah Ana
"Apa kamu bilang mamah cerewet,,dasar anak durhaka minta di kutuk jadi panci" jawab Mamah ana sambil melotot dan menjewer kuping dimas
"Aduh...ampun mah, ampun kanjeng ratu aku cuma becanda Peace "
"Lagian tuh mulut ga ada saringannya,,Heh kamu anak nakal kenapa gak pulang-pulang udah lupa jalan pulang hah??" ketus mamah ana
"Bukan gitu mah, noh salahin papah " Dimas melirik ke arah Mahendra
" Loh ko papa yang di salahin " jawab Mahendra bingung
"Lah ya salah papah lah ngasih kerjaan aku banyak banget jadi kan harus lembur terus, aku tuh pulang malem terus mah kalo aku pulang ke rumah kan jauh ya udah mending pulang ke apart yang lebih deket "
" Alah alesan kamu aja itu mh, palingan juga biar bisa bebas kan bawa cewe ke apart "
" idih...si mamah ngomongnya suka bener hehe " Ucap dimas sambil cengengesan
"Heh awas aja kalo berani bawa cewe ke apart mamah kutuk kamu jadi celengan ayam terus mamah gantung di pohon cabe " Ancam mamah ana
__ADS_1
"Aduh ampun ibu ratu, mana berani aku macem-macem emangnya kaya si key....uppss" Dimas langsung menutup mulutnya dengan tangan
"mati gue...ni mulut kaga ada remnya sih jadi keceplosan "
"Key,,,,maksud kamu apa??" tanya mamah ana
"Eh...itu mah,gak...gak apa-apa ko "
"Jawab papah dimas,key kenapa terus dimana dia sekarang? " tanya mahendra tegas
"Mm...itu pah mm...key "
dimas pun mulai gugup
"DIMAS !!" Mahendra meninggikan suranya
"Mm...itu pah si key nginep di hotel " jawab dimas lalu menunduk
Mahendra dan ana terkejut mendengar ucapan dimas
"Ada apa sebenarnya ini kenapa key nginep di hotel ? sejak kapan key nginep di hotel " Mamah ana mulai emosi
"Mah tenang dulu mah " Mahendra menenangkan Ana,merangkul ana
"Jawab dimas "
"Key udah satu minggu nginep di hotel mah itu karena key ada masalah sama syifa " dimaspun memberitahukan keberadaan key
Mahendra mengahadap ke arah syifa
"Ada masalah apa nak dengan kalian ?" Tanya Mahedra dengan lembut
tes
Air mata syifa tak bisa terbendung lagi
"Maafkan syifa pah mah ini semua salah syifa " syifa hanya menunduk tak berani melihat kedua martuanya
"Ceritakan semuanya pada kami nak,jangan ada satupun yang kamu tutupi "
Mahendra mencoba bersikap lembut dan menahan emosinya
Dengan terpaksa syifa menceritakan masalahnya dengan key dari awal mereka menikah hingga puncaknya pertengkaran kemarin
syifa menangis sesegukan karena hatinya benar-benar sakit mengingat kata-kata key yang menganggap ia wanita murahan
Dada Mahendra bergemuruh penuh emosi,tanganya mengepal
matanya merah
sedangkan mamah ana hanya bisa menangis sambil memeluk sangmenantu.
__ADS_1
"Brengsek kamu key....."
...****************...