Cinta Sang Cassanova

Cinta Sang Cassanova
# Rumahsakit


__ADS_3

Syifa berlari menyusul blangkar yang membawa sang mamah mertua


Tepat di depan ruang igd semua orang menunggu,


Mahendra dan Dimas duduk di kursi dekat pintu igd sedangkan key tampak duduk di lantai menyenderkan punggungnya ke dinding sambil menunduk.


Syifa hanya bisa diam menangis lirih, walaupun kecewa dan marah dengan key tapi ia sungguh tak tega melihat keadaan key


ingin rasanya ia menenangkan key,menggenggam tanganya dan membiarkan bahunya untuk menjadi sandarannya


Namun syifa takut key tidak mau menerimanya


ceklek


pintu terbuka,semua mata tertuju ke arah pintu


Seorang Dokter keluar, semuanya langsung berdiri menghampiri dokter


"Dokter bagaimana keadaan istri saya ? "


"Maaf pak istri anda terkena serangan jantung, saat ini kondisinya kritis kami akan memindahkan pasien ke ruang icu anda dan keluarga bisa menunggu di depan ruang icu. Saya permisi pak " Dokter pamit meninggalkan ruangan


Bagai disambar petir semuanya terlihat syok, Mahendra merasa badannya sangat lemas,kedua kakinya tak mampu lagi menopang badannya namun Dimas menahannya agar Mahendra tidak jatuh


Sedangkan key tak bisa lagi menahan tangisnya, ia duduk di lantai menunduk sambil memeluk kakinya punggungnya bergetar


Syifa semakin sakit melihat keadaan mertua dan suaminya


Syifa memberanikan diri mendekati key,ia duduk di depan key tangan kanannya mengelus punggung key

__ADS_1


syifapun menangis melihat keadaan di depannya


Namun tanpa syifa duga key langsung memeluk syifa


tangisnya pecah saat di key menyembunyikan wajahnya di leher syifa


"ini semua gara-gara gue,semuanya salah gue..gue yang udah nyebabin mamah kena serangan jantung " ucap key sambil menangis


Sekeras apapun key menahan,namun hatinya tetap sakit mendengar


keadaan mamah ana


Rasa takut dan bersalah terus menyelimuti fikiran key,


syifa terkejut dengan sikap key,namun ia mencoba menepis rasa takutnya agar bisa menenangkan key


Syifa mencoba menenangkan key, mengusap punggung key


key pun yang mendengar ucapan syifa hanya mengangguk tanpa melepas pelukannya


ia masih menyembunyikan wajahnya di leher syifa,namun tangisnya sudah tak terdengar lagi. Key merasa lebih tenang setelah mendengar ucapan syifa


"Kenapa wanita ini membuat hatiku menjadi sedikit tenang " batin key


******


Hari menjelang sore, key menyuruh Mahendra untuk pulang dan istirahat


Key yang akan menjaga Mamah Ana di rumahsakit namun syifa juga memaksa untuk ikut menjaga Mamah Ana

__ADS_1


Awalnya key merasa keberatan namun karena syifa terus memaksa akhirnya key mengijinkan syifa ikut menemaninya.


Key duduk di dekat kasur Mamah ana menggenggam tangan mamah ana dan memandangi terus wajah sang mamah yang masih belum sadar, sedangkan syifa duduk di sofa.


Kemudian syifa berdiri ,dan memghampiri key


"Mas sebaiknya mandi dulu terus makan, tadi syifa udah beli makanan di kantin rumahsakit "


Namun key tetap diam tak bergeming


Syifa memberanikan diri memegang pundak key dengan pelan


"Mas,,,,"


Key pun menengok ke arah syifa


"Mas mandi dulu terus setelah itu makan, mas belum makan dari tadi " ucap syifa dengan halus dan key hanya memberikan jawaban dengan menganggukan kepalanya


Tak lama key keluar dari kamar mandi,badan dan wajahnya terlihat lebih segar


Key kemudian duduk di sofa di dekat syifa


"Mas makan dulu ya "


"Aku gak lapar " jawab key


"Tapi mas harus makan, daritadi mas belum makan..Mas makan ya,kalo mas ga makan nanti mas sakit kalo sakit siapa yang mau nungguin mamah. Kan tadi mas bilang mas mau menunggu mamah sampai ia sadar " syifa terus membujuk key


Dengan terpaksa akhirnya key pun menuruti kata-kata syifa

__ADS_1


Ia memakan makanan yang tadi syifa beli.


...****************...


__ADS_2