
Semua tamu undangan telah hadir.
Walaupun hanya kerabat dekat dan anak-anak panti asuhan yang hadir namun tidak mengurangi kemeriahan acara.
Karena antusias Ana yang begitu besar sehingga membuat ia begitu semangat menyiapkan acara untuk sang calon cucu pertama.
Walaupun tamu udangan tidak terlalu banyak namun acaranya terlihat mewah.
Terlihat dari beberapa hidangan yang tersaji begitu banyak.
beberapa meja dipenuhi dengan berbagai macam makanan dan minuman.
Berbagai macam kue juga tersaji,
Dimas menghampiri Ana ,Mahendra,Key dan syifa yang sedang duduk.
"Mah,pah "
semua mata tertuju ke arah dimas dan nayla
"Mah,pah,,,kenalin ini calon makmum dimas " ucap dimas dengan senyum bahagia
Namun tidak dengan nayla, nayla terkejut dengan ucapan dimas yang menyebutnya calon makmum. entah apa yang di pikirkan dimas sehingga ia memperkenalka dirinya kepada seluruh keluarga sebagai calon makmunya.
"Oh ini calon mantu mamah ?" tanya Ana dengan hati bahagia karena melihat Dimas yang memperkenalkan wanita sesuai dengan kriteria yang ia inginkan
"iya mah, ini Nayla insyaAllah calon mantu mamah "
"Kamu yakin ini calon mantu papah? kamu gak lagi boong kan " tanya Mahendra
"Gak pah, itu beneran calon nya si Dimas yang selama ini dia incar "
ucap key
"kok kamu bisa tahu ?" tanya Ana
__ADS_1
"Ya tau lah, orang nayla ini karyawan kantor kita"
"Karyawan kantor kita ? maksudnya kamu kerja di kanto Pratama Corp " Tanya Mahendra kepada nayla
Naylapun hanya mengangguk sambil menunduk malu,ia segan karena berhadapan denga atasan sekaligus pemilik perusahaan tempat ia bekerja.h
"Oalah....ternya selama ini yang sering di omongin dimas itu beneran.Kirain mama bohong,soalnya mamah gak nyangka akhirnya kamu normal juga."
"idih...mamah ngomongnya gak di filter. .Masa iya aku gak normal.Aku tuh normal tau,cuman selama ini aku terlalu fokus sama kerjaan jadi gak ada waktu buat mikiriyn perempuan.Tapi sekarang aku udah nemuin wanita yang bikin aku gagal fokus sama kerjaan.Wanita yang bisa mengalihkan dunia ku."
bugh....sebuah bantal mendarat sempurna di wajah dimas
"lebay lu nyet " ucap key sambil melempar bantal yang ia pegang.
"yeah...syirik ana lu cung ." balas dimas
"Gimana mah, sesuai keinginan mamah kan?" tanya dimas saat menoleh ke arah Ana
"mmm...perfect, cuma mamah gak yakin" ucap Ana
.Nayla yang daritadi hanya diam mendengarkn obrolan mereka langsung menunduk kembali saat mendengar ucapan Ana yang sedikit ragu.
Ia sadar akan perbedaannya dengan keluarga dimas.
Ia hanya gadis miskin, sedangkan dimas berbanding terbalik dengan keadaannya.
Nayla terus menunduk sambil meremas ujung hijab nya.
"Maksud mamah?" tanya dimas sedikit heran dengan ucapan Ana
"Ya mama gak yakin Nayla beneran cinta sama kamu.Bisa aja kan kamu yang maksa di dan ancam dia.Secara kamu sama nayla beda jauh..."
"Maksudnya gimana mah,aku gak ngerti" ucap dimas yang masih tidak mengerti ucapan ana
"Ya kamu sama Nayla jauh beda..Nayla cantik dan manis sedangkan kamu muka aja pas-pasan mimpi pengen punya istri bidadari hahaha...." Mahendra dan Key yang mendengar ucapan Ana pangsung ikut tertawa
__ADS_1
"ia bener tuh nyet, ibarat kata Beauty and the beast haha " ledek key
"Ck,,pada jahat semua ni , Masa aku yang imut dan ganteng ini di bilang jelek.Lagian mamah tuh durjana banget sih bukannya belain anaknya..eh malah jelekin anaknya.Mana ada ibu kaya gitu " ucap dimas merajuk
Sedangkan Nayla berusaha ikut tersenyum walaupun hatinya masih merasakan gugup dan takut jikalau keluarga dimas tidak bisa mnerimanya.
"iya. iya. maaf mamah cuma becanda. Lagian anak mama pada ganteng-ganteng kok gak ada yang jelek.. Kalian cocok ko gangeng sama cantik " ucap ana sambil mengangkat kedua jempolnya
"jadi kapan kamu mau lamar nayla "
Bagai angin segar yang datang menghampiri,pertanyaan Ana jelas membuat Dimas semakin bahagia karena secara tidak langsung Ana sudah merestuinya.
Tanpa melewatkan kesempatan emas ini,dimas langsung meminta Mahendra agar melamarkan untuknya sesegera mungkin.
Sejurus dengan Dimas, nayla pun akhirnya lega karena keluarga dimas merestuinya.
Setelah tadi ia jelaskan latar belakang asal usulnya,tentang keluarganya yang bukanlah orang kaya.
Ternyata tidak sedikitpun dipermasalahkan oleh Ana dan Mahendra.
Ana dan Mahendra tidak oernah memandang status seseorang dari harta dan tahtanya.
Sampai sore hari akhirnya acara 4 bulananpun selesai.
Key mengantarkan syifa kedalam kamar untuk istirahat.
Perut syifa yang sudah mulai terlihat buncit membuat key menjadi over protektif
ia tidak sedikitpun mengijinkan syifa untuk cape.
"Cape yank ?" tanya dimas ketika duduk di pinggir syifa yang sedang merebahkan tubuhnya di kasur.
"iya mas, aku cape banget.Badan pegel-pegel semua.Padahal dari tadi tuh aku cuma liatin orang-orang aja." jawab syifa
"Ya udah kamu istirahat ya, mas mau bantuin beres-beres dulu " ucap key sambil mengusap rambut syifa dan kemudian mencium kening syifa.
__ADS_1
tak lama ia beranjak keluar,da membantu keluarganya yang sedang beres-beres.
...****************...