Cinta Sang Cassanova

Cinta Sang Cassanova
# Makan Malam 2


__ADS_3

Semua telah berkumpul di meja makan.


Makanan yang tersaji di meja makan pun sangat banyak karena di tambah makanan yang syifa bawa tadi.


Syifa yang duduk di pinggir key langsung mengambilkan nasi serta lauk pauknya untuk key


Tak lupa ia juga mengambilkan nasi untuk mertuanya.


syifa begitu bahagai bisa melayani sang suami dan kedua mertuanya, satu hal yang selama ini ia impikan.


Tak lupa syifa juga menyiapkan minum untuk mereka


"Makasih ya sayang "ucap mamah ana dan key bersamaan


syifa tersenyum bahagia


" iya sama-sama mah " jawabnya


"Lah ko kaka ipar gak ngambilin buat gue sih " protes dimas


"Kagak usah manja nyet, noh ambil sendiri " ketus key


"Makanya cari istri biar ada yang layanin kamu " mamah ana pun ikut menjawab


" idih pada jahat semua nih, pah...papah gak mau bela aku gitu " Rajuk dimas sambil melirik Mahendra


"Gak, lagian kata mamah kan bener cepetan cari istri biar ada yang ngurus "


"Hadeuhhh cape dah kalo udah bahas yang kaya gitu, nyerah dah..." ucap dimas pasrah


dan semuapun menertawakan kekalahan dimas


" Oh iya nak, gimana sayang kamu udah ada tanda-tanda ?" tanya mamah ana

__ADS_1


"Tanda apaan mah?" jawab key


" Tanda-tanda dapet key junior "


Tanya mamah ana yang penasaran dan sangat mengharapkan kehadiran seorang cucu.


Di usianya yang mulai tua ana dan mahendra begitu menanti-nanti kehadiran seorang cucu yang akan menemaninya di saat tua nanti.


Rencananya setelah pensiun nanti Mahendra ingin menghabiskan waktunya bersama istri dan keluarganya karena sejak dulu kebersamaan Mahendra bersama keluarganya memanglah sangat sedikit dikarenakan kesibukan Mahendra dalam membangun sebuah perusahaan besar dan mempertahankannya hingga sekarang bukanlah hal yang mudah.


Dalam mencapai sebuah keinginan memanglah tidak mudah selain usaha ada pula harga yang harus dibayar untuk bisa mendapatkan posisi seperti sekarang yaitu waktu bersama keluarga...


uhukk..uhhukkk....


Syifa tersedak mendengar pertanyaan dari ana, ia terkejut dengan pertanyaan sang mertua.


Melihat sang istri, key langsung memberikan air minum kepada syifa


syifa pun menjawab dengan gelengan kepala


"Kamu kenapa nak, pelan-pelan aja makannya " ucap Mahendra


" syifa gak apa-apa pah, maaf tadi syifa cuma...." belum selesai syifa menjawab mamah ana langsung memotongnya


"Aduh maaf sayang kamu kaget ya sama pertanyaan mamah, maafin mamah ya nak mamah gak ada maksud apa-apa ,mamah cuma udah gak sabar pengen nimang cucu " ucap ana sedih


"i..iya mah gak apa-apa ko syifa baik-baik aja "


Melihat syifa yang terlihat gugup ana langsung bertanya kembali


"tapi gimana nak masih belum ada tanda-tanda ya?" ucap ana halus


Namun bukanya syifa dan key yang menjawab, dimas lah yang justru menjawab pertanyaan ana

__ADS_1


" Gimana mau ada tanda-tanda orang goal nya juga baru semalem " ucap dimas cuek


Ana dan Mahendra begitu terkejut mendengar ucapan dimas,semua mata menatap dimas


" wow...santuy mas bro biasa aja matanya,gak takut keluar tuh mata " ucap dimas yang melihat key melotot ke arahnya


" Maksud kamu apaan dim, mamah gak ngerti "


" Gak apa-apa ko mah, mamah kaya gak tau aja mulut c dimas kan dari dulu gak ada saringannya jadi kalo ngomong tuh asal jeplak aja makanya sampe sekarang cewe² kagak ada yang mau sama dia "


" kampret lu cung,mana ada kaya gitu..sembarangan kalo ngomong " kata dimas sambil menatap tajam key


" Tapi sayang kalian gak nunda kan?" tanya mamah ana kepada key dan syifa


"Gak ko mah kita gak nunda,mungkin belum waktunya aja mamah do'ain aja ya mudah²an kita cepet dikasih titipan sama Allah " ucap key


" Niat kagak di tunda mah cuna bikinya aja yang di tunda " ledek dimas


" Bacot lu nyet bener² dah minta di pesantrenin " geram key sambil menyuapi mulut key dengan paha ayam


"Udah..udah..kalian ini kalo ketemu gak pernah akur,pasti berantem terus.Pusing papah liatnya kalian tuh udah kaya anak kecil aja. Udah cepet abisin makannya " tegas Mahendra


"Nak syifa jangan terlalu di fikirkan ya, mamah sama papah gak maksa ko yang penting sekarang kalian bahagia bersama ,masalah anak kita serahkan semuanya sama yang diatas. Lagian kalian kan belum lama nikahnya jadi wajar lah.


Papah cuma bisa do'ain yang terbaik buat kalian, dan papah juga mau pesan sama kalian apapun yang terjadi tetaplah bersama sebesar apapun masalahnya selesaikanlah dengan kepala dingin dan satu lagi yang paling penting ketika ada masalah segeralah selesaikan jangan biarkan berlarut-larut dan jangan sampai keluar dari pintu rumah...Sekiranya masih bisa kalian pecahkan berdua maka jangan pernah libatkan oranglain karena sejatinya sebuah rumahtangga itu dibangun oleh 2 kepala bukan 3 kepala tau lebih ,terbukalah dengan pasangan masing-masing jangan pernah menyembunyikan hal apapun walaupun hanya seujung jari karena kebohongan seujung jaripun akan menjadi bumerang bagi rumahtangga kalian." ucap Mahendra yang memberikan wejangan untuk anak-anaknya.


"Tuh dengerin cung kalo ustad Mahendra udah dakwah,beuhh....ustad Maulana mh lewat coy hehe" ucap dimas


"Heh, sembarangan kalo ngomong, itu juga berlaku buat kamu dim...awas aja kalo kamu sampe mainin cewe mama kutuk jadi panci pink " Ancam mamah ana dimaspun bergidik ngeri mendengar ancaman ana


Semua yang melihat perdebatan Ana dan Dimas hanya bisa tertawa melihat kelakuan mereka.


...****************...

__ADS_1


__ADS_2