CINTA SANG CEO MUDA

CINTA SANG CEO MUDA
Libur bersama


__ADS_3

Sinar matahari pun memasuki celah-celah jendela dan membuat Ayara terbangun...


Ayara yang telah membuka matanya, lalu melihat Alka yang masih tidur sambil memeluk Ayara....


"Tidur saja kau sangat tampan, betapa beruntungnya aku bisa memiliki mu tanpa harus bersaing dengan seluruh wanita di negara ini. Astaga, lama-lama aku akan gila melihat calon suami mu ini." gumam Ayara sesekali terkekeh...


Alka yang tiba-tiba bangun, membuat Ayara kaget...


"Tentu saja aku sangat tampan setiap saat kapan pun dan dimana pun."ucap Alka sambil memegang otot-otot tubuhnya.


"Maa..mass, kamu mendengar ucapan ku?" tanya ayara penuh rasa penasaran..


"Tentu saja, aku tak akan melewati pujian setiap pagi dari mulut mu. Kapan lagi aku akan mendengar pujian itu, kecuali pagi hari saat kau bangun dan menatap ku dengan penuh rasa cinta." ucap Alka


"Hah... Jadi selama ini mas sudah bangun lebih dulu dari aku." Ayara menatap Alka dan pipinya memerah menahan malu... Betapa polosnya dirinya sampai tak tahu jika alka berakting...


"Tentu saja."kekeh alka sambil beranjak dari kasur menuju balkon kamar nya....


"Iiihh mass ini." rengek Ayara malu dan mengejar Alka yang berjalan ke balkon


"Eits, Ga kena." Alka mengelak karena Ayara ingin memukul dada bidang Alka....


"Aaa mas, kamu jahat." ketus Ayara sambil menyilangkan kedua tangannya di dada


"Hehehe, bercanda sayang. Kau begitu gemas saat sedang ngambek" ucap Alka sambil memeluk Ayara...


Hummmm... Segara udahh pagi ini sayang.. Bagaimana hari ini kita pergi ke pantai,, sudah lama aku tidak merelax kan otak ku"ucap Alka sambil membujuk ayara...


"Ayuk sayang."jawab Ayara penuh antusias karena kepantai adalah kesukaan nya. Ia bisa berlari, bermain, dan mengambil kerangka kemudian akan di masukkan kedalam aquarium.

__ADS_1


"Sayang ajak nenek dan kak bona yaa, pasti lebihh seru." lanjut Ayara sambil tersenyum lebar.....


......................


Setelah semua persiapan sudah selesai. Alka, Ayara, Nenek dan Bona. Kini sedang menuju villa Alka yang berada di sebuah pulau. Sedikit perdebatan mengenai transportasi, akhirnya mereka memutuskan untuk naik mobil lalu menyebrang dengan kapal..


"Padahal naik pesawat lebih cepat lo sayang." gerutu Alka sedang masuk ke dalam mobil.


"Iish kamu ni ya, tidak seru. Kalau gitu kamu aja sana naik pesawat." ucap ayara yang kesal melihat Alka.


"Iyaa bos, kalau holiday bersama itu paling seru saat di perjalanan nya. Apalagi kita harus menempuh perjalanan yang cukup jauh." sambung Bona yang antusias.


"Iya betul, kita bisa bercanda bersama, menikmati waktu bersama, kapan lagi kita seperti ini. Ayara memang is the best, kita saja tidak pernah melakukan ini. Apa salah nya mencoba." ucap nenek sambil memeluk Ayara....


"Hufttt, nenek aku ini cucumu. Nenek selalu saja membela Ayara." rengek Alka. Menatap nenek dengan nanar.


"Iiiihhh, nenek ga boleh bilang gitu. Sekali lagi Ayara dengar nenek ucapkan kata-kata itu Ayara ga mau nikah dengan cucu nenek itu." ucap Ayara sambil memeluk dan berusaha membuat Alka semakin kesal.


"Hah! Apaan kok jadi kesitu siiihhhh. Ga ada sangkut pautnya!! Lusa kita akan menikahi!" Ketus Alka semakin kesal mendengar perkataan Ayara barusan.


Setelah 3 jam lamanya perjalanan, kini mereka sudah sampai sebuah pulau dan terdapat villa yang begitu megah dan mewah.


"Sudah lama aku tidak mengunjungi villa ini." gumam nenek, melihat betapa segar nya udara di sana. Karena tanaman dan pepohonan dirawat dengan baik.


"Wah! Mas ini punya kamu?" tanya Ayara, melihat takjub bangunan mewah itu.


"Iya sayang, ini juga milikmu. Milikku juga milikmu." ucap Alka sambil berjalan menuju masuk.


"Ayo masuk, apa kalian tidak capek perjalanan yang begitu jauh dan lama." lanjut Alka sambil meregangkan otot tubuhnya, karena perjalanan itu membuat tubuh sedikit pegal-pegal.

__ADS_1


"Baiklah, nek istirahat lah. Aku akan menyiapkan makan malam untuk kita semua." ucap Ayara sambil berjalan menuju dapur.


Ayara yang sedang mengeluarkan bahan-bahan yang sempat ia beli saat di perjalanan. Kini ia sedang mengeksekusinya untuk menjadi hidangan yang sangat lezat tentunya.


Tak terasa waktu telah menunjukkan setengah 7 malam. Ayara telah menyelesaikan masakannya, lalu Ayara menuju kamarnya untuk membersihkan diri. Melihat Alka yang sedang tidur dengan lelap, karena selama diperjalanan Alka mengeluh terus.


Beberapa menit kemudian Ayara telah membersihkan diri, lalu membangun Alka dengan lembut.


"Mas, bangun. Mari kita makan malam bersama." ucap lembut Ayara membangun Alka.


Drapp...


Tanpa menjawab, Alka langsung menarik Ayara ke dalam pelukannya.


"Aaa mas!" Ayara yang kaget, karena tubuhnya masuk ke dalam pelukan Alka. Membuatnya pasrah dengan tingkah Alka yang suka tiba-tiba melakukan sesuatu tanpa aba-aba.


Setalah nyawa Alka terkumpul, Alka melepas pelukannya. Lalu mencium pucuk kepala Ayara.


"Mas, mandi lah dulu. Aku akan menyiapkan pakaian untukmu, lalu kita makan malam bersama." ucap Ayara sambil beranjak menuju ruang pakaian.


......................


Kini mereka tengah menyantap makanan yang dimasak Ayara, beberapa pujian yang terus saja terdengar. Membuat Ayara senang, karena masakannya sangat cocok dimulut mereka.


"Sayang, aku mau nambah. Masakanmu sangat enak membuat ku tak bisa berhenti makan." ucap Alka sambil mendorong piringnya agar Ayara bisa mengisi piring kosong nya itu.


"Aku juga." ucap serentak nenek dan Bona. Dengan segera Ayara mengisi piring kosong mereka.


Setelah selesai makan, mereka memilih menikmati indahnya pemandangan pantai malam hari. Mereka duduk di taman belakang villa, yang langsung terhubung dengan pantai. Pasir putih yang halus, udara yang segar membuat rasa yang begitu nyaman.

__ADS_1


__ADS_2