
Huammm...." Ayara sedang meregang kan otot-otot tubuh nya setelah bangun dari tidurnya. tanpa sadar sudah duduk seorang pria tampan yang memandangi nya dengan menyunggingkan senyuman. Melihat tingkah Ayara yang tak biasa ia lihat.
Ehemm.." deheman Alka membuat Ayara kaget
Se..se..dang apa kau disini ?? Apa kamu seharian disini, menunggu ku ??" tanya heran Ayara
Tidak, aku baru datang 5 menit lalu" jawab alka dengan suara dingin. Namun di dalam hatinya aku tidak pernah meninggalkan ruangan ini, karena aku ingin selalu dekat dengan mu gadis kecil..
Oooo, baiklah... Apa aku udah bisa pulang tuan, aku harus bekerja." lirih Araya menunduk. Ia tak punya alasan untuk bermalas malasan. Karena ia harus berkerja untuk kebutuhan hidupnya...
*kenapa tantenya tidak datang menjenguk Araya?? Sudah pasti tantenya tidak peduli akan kondisi Araya... Bahkan semenjak Araya mendapatkan pekerjaan. Araya memilih ngekost dekat tempat kerjanya...
sebentar lagi, dokter akan datang untuk mengecek kondisi mu. Jika sudah baik kau boleh pulang" jawab alka dingin tak ingin Ayara pergi darinya.
Ceklek........
Pintu terbuka, dokter yuna datang mengecek kondisi Araya. Setelah beberapa menit Araya di izinkan pulang....
__ADS_1
Yuna, bagaimana kondisinya. Apa dia baik-baik saja ? Apa ada hal serius pada nya ??" tanya Alka dengan sahabat nya itu..
Yaa, dokter Yuna adalah sahabat Alka sewaktu SMA dahulu.. Yuna bekerja di rumah sakit milik keluarga Alka..
Issshhh... Kamu cerewet sekali Alka, harusnya aku yang bertanya kamu itu kenapa? Apa kepala mu terbentur hingga berubah seperti ini ?? Biasanya aku tidak peduli dengan orang ??" tanya Yuna menatap tajam Alka
Aaaa, tidak papa. Aku hanya merasakan bersalah padanya karena aku menabrak nya kemarin" Alka dengan dingin dan datar
Yakinn ?? kamu menyukai nya kan, hahaha. Akhirnya kulkas 1000 pintu bisa mencari juga dengan gadis mungil itu" goda Yuna
Alka yang gelabakan langsung keluar dari ruangan putih itu, meninggal kan Yuna sendirian.
Huffttt, lama sekali"Araya menatap jalan..
Kau menunggu ku gadis kecil ? Hemm" tanya Alka dari belakang Ayara.
Iyalah, siapa lagi. Ga mungkin nunggu hantu" ketus Ayara
__ADS_1
Tuan, apakah aku bisa menumpang mu. Aku tidak punya uang untuk pulang.. Bisakah tuan mengantar ku ke cafe X" Ayara sambil memainkan ujung jas Alka.
Alka yang gemas akan tingkah Ayara. Dengan senang hati memberikan tumpangan padanya. Tak lama kemudian Bona datang....
Didalam perjalanan, Ayara hanya melihat keluar melalui jendela mobil. selama perjalanan tidak ada sepatah kata pun..
Setelah sampai di cafe X tempat kerja Ayara, Ayara pun bergegas keluar...
Namun saat mau keluar tangannya di tarik, dengan Alka. Apakah kau melupakan sesuatu??" tanya Alka menatap tajam Ayara
hah, Ayara yang terkejut dan ketakutan dengan tatapan Alka yang menyeramkan itu membuat ayara merinding...
Seketika ingatannya kembali....
Ahh, tuan maaf. Aku sangat bersemangat sampai aku lupa mengucapkan terima kasih. Tuan terima kasih atas semuanya. Tuan telah merawat ku dan mengantarkan ku. Aku berhutang budi pada mu Tuan. Jika kau membutuhkan kan ku akan ku bantu" jawab Ayara dengan penuh rasa berterima kasih.
Hmm.."Alka dengan dingin dan datar
__ADS_1
Isshhhh, percuma aku ngomong panjang lebar tapi jawabannya hmm. Kaya ga ada lagi kata kata di dunia ini. Huh dasar pria dingin. Aku rasa lebih dingin pria ini dari pada kutub utara" ngomel Ayara dalam hati.