CINTA SANG CEO MUDA

CINTA SANG CEO MUDA
persiapan


__ADS_3

Hari semakin larut, Ayara memutuskan untuk merendam tubuhnya karena hari ini cukup melelahkan. Tanpa ia sadari, Alka sudah masuk ke dalam Bathtub itu untuk merelaxkan tubuhnya juga.


"Sayang kau mau berendam berapa lama?" tanya Alka, Ayara yang mendengar suara yang serak membuatnya terkejut.


"Aah, mas sejak kapan kau disini!" teriak Ayara sambil menutupi tubuhnya dengan tangan mungilnya.


"Sejak 5 menit yang lalu, apa kau tak sadar ?" tanya Alka yang menatap nakal ke Ayara.


"Yaudah Ayuk kita segara tidur, ini sudah agak larut." ucap Ayara sambil terbata-bata


"Bukannya semakin nikmat?" tanya Alka yang mulai nakal.


"Mas aku lela." ucapan Ayara menggantung


Cupp


Alka ******* bibir mungil Ayara, lalu menggendong nya menuju kekamar. Ciuman itu semakin memanas membuat Alka tak kuasa menahan hasratnya.

__ADS_1


"Sayang, boleh?" tanya Alka dengan suara serak, Ayara yang melihat Alka hanya mengangguk kepalanya.


Setelah 2 jam lamanya permainan yang begitu nikmat itu, akhirnya keduanya terlelap dalam tidurnya sambil berpelukan. Sinar matahari mulai memancarkan cahayanya. Membuat Ayara terbangun dari tidurnya, Ayara yang melihat jam sudah menunjukkan pukul 6 pagi ia langsung bergegas membersihkan tubuhnya dan membuat sarapan untuk semua orang.


"Mas, hari ini aku sama nenek mau pergi belanja." ucap Ayara


"Iya sayang pergilah, nanti aku akan suruh para bodyguard menjaga kalian berdua." ucap Alka sambil memasukkan makanan ke dalam mulutnya.


"Baiklah mas, ooiyaa mas. Tadi pagi saat kau sedang mandi ada orang yang menelfonmu. Karena aku takut, itu adalah telfon penting aku mengangkatnya." ucap Ayara


Uhuk


Uhuk


"Ap..apa yang dikatakannya." ucap Alka dan Bona dengan serentak dengan penuh rasa takut, jika Ayara mengetahui sesuatu.


"Ehh, pria itu bilang kalau jalan di depan kantor sedang ada perbaikan. Jadi katanya suruh lewat jalan di samping agar tidak kena macet." ucap Ayara sambil menatap keduanya penuh keheranan.

__ADS_1


"Huff, baiklah sayang." ucap Alka dengan legah


"Nyonya bolehkah kau membuat bekal untuk kami berdua ? Sepertinya nanti kami tak sempat makan siang karena ada meeting dengan klien yang cukup lama." ucap Bona agar Ayara tak banyak tanya. Karena ia tahu jika Ayara sekarang mulai curiga dengan Alka.


"Baiklah, aku akan menyiapkannya." ucap Ayara


Setelah setengah jam meraka sarapan, Alka dan Bona memutuskan untuk berangkat ke kantor. Karena harus menyiapkan berkas untuk meeting nanti.


"Mas, kak Bona. Ini bekalnya, habisin ya awas aja tersisa secuilpun. Aku tak akan memasakkan kalian lagi." ucap Ayara dengan terkekeh


"Siap bos." ucap serentak Alka dan Bona


"Oke, berangkatlah hati-hati di jalan." ucap Ayara sambil memperbaiki dari Alka yang sedikit mereng.


"Aku berangkat ya sayang." ucap Alka sambil mencium kening Ayara.


Setelah Alka dan Bona berangkat, Ayara dan nenek juga bersiap-siap. Karena hari ini, ia akan memberikan suprise kepada Alka.

__ADS_1


Hari ini adalah hari ulang tahun Alka, jadi Ayara memutuskan untuk berbelanja. Dan membuat semua hidangan dengan tangannya sendiri. Ayara sengaja tidak memesan kue ulang tahun di toko. Namun, menurutnya lebih sehat dan higenis jika ia buat sendiri. Lagian juga Alka lebih suka makan makanan yang di buat Ayara, daripada orang lain yang memasak.


__ADS_2