CINTA SANG CEO MUDA

CINTA SANG CEO MUDA
Sidang akhir


__ADS_3

Tak terasa beberapa bulan berlalu, Ayara yang sedang mempelajari materi untuk sedang akhirnya besok.


"Hufft, semoga besok lancar dan mendapatkan hasil yang terbaik. Biar semua kerja keras ku tidak sia-sia." guman Ayara sambil merapihkan berkas-berkas untuk besok.


"Sayang kau tak perlu repot-repot belajar dengan keras. Aku bisa membuat mu lulus tanpa haru melakukan sidang." ucap Alka sudah duduk dengan menyilangkan kedua kakinya di atas meja.


"Ehh, kapan sayang pulang kok aku ga tau." ucap Ayara yang kaget melihat Alka yang sudah duduk di sofa


"Hmm, kau telalu fokus. Sehingga tak merasakan kehadiranku yang udah dari tadi!" Ketus Alka sambil menyenderkan kepalanya dan menatap langit-langit kamar.


"Hehehe, maaf sayang. Kau tak perlu repot-repot mas, akan ku tunjukkan hasil kerja kerasku selama ini dan ku pasti kau, nenek dan kedua orang tua ku bangga memiliki ku." goda Ayara yang sudah berada di samping Alka, sambil membuka kancing kemeja putih Alka lalu memainkan otot-otot yang tersusun rapi di perut Alka.


"Jangan membuat yang di bawah sana bangun, jika sudah bangun kau akan memberikan harapan palsu padanya." jawab Alka yang tak bergerak sama sekali


"Hehehe, mas apakah kau suka olahraga sehingga tubuhmu sebagus ini ? Apakah tubuhku bisa seperti itu?" Tanya Ayara yang masih saja memainkan jarinya ikuti alur otot-otot tubuh itu.


tanpa aba-aba Alka langsung mengangkat kedua tubuh Ayara, agar duduk di pangkuannya dan menghadap Alka.


"Ahh mas." Ayara yang terkejut, tepat di bagian intim nya bersentuhan dengan milik Alka yang sudah mengeras. Alka yang tersenyum mendengar kata-kata itu, tak sabar ingin menjelajahi tubuh mungil itu. Langsung mearik tengkuk Ayara dan ******* bibir manis milik Ayara. Ayara yang terbiasa dengan perlakuan Alka yang tiba-tiba nyosor, Ayara langsung membalasnya. Ci*man yang hampir memanas langsung disudahi Ayara agar Alka tak berbuat melebihi batasannya.


"Aaa, sayang aku masih belum puas." rengek Alka


"Hmm, sudah aku mau menyiapkan makan malam." ucap Ayara sambil beranjak dari pangkuan Alka. Alka hanya bisa menggerutu gak jelas kesal melihat Ayara yang tak mau memberikannya lebih. Padahal sebentar lagi akan menikah.

__ADS_1


"Tahan sampai malam pertama ya!" goda Ayara sambil mengedipkan matanya dan menjulurkan lidah mengejek Alka, lalu berlari menuju pintu.


"Ayara!" ketus Alka karena telah menggodanya, Alka yang kesal namun tiba-tiba ia tersenyum.


"Liat saja nanti, tak akan ku beri ampun kau Ayara Rengganis Putri." gumam Alka sambil melepas jas yang masih melekat ditubuhnya. kemudian Alka membersihkan tubuhnya. Setelah itu ia turun ke bawah untuk makan malam bersama.


...****************...


Setelah makan malam, seperti biasa Ayara mengantar nenek ke kamarnya. Kemudian ia melihat jam masih pukul 8 malam, Ayara memilih duduk di taman sebentar untuk merelaxkan otaknya agara besok berjalan dengan lancar. Setelah 15 menit ia memutuskan kembali ke kamarnya. Sudah sampai di kamar ia tak melihat Alka, ia langsung keluar dan melihat ruangan kerja.


Alka yang berada diruang kerjanya begitu fokus dengan benda lipatnya, tiba-tiba Ayara masuk dengan membawakan secangkir teh hijau hangat dan beberapa biskuit.


"Mas, apakah masih lama?" tanya Ayara sambil meletakkan nampan di meja.


"Baiklah sayang, jangan terlalu larut ya. Teh nya jangan lupa diminum." ucap Ayara sambil melingkarkan kedua tangannya di leher Alka. Tanpa basa-basi Alka langsung meluncur bibir Ayara yang membuatnya candu. Ayara yang membalasnya membuat mereka berdua hampir melewati batas. Ayara langsung menyudahi ci*uman yang semakin memanaskan itu. Langsung beranjak dari pangkuan Alka dan memberikan kecupan singkat dipipi Alka. Lalu ia pergi meninggalkan ruangan kerja itu.


"Sayang kau membuatku kecanduan dengan bibirmu yang manis itu." gumam Alka menatap Ayara berjalan keluar.


Tak terasa sudah larut malam, Alka yang menyudahi perkerjaannya. Lalu berjalan menuju kamarnya. Melihat Ayara yang sudah tertidur nyenyak, Alka langsung merebahkan tubuhnya di samping Ayara lalu memeluknya.


......................


Sinar matahari yang masuk ke dalam kamar melalui celah-celah jendela. Membuat Ayara terbangun, dan seperti biasa ia akan membuat sarapan lalu membersihkan diri. Setelah selesai semua, kini Ayara akan berangkat ke kampus bersama Alka. Setelah sampai Ayara langsung disambut sang sahabatnya dengan pelukan hangat.

__ADS_1


"Sayang apa kau tidak mau memeluk ku juga hem." ucap Alka yang iri dengan Vivi karena begitu dekatnya Vivi dengan Ayara. Ayara yang menggelengkan kepala melihat tingkah manja Alka yang kambuh. Dengan cepat ia memeluk Alka.


"Mas, berangkat lah ke kantor aku kan mengabari hasilnya keluar nanti." ucap Ayara smabil memeluk Alka.


"Aku bisa bilang pada rektornya kau tak perlu ikut sidang." ucap Alka sambil mengelus kepala Ayara.


"Iiih, mas ini kalau jalan pintas begitu, sia-sia kerja keras ku selama ini. Udah pergi sana aku akan beri suprise nanti." ucap Ayara yang sedikit kesal mendengar kata-kata Alka.


"Hmm, baiklah semangat sayang." ucap Alka sambil mengecup kening Ayara.


"Huft, sudah seperti suami istri saja kalian!" ketus Vivi sambil menatap tajam Alka. Alka yang santai tak peduli dengan perkataan Vivi, Alka hanya menjulurkan lidahnya kepada Vivi, membuat Vivi semakin dongkol.


"Sudah-sudah kalian ini kayak anak kecil saja." ucap Ayara menatap berganti kedua orang itu.


Alka yang sudah meninggal mereka berdua, kini Ayara merasakan jantungnya berdebar kencang. Setelah menunggu beberapa jam, tiba giliran Ayara untuk masuk keruangan sidang itu. Setelah 30 menit berada diruangan itu akhirnya Ayara keluar dengan raut wajah yang bahagia. Vivi yang terkejut melihat ayara keluar dari ruangan itu yang begitu cepat. Membuat Vivi membulatkan matanya dengan sempurna.


"Ayara kok cepat sekali, apakah berjalan lancar." tanya Vivi yang sedikit bingung karena Ayara hanya 30 menit, tak seperti orang-orang yang sebelumnya nya yang 1 jam lebih bahkan sampai 2 jam.


"Alhamdulillah lancar, aku ingin memberi tahu kabar ini pada calon suamiku. Agar dialah orang yang pertama mendengarnya." ucap Ayara penuh kebahagiaan.


"Hmm, baiklah segeralah kau beritahunya." ucap Vivi sambil ikut bahagia melihat Ayara bahagia.


"Nanti saja, aku akan menunggumu dan kita pergi merayakan akhir dari perjuangan kita Vi." ucap Ayara sambil memeluk Vivi karena tiba gilirannya.

__ADS_1


Setalah 30 menit, Vivi keluar dari ruangan itu dengan wajah bahagia. Membuat kedua sahabat itu tak henti-hentinya tersenyum. Mereka memutuskan untuk pergi jalan-jalan melepaskan penderitaan selama ini, akhirnya mereka lulus juga setelah 4 tahun berjuang.


__ADS_2