CINTA SANG CEO MUDA

CINTA SANG CEO MUDA
Pukulan Ayara


__ADS_3

Setelan pergi berlibur selama 2 hari, Ayara memutuskan untuk pulang. Karena besok ia harus ke kampus untuk mengajukan judul skripsi. Meski ia ingin berada di sana, namun Ayara memilih mengesampingkan ego nya. Setalah bersiap-siap untuk pulang, kini mereka tidak menggangu mobil untuk perjalanan pulang.


Sempat terjadi perdebatan antara Alka dan Ayara mengenai transportasi untuk pulang ke Mension. Akhirnya Ayara mengalah dan mengikuti kemauan Alka untuk pulang naik Helikopter. Mengingat Ayara besok akan ke kampus, Alka tak ingin Ayara kelelahan. Setelan 30 menit akhirnya mereka sampai di Mension.


Waktu telah menunjukkan pukul 8 malam, karena Ayara meminta pada Alka, untuk menyaksikan sunset terlebih dahulu.


"Sayang istirahat lah, besok kau akan ke kampus." ucap Alka sambil mengusap rambut Ayara yang panjang dan halus.


"Iya mas, sebentar lagi." ucap Ayara yang sedang berkutat dengan benda lipat nya karena ada beberapa hal yang harus di persiapkan. Tak terasa kini sudah menunjukkan pukul 12.05 malam. Ayara yang mulai ngantuk segera menyudahi pekerjaannya.


"Hmm, ternyata kamu sudah tidur mas." gumam Ayara sambil menarik selimut hingga leher Alka yang sudah tertidur lelap. Karena besok ia harus menghadiri rapat besar, mengenai proyek di lokasi J. Sebab ada kesalahan teknis yang membuat kerugian yang cukup besar.


"Selamat tidur mas, mimpi yang indah ya, aku mencintaimu mas." bisik Ayara di telinga Alka, Alka yang setengah sadar mendengar ucapan itu membuatnya tersenyum dalam tidur.


......................


Matahari telah memancarkan sinarnya yang masuk melalui celah-celah jendela. Alka yang terbangun duluan, tak henti-hentinya memandangi wajah gadis kecilnya.


"Kau sangat manis, sangat cantik. Betapa bahagianya aku bersamamu, aku mencintaimu Ayara Rengganis Putri." gumam Alka lalu mencium kening Ayara, kemudian beranjak dari tempat tidur menuju kamar mandi dan bersiap-siap. Karena ada rapat besar ia harus datang lebih awal untuk mengecek berkas sebelum di rapatkan.


"Huammm." Ayara sambil meregangkan otot tubuhnya dan mengucek-ngucek kedua matanya. Yang masih belum sadar bahwa Alka sudah tidak ada diruang itu.

__ADS_1


"Mas, bangun." ucap Ayara


"Loh kok ga ada." lanjut Ayara


"Mas, Mas Dimana kamu!" teriak Ayara mencari keberadaan Alka. Melihat sebuah roti dan susu di atas meja. Membuat Ayara membulatkan mata ketik membaca selembar surat yang di slip kan Alka.


"Sayang jangan lupa sarapan ya, nanti pergi ke kampus diantar sama Pak zam ya. Jika kamu sudah selesai dengan urusan mu, kabari aku. Aku akan menjemputmu, lalu kita jalan-jalan. Maaf aku tak bisa ikut mengantar mu karena aku harus datang lebih awal. Habiskan sarapannya ya, itu hasil buatan tangan ku setelah 3 kali gagal dan itu yang menurut ku sangat layak untuk dimakan. I love you sayang." Isi dari selembar kertas yang di tinggalkan Alka.


Ayara yang melihat roti yang sedikit gosong itu, membuat nya terkekeh. Lalu, ia memilih untuk mandi dan bersiap-siap. Kemudian ia akan sarapan dengan roti sedikit gosong buatan calon suaminya.


......................


Setelah sampai di kampus, banyak yang tak menyangka jika Ayara telah bertunangan dengan CEO muda nomor 1 di negaranya itu. Banyak yang memujinya dan banyak juga yang membencinya.


"Vivi, aku kangen." balas Ayara sambil memeluk Vivi. Vivi yang paham maksud kata Ayara, jika ia bilang kangen maka sudah dipastikan jika Ayara ingin mengutarakan isi hatinya.


"Oke, kita ketemu sama Buk kiara dulu yuk. lebih cepat lebih bagus. Biar kita segera keluar dari kampus ini." ucap Vivi sambil menggandeng tangan Ayara. Dan Ayara hanya mengangguk lalu mengikuti langkah kaki Vivi


Kini betapa senangnya kedua bestie itu, karena judul skripsi nya di terima. Ayara yang mengabari Alka karena judul skripsi nya diterima. Alka yang mengapresiasikan hal itu, membuat Ayara semakin bahagia.


"Vii, ke kantin yuk. Laper nih" ucap Ayara sambil menarik tangan Vivi.

__ADS_1


"Tenang aku traktir deh." lanjut Ayara.


Kini Ayara dan Vivi yang duduk menyantap makanan yang mereka pesan. Sambil cerita dan tertawa, tiba-tiba datang seorang wanita dan gank nya yang merusak suasana. Membuat Vivi dan Ayara terdiam.


"Oh ini, wanita jal*ng yang merayu tuan Alka. Keren juga caranya." ucap wanita berambut pirang bergelombang.


Wanita itu adalah mahasiswi yang memiliki paras cantik yang banyak di sukai para lelaki. Ayah nya adalah seorang pembisnis "Zen Company" perusahaan cukup besar di negaranya. Wanita itu adalah Karin Alisa Zen, sudah pasti karena tittle Ayahnya dan juga anak kaya raya. Membuat sifat nya sangat arogan dan memandang rendah semua orang, jika ada yang lebih unggul darinya ia tak segan-segan memberikan pelajaran.


"Jaga ucapan Lo ya!" bentak Ayara sambil mengepalkan tangannya, tak terima mendengar ucapan yang begitu jahat. Vivi yang berusaha menenangkan Ayara agar tidak berurusan dengan wanita arogan karena tittle Ayahnya.


"Ckk. Berani sekali lo meninggikan suara lo, lo pikir gue takut!" ketus Karin sambil mendorong Ayara. Ayara yang tak terima dengan perlakuan itu, membuatnya naik pitam. Segera ia memukul, dan menendang wanita arogan itu. Ayara dulu sempat mengikuti bela diri agar bisa melindungi dirinya karena ia tinggal sendirian.


Karin yang sudah jatuh kelantai akibat pukul yang mengenai sudut bibir nya, dan mengeluarkan sedikit dar*h segar. Membuat nya meringkis kesakitan.


"Huh, Lo yang mulai. Lo yang tumbang" ucap Ayara sambil terkekeh dan membersihkan kedua tangannya.


"Ayara gue memang hebat, bela dirinya tak perlu diragukan lagi." ucap Vivi memberikan dua jempol dan memeluk Ayara dengan penuh bangga


"Awas lo, gue penjarain lo. Mendekam lah di sel itu seumur hidup!" Bentak Karin yang sedang dipapah kedua temannya.


"Karin Karin. Lo salah milih musuh ternyata." ucap salah satu temannya yang suka keceplosan. Membuat Karin semakin murka, dan menghempas dua temennya itu.

__ADS_1


"Aaww Karin, sakittt." lirih kedua temannya


"Mampus lo, sapa suruh lo berdua ga bantu gue. Liat aja Ayara akan membusuk di sel. Dan Tuan Alka akan hidup bahagia bersama gue!" bentak Karin sambil melenggang pergi.


__ADS_2