CINTA SANG CEO MUDA

CINTA SANG CEO MUDA
kenikmatan tiada tara


__ADS_3

Hari-hari berjalan dengan perasaan bahagia, nenek yang melihat kebahagiaan di mata cucu kesayangan itu. Tak henti-hentinya terus mendoakan agar segera di berikan momongan. Tak terasa kini pernikahan Alka dan Ayara sudah berjalan 2 bulan. Mereka yang harmonis masih saja terasa seperti pengantin baru.


Kini Alka yang tengah sibuk dengan pekerjaan nya sama ia lupa untuk makan siang. Tanpa ia sadari istrinya sudah berdiri dihadapannya.


"Mas, apa kau benar-benar sibuk? Hingga kau tak menyadari kehadiran ku?" Tanya Ayara sambil cemberut. Alka yang terkejut karena mendengar suara yang tak asing baginya langsung mengalihkan pandangannya ke Ayara yang sudah mengambek.


"Aaa, maaf sayang. Pekerjaanku sangat banyak jadi aku terlalu fokus hingga tak memperhatikan yang lain." ucap Alka membujuk Ayara agar tidak marah padanya.


"Hmm, alasan!" ketus Ayara sambil berjalan menuju sofa.


"Tidak sayangku, kenapa kau tiba-tiba datang?" Tanya Alka sambil memeluk pinggang Ayara.


"Mas tadi berangkat terlalu pagi, bahkan tak sempat sarapan. Sudahku pastikan pasti mas belum makan siang." ucap Ayara sambil membuka kotak makanan yang ia bawa.

__ADS_1


"Hehehe, iya sayang. Hari ini aku sangat sibuk sekali karena ada masalah sedikit di cabang perusahaan." ucap Alka yang seketika mengepalkan tangannya. Karena Alka tak sanggup membuka jati dirinya kepada Ayara.


"Ya sudah makan lah sayang, aku yang masak ini adalah makanan yang lagi viral. Dari pada aku beli takutnya ada bahan yang tidak segar. Jadi aku membuatnya sendiri melihat tutorial memasaknya di YouTube. Aku ingin mas yang pertama mencobanya." ucap Ayara sambil tersenyum melihat Alka.


"Kau ingin menjadikan ku kelinci percobaan sayang? Hmm." ucap Alka sambil menjewer telinga Ayara.


"Aaa mas, tidak begitu lo. Aku hanya ingin kau memberikan rating pada duplicate dish yang ku buat dengan tanganku sendiri." ucap Ayara sambil memegang telinganya.


"Hmm, baiklah. Jika aku kenapa-napa malam ini kita harus memainkan 5 ronde sekaligus." ucap Alka sambil menatap Ayara seperti binatang buas yang ingin memangsa.


"Hahaha, apa kau takut sayang." goda Alka sambil mencolek pinggang Ayara. Membuat Ayara geli.


"Mas ingat ini di kantor!" ketus Ayara sambil menyuapkan makanan yang ia bawa ke dalam mulut Alka.

__ADS_1


"Emangnya kenapa, bukankah ini bisa jadi suasana baru." goda Alka yang semakin dekat dengan Ayara.


"Ma..mass makan dulu iih, kamu belum makan dari pagi. Kalau kamu sakit gimna." ucap Ayara yang mengalihkan pembicaraan. Agar Alka tak membuat hal yang diluar nalar.


"Sayang ayolah, aku sudah tak bisa menahannya lagi." ucap Alka fengan suara serak bahkan makanan di dalam mulutnya yang masih belum di kunyah. Ayara yang tak meresponnya hanya memberikan minuman air putih agar Alka tidak seret.


Drap...


Setelah minum Alka langsung menggendong Ayara menuju kamar yang berada di ruangannya. Ayara yang terkejut melihat Alka yang menggendong tubuhnya. Hanya bisa pasrah, jika memberontak tak ada gunanya. Alka yang meletakkan tubuhnya dengan lembut di ranjang. Lalu ******* bibir manis milik Ayara, kini ciuman itu semakin memanaskan.


Alka yang kewalahan dengan agresifnya Ayara. Langsung membuka satu persatu kancing baju Ayara. Tanpa melepaskan punggutan yang agresif dan nikmat itu. Setelah melihat tubuh mungil itu tanpa sehelai benangpun. Alka langsung turun ke bawah, membuat tanda kepemilikan di dada Ayara.


Setelah puas bermain dengan dua bola milik Ayara. Alka langsung mengeluarkan benda pusakanya yang telah memberontak ingin mendapat bagiannya. Dengan lembut Alka mengarahkannya, Ayara yang terkejut dengan sentakan lembut itu. Membuatnya mengeluarkan suara yang begitu khas nan indah, Alka yang mendengar suara khas Ayara dengan senang dan semangat memimpin permainan kenikmatan itu.

__ADS_1


Setelah dua jam bermain dengan permainan panas itu. Akhirnya Alka ambruk di samping Ayara yang sudah tertidur lelap. Dengan cepat ia memeluk Ayara ke dalam pelukannya.


"Semoga mereka akan tumbuh dengan cepat dan sehat. Aku tak sabar ingin melihat mereka berlari bersama kita." bisik Alka sambil mengusap perut rata Ayara.


__ADS_2