CINTA SANG CEO MUDA

CINTA SANG CEO MUDA
Hadiah terindah dari nenek


__ADS_3

Setelah menjalani hari-hari seperti biasa, kini mereka tengah bersiap-siap untuk pergi ke butik terkenal di negara. Untuk melakukan fitting baju, karena pernikahan yang begitu megah akan terlaksana 2 hari lagi. Sesampainya di sana, semu orang pada sibuk dengan memilih pakaian masing-masing, Vivi dan neneknya juga ikut pergi bersama karena Ayara sudah menganggap nya keluar. Saat di pernikahan nanti Vivi dan neneknya lah yang menjadi pendamping Ayara.


Tak..


Tok..


Tak..


Sepatu Ayara berbunyi membuat semua mata tertuju padanya. Betapa sempurna dan cantiknya Ayara memakai gaun putih bersih mengkilap bak bidadari. Tak henti-hentinya pujian semua orang yang melihat Ayara yang begitu sangat cantik, elegan, dan manis.


"Apakah benar dia yang akan menjadi istriku nanti." ucap Alka yang terkejut melihat Ayara keluar dari ruangan untuk mengganti pakaian. senyum yang menunjukkan deretan gigi putih dan rapi menambah ketampanan Alka.


"Tidak bos, dia istriku." ucap Bona yang juga mengagumi Ayara. Tanpa ia sadar mengatakan hal itu, membuat Alka seketika memukul lengan Bona untuk menyadari apa kesalahannya.


"langkahi dulu mayatku!" ketus Alka. Bona yang bergedik ngeri hanya mengelus dadanya.


"Huft bos, dimana lagi ada wanita yang seperti Ayara. Apakah bos bisa berbagi denganku." ucap Bona sambil terkekeh menggoda bosnya.


"Apakah kau sudah bosan melihat, akan ku congkel matamu dari tempatnya jika kau berani menggoda istri apa lagi mendekatinya! Ketus Alka sambil menatap tajam Bona.


"Kau ini, aku hanya bercanda tak mungkin aku merebutnya dari kakakku sendiri." ucap Bona sambil memeluk Alka.

__ADS_1


"Selamat ya, aku sangat bahagia melihat kau akan menikahi wanita secantik dan berhati mulia seperti Ayara. Semoga kau bisa memberikanku ponakan yang sangat menggemaskan dan kuat, akan ku ajari bagaimana menembak tempat sasaran." ucap Bona sambil terkekeh, Alka yang membalas pelukan hangat itu hanya tertawa bahagia mendengar ucapan tulus dari Bona yang sudah dianggap seperti adiknya sendiri.


Setelah 4 jam berada di butik itu, akhirnya mereka semua memilih untuk makan bersama di sebuah restoran bintang lima yang ada di negaranya itu. Bona yang sengaja memesan ruangan VVIP agar bisa makan bersama seperti di Mension dengan tenang. Betapa bahagianya semua orang, karena akan ada sebuah pesta besar sekali seumur hidup, sudah pasti itu merupakan moment yang sangat dinantikan semua orang.


Waktu sudah menunjukkan pukul 8 malam, akhir mereka memutuskan untuk pulang, karena Ayara dan nenek harus istirahat dengan cukup agar tidak kelelahan saat hari bahagianya itu. Sesampainya di Mension Ayara langsung mengantar nenek ke kamarnya, lalu memberikan obat dan vitamin.


"Ayara, kemarilah." ucap nenek yang memanggil Ayara saat berjalan keluar kamar.


"Iyaa nek, ada apa ? Nenek perlu sesuatu?" tanya Ayara dengan lembut dan berjalan menuju nenek.


"Tolong bukalah laci di lemari nenek dan ambillah sebuah kotak hitam di sana." titah nenek sambil menunjuk lemari nya. Ayara yang menurutinya segera berjalan dan mengambil kotak yang nenek suruh.


"Ayara, masukkan lah liontin ini ke dalam kalungmu yang diberikan oleh Alka." ucap nenek sambil menyerahkan liontin yang senada dengan liontin yang Alka berikan. Ayara yang menuruti perkataan nenek langsung memasangnya.


Siapa sangka, saat liontin itu bersatu. Sebuah cahaya yang berkilau menyala terang dalam beberapa detik. Ayara yang terkejut melihat liontin itu bercahaya, seperti mimpi ia tak percaya melihat kejadian nyata itu. Yang di saksikan Ayara dan nenek.


"Ini adalah pasangan liontin yang Alka dapat dari ibunya sebelum ibunya meninggal, dan satunya lagi adalah liontin ku. Jika kedua liontin itu bersatu maka akan muncul cahaya indah seperti yang kau lihat tadi. Itu adalah batu alam yang ditemukan ayahku, karena batu itu adalah batu yang sangat langka. Ayahku bertaruh nyawa untuk melindungi batu itu, saat itu rumah kami kami sudah penuh dengan orang yang ingin mengambil batu ini.


Saat itu aku dan ibuku berhasil kabur karena ayahku sudah mengetahui bahwa akan ada sebuah perampokan. Ayahku dibunuh secara berutal dan teragis, rumah kami dibakar. Untungnya tidak ada satupun orang itu mengetahui keberadaan kami hingga sekarang. Sudah 90 tahun kejadian itu berlalu, betapa pahit kejadian itu kembali teringat di memoriku setiap kali usiaku bertambah.


Saat Diumurku menginjak remaja, ibu memberikan liontin itu kepadaku, karena ibuku khawatir. Liontin itu ibuku bagi menjadi dua agar tidak terlalu mencolok. Ibuku berkata jika liontin ini tak akan seindah dulu saat masih utuh walaupun liontin ini bersatu maka liontin ini akan bersinar namun akan tetap menjadi liontin biasa." ucap nenek menjelaskan kisah kelam liontin ini.

__ADS_1


"Sekarang ini adalah milikmu sayang, kau adalah orang yang tepat. kau begitu sangat cantik memakainya. Tolong jangan pernah lepaskan kalung ini kapanpun dan dimanapun." lanjut nenek sambil memeluk Ayara.


"Nek, aku tak bisa berkata apa-apa. Aku sangat bersyukur karena nenek telah mempercayaiku untuk menjaga liontin ini. Akan juga segenap jiwa dan ragaku. Terima kasih nek." ucap Ayara yang penuh haru hingga menangis dipelukkan nenek.


Kini Ayara sudah berada dikamarnya, karena masih terharu Ayara langsung menghambur pelukannya kepada Alka yang sedang bersandar diranjangnya sambil menatap benda lipat miliknya. Alka yang terkejut langsung meletakkan benda lipatnya di atas nakas lalu membalas pelukan Ayara yang sedang menangis.


"Sayang ada apa ? apa kau sakit ?" tanya Alka yang sedikit panik.


"Mas." lirih Ayara melepaskan pelukannya


"Nenek memberikanku sebuah hadiah yang sangat indah, lalu nenek menceritakan kisahnya yang membuat ku terharu dan tak kuasa menahan air mata ini." ucap Ayara sambil menunjuk liontin dikalungnya.


Alka yang sudah mengetahui kisah, karena nenek memberitahu. Dan nenek akan memberikan pasangan liontin itu jika ia menemukan pasangan yang sangat cocok dan berkarakter seperti dewi. Maka akan layak mendapatkan pasangan liontin yang Alka miliki.


"Sayang, nenek sudah menemukan orang yang tepat untuk memiliki liontin itu sepenuhnya. Jaga baik-baik dan jangan mengecewakannya." ucap Alka sambil mengusap airmata yang membasahi pipi Ayara. Ayara yang tertegun lalu mengangguk paham.


"Ya sudah, ayoo kita tidur. Ini sudah larut, kau harus istirahat yang cukup, karena lusa kan ada pesta yang begitu besar sudah pasti kau akan kelelahan melayani tamu undangan yang sangat banyak." kekeh Alka sambil menidurkan Ayara di sampingnya. Ayara yang hanya menurut perkataan Alka, langsung memejamkan matanya karena hari ini ia benar-benar lelah karena seharian beraktivitas full.


*Kalung Liontin yang sangat berharga bagi Nenek dan Ayara*


__ADS_1


__ADS_2