
Acara pesta pernikahan yang begitu besar, membuat seluruh orang tak akan melupakan moment itu. Kini berjalan lancar tanpa hambatan, sudah pasti Alka memperketat penjagaan. Tak sembarang orang bisa masuk ke Acara pernikahannya. Setelah selesai acara yang begitu melelahkan akhirnya mereka memilih untuk langsung pulang ke Mension.
Nenek yang sudah pulang duluan karena mengingat kondisi nenek yang tak boleh terlalu kecapean. Dengan sedikit perdebatan anatar Ayara dan nenek, sudah pasti nenek akan mengalah. Akhirnya nenek pulang ke Mension sore hari, untuk segera beristirahat. Kini waktu sudah menunjukkan pukul 11 malam, Alka yang mengakhiri acara itu karena melihat Ayara yang sudah kelelahan.
......................
Setelah sesampainya di Mension, Ayara langsung masuk ke kamar. Karena ia sudah tak tahan lagi memakai gaun pernikahan yang indah itu tetapi sangat berat. Ayara segera melepaskannya, lalu ia dengan cepat merendam tubuhnya di bathtub. Sudah hampir setengah jam Ayara berada di kamar mandi membuat Alka panik.
*Sayang." ucap Alka sambil mengetuk pintu, namun tidak ada jawaban dari dalam.
"Sayang!" teriak Alka yang tak kunjung dapat sautan dari dalam kamar mandi. Alka yang mulai panik langsung mendobrak pintunya.
Duarr...
Ayara yang terkejut, langsung terbangun dari bathtub. Alka yang syok melihat tubuh mungil Ayara tanpa sehelai benangpun. Membuat mata Alka tak berkedip menatap tubuh polos Ayara. Ayara yang belum sadar bahwa ia tidak memakai sehelai benang itu hanya terdiam melihat ke arah Alka.
__ADS_1
Degh...
Sekian detik kemudian Ayara tersadar...
"Aaaaaa, mas kamu ngapain masukk!" teriak Ayara sambil melindungi tubuhnya di dalam bathtub.
"mmm, ak..aku memanggil kau tak ada jawaban. aku kira kau kenapa-napa jadi tanpa berpikir panjang aku langsung mendobrak pintu karena aku khawatir." ucap Alka terbata-bata sambil menggaruk tengkuknya yang tak gatal.
"Iii mas keluar, aku maluu!" teriak Ayara yang masih melindungi tubuhnya agar Alka tak melihatnya.
"Ti..Tidak, jangan mendekat mas." ucap Ayara yang panik melihat senyuman aneh di wajah Alka. Alka yang tak peduli terus saja mendekati Ayara seperti singa yang ingin memangsa makanannya.
Drapp...
Cupp...
__ADS_1
Alka yang menarik Ayara ke dalam pelukannya, lalu mencium bibir manis Ayara dengan lembut, membuat Ayara pasrah. Kini ciuman itu semakin semanas, tangan Alka yang mulai liar menyentuh area sensitifnya Ayara. Membuat Ayara terkejut, namun lagi lagi kelembutan Alka membuat Ayara menuruti keinginan Alka. Dengan cepat Alka menggendong Ayara tanpa melepas ciumannya menuju ke kasur king sizenya.
Alka yang merebahkan Ayara dengan pelan dan lembut. Kini ia melepas ciumannya dan beralih ke dua bola besar milik Ayara. Tanpa sadar Ayara mengeluarkan suara yang sangat indah membuat Alka tersenyum sejak. Lalu dengan pelan-pelan Alka memasukkan benda pusaka.
"Sayang ini sedikit sakit, tahan lah aku akan bermain dengan lembut." bisik Alka yang di penuhi gairah.
Dengan pelan dan lembut, Ayara masih merasa nyeri di area sensitifnya. Membuat Ayara menitikkan air mata. Alka yang melihat Ayara menitikkan airmata, ia memberi jeda agar Ayara merelaxkan tubuhnya. Setelah Ayara merasa tenang, Alka memaju mundurkan bokongnya.
Merasakan kenikmatan yang tiada tara itu, Ayara yang sedikit meringis kesakitan. Kini ia merasakan kenikmatan yang begitu hebat. Des*han Ayara yang terdengar merdu membuat Alka semakin bersemangat.
"Ahh sayang." suara Alka saat pelepasan pertama. Suara-suara itu membuat kedua pasangan itu, semakin bersemangat.
Setelah 2 jam berolahraga malam bersama, akhirnya Alka tumbang di samping Ayara. Yang sudah tidur terlelap karena 3 ronde sekaligus Alka bantai.
"Sayang terima kasih untuk malam yang begitu indah dan nikmat ini. Semoga segera tumbuh Alka Junior di sini." ucap Alka sambil mengusap perut Ayara, dan langsung memeluk tubuh Ayara. Kini mereka tertidur dengan sangat nyenyak.
__ADS_1