
Matahari yang sudah semakin tinggi, memancarkan sinarnya. Ayara dan Alka yang masih terlelap tanpa menggunakan sehelai benang apapun. Yang saling berpelukan, membuat kedua pasangan hidup semati itu semakin nyenyak. Tak terasa kini waktu sudah menunjukkan pukul 9 pagi.
Ayara yang tiba-tiba kebangun, karena merasa kehausan. Akibat Alka yang sangat bersemangat dalam permainan tengah malam itu.
"Awww!" teriak Ayara karena merasa sakit pada area sensitifnya. Alka yang mendengar suara Ayara, langsung terbangun.
"Sayang ada apa." tanya Alka dengan suara serak. Matanya membulat sempurna melihat Ayara terduduk di ujung ranjang. Tanpa menggunakan sehelai benangpun.
"Kenapa area sensitifku terasa sangat sakit." lirih Ayara sambil meremas seprei.
"Sayang apa kau candu dengan permainanku, apa ingin aku mengulanginya lagi." goda Alka sambil tersenyum melihat Ayara. Ayara yang tersadar jika ia tidak menggangu sehelai benangpun. Langsung menarik selimutnya untuk menutupi tubuhnya.
"Dasar mesum!" ketus Ayara sambil memutar bola matanya. Alka tanya terkekeh, langsung mengangkat Ayara ala bridal style. Membuat Ayara terkejut.
"Ma..mau kemana." ucap Ayara
"Kau harus merelaxkan tubuhmu. Jika baru pertama memang terasanya nyeri dan sakit, nanti lama-kelamaan ga sakit lagi." ucap lembut Alka. Sambil meletakkan tubuh Ayara kedalam bathtub yang berisi air hangat dan sabun aroma mawar.
"Ahhhh." satu kata yang keluar dari mulut Ayara. Membuat Alka gagal fokus.
"Sayang kau ingin menggodanya?" goda Alka sambil memasuki bathtub.
"Ti..tidak mas, aku tak bermaksud begitu." ucap Ayara sambil menutupi tubuhnya dengan tangan mungilnya.
"Hahahah." kekeh Alka membuat Ayara semakin merinding. Alka yang kini sudah berada disamping Ayara. Ikut merendamkan tubuhnya karena ia ingin merelaxkan tubuhnya juga.
__ADS_1
Beberapa menit kemudian. Alka membuka matanya, melihat Ayara yang masih merelaxkan tubuhnya. Membuat Alka tersenyum sambil menyelipkan rambut ke telinga Ayara.
"Sayang, apakah aku boleh melakukannya lagi? Aku sudah tidak bisa menahannya lagi." bisik Alka ditelinga Ayara. Ayara terbangun karena mendengar bisikan lembut itu. Ayara Langsung menatap Alka sambil mengusap rahang tegas Alka.
"Kau sangat tampan mas, aku sangat beruntung memiliki." ucap Ayara, kemudian ia langsung mencium pipi Alka.
Tanpa basa-basi Alka langsung menahan tengkuk Ayara. Dengan cepat Alka ******* bibir manis Ayara, Ayara yang membalas ciuman itu. Membuat semakin panas, Ayara yang sedikit terkejut karena sentakan Alka. Dengan spontan Ayara mengeluarkan suara indah yang membuat Alka sangat bersemangat.
1 jam permainan yang begitu nikmat itu, membuat Ayara lemas. Kini mereka sudah berada di ranjang. Alka yang tersenyum melihat Ayara terlelap dalam pelukannya. Membuatnya ngantuk, dan ikut tidur bersama Ayara.
Huamm....
Ayara yang terbangun, langsung meregang otot tubuhnya. Ia yang teringat permainan di dalam bathtub tadi, langsung memeriksa tubuhnya.
"Hufftt, syukulah. Makasih ya mas." bisik Ayara sambil terkekeh kecil. Melihat Alka yang masih terlelap di sampingnya.
"Apa!" teriak Ayara, yang terkejut melihat jam sudah pukul 12 siang. Alka yang terbangun, langsung mencari keberadaan Ayara.
"Sayang ada apa?" Tanya Alka yang langsung duduk dari tidurnya.
"Sekarang udah jam 12 mas, kamu tidak ke kantor. Aduh gimna ini, kenapa bisa kesiangan gini sih. Apa nenek sudah sarapan." ucap Ayara yang sangat panik.
Alka yang melihat Ayara yang mengomel-ngomel sendiri membuatnya terkekeh, karena melihat tingkah Ayara yang semakin menggemaskan. Ayara yang melihat Alka yang terkekeh semakin kesal melihat suaminya itu.
Bughhh..
__ADS_1
Lemparan bantal, tepat mengenai wajah Alka. Membuat Alka kehilangan keseimbangannya dan jatuh dari ranjang.
Brakk...
"Aww, sayang kamu ini jahat kali." ucap Alka yang sedikit kesakitan.
"Biarin, siapa suruh ketawain aku!" ketus Ayara
"Hehehe, habisnya menggemaskan ketika sedang mengomel-ngomel. Hari ini aku cuti karena kita masih pengantin baru. Apa kau melupakan nya ?" goda Alka yang sudah berdiri dan berjalan ke arah Ayara.
"Mas jangan macam-macam atau aku." ucapan Ayara tergantung, karena Alka mengangkat tubuh mungil itu. Lalu melemparnya di ranjang yang super empuk itu.
"Hahaha, mas ampun. Stop mas." ucap Ayara sambil terkekeh. Karena Alka yang menggelitik tubuh Ayara.
"Ini hukumanmu karena telah melemparku dengan bantal." ucap Alka sambil terkekeh.
"Iya.. Iyaa ampun sayang." ucap Ayara
"Huft, kau ini mas sangat nakal. Tunggu saja pembalasanku." lanjut Ayara sambil memeluk tubuh Alka.
"Coba saja aku sudah selangkah di depanmu." bisik Alka di telinga Ayara. Ayara yang terkejut langsung melepaskan pelukan itu.
"Sayang aku sudah lapar. Bisakah kau membuatkan makanan spesial untuk suamimu yang tampan ini." rengek Alka sambil bergelayut manja pada Ayara.
"Baiklah sayang, ayo kita turun ke bawah aku akan membuat makanan yang spesial untuk suamiku yang sangat-sangat tampan ini." goda Ayara lalu ia berlari ke arah pintu.
__ADS_1
"Ckk, sayang kau sangat nakal ya." ucap Alka sambil tersenyum melihat tingkah menggemaskan Ayara.