
Setelah menghabiskan waktu bersama dengan Vivi, kini Ayara sedang berada di perjalanan ke kantor Alka. Tak henti-hentinya senyuman yang terlukis di wajah Ayara. Tak sabar ia memberikan kabar bahagia ini pada calon suaminya.
Beberapa menit kemudian Ayara telah sampai di gedung megah nan tinggi itu. Dengan cepat Ayara berjalan menuju ruangan Alka. Sesampainya di ruangan Alka, Ayara tak menemukan Alka. Ia langsung mengeluarkan ponsel, dan mengetik pesan lalu mengirimkan pesan itu ke ponsel Alka.
setelah 15 menit menunggu Alka, akhir Alka datang. Dengan senang Ayara berlari lalu memeluk Alka dengan erat. Alka yang merasa ikut bahagia melihat gadis kecil begitu antusias.
"Bagaimana sidang mu sayang?" Tanya Alka sambil mengecup pucuk kepala Ayara. Yang masih memeluknya.
"Sayang aku mendapatkan nilai sempurna dan aku lulusan terbaik di tahun ini. Aku dapat nilai tertinggi (Cumlaude)." ucap Ayara yang sangat bahagia. Alka yang terkejut mendengar ucapan Ayara, lagi-lagi membuat Alka bangga memiliki Ayara.
"Wah sayang, kita harus merayakan dan memberitahu nenek. Pasti nenek sangat bangga padamu." ucap Alka yang ikut bahagia.
"Ada apa ini?" tanya Bona yang penasaran melihat sepasang kekasih yang sangat bahagia.
"Ayara lulusan terbaik dan mendapatkan nilai tertinggi di kampusnya." ucap Alka yang memeluk Ayara dengan bangga.
"Wahh, selamat ya Ayara. kau begitu hebat nenek pastikan akan bangga. Haruskah kita merayakannya?" ucap Bona dengan antusias dan bangga.
"Tentu saja, Bona siapkan semuanya." ucap Alka yang masih memeluk Ayara.
"Sayang persiapkan dirimu 2 minggu lagi kita akan menikah." lanjut Alka. Membuat Ayara dan Bona terkejut.
__ADS_1
"Hah! Cepat sekali mas." ucap Ayara yang melepaskan pelukannua dari Alka.
"Sudahku bilang, setelah kau lulus kuliah aku kan menikahi mu. Aku sudah tak sabar ingin membuat Alka Junior di sini" goda Alka sambil mengusap perut rata Ayara. Ayara yang hanya bisa pasrah mengikuti kemauan suaminya.
"Bona kau tau apa yang harus kau lakukan, bekerjalah dengan baik. Aku tak mau di pernikahan ku nanti ada kesalahan lagi." ucap Alka menatap Bona dengan penuh penekanan.
"Siap laksanakan yang mulia." ucap Bona yang merasa sedikit lalai karena ulah Calista sewaktu acara pertunangan.
......................
Sesampainya di Mension, kini Ayara berjalan dengan mata yang tertutup karena Alka ingin memberikan suprise kecil kepada Ayara.
2
3
Tasskk....
"Kejutan!" ucap nenek dan para pelayan di Mension
"Selamat sayang, nenek bangga padamu." ucap nenek sambil memeluk Ayara dan mencium pipi Ayara.
__ADS_1
"Selamat nyonya, sukses selalu." ucap para pelayan dengan serentak
"Terima kasih semuanya." ucap Ayara sambil menitikkan air mata bahagia.
"Selamat ya sayang, kerja keras mu terbalaskan." ucap Alka sambil memeluk Ayara dan mengusap air mata yang membasahi pipi Ayara.
"Makasih mas, aku bahagia sekali." lirih Ayara sambil membalas pelukan Alka.
"Yaudah ayo, semuanya kita makam bersama di taman. Pasti lebih menyenangkan." ucap Alka lalu menggendong Ayara menuju taman yang sudah di siapkan begitu indah.
"Sayang apa kamu suka?" tanya Alka sambil menurunkan Ayara dengan lembut di kursi.
"Suka sekali, makasih ya sayang." ucap Ayara lalu mengecup pipi Alka dengan singkat.
...****************...
Bona yang datang dengan membawa sebuah bingkisan yang Alka suruh. Kini telah diberikan pada Alka.
"Sayang, will you marry me." ucap Alka sambil berlutut dan memegang kota kecil mewah yang berisikan cincin berlian yang sangat cantik. Pantulan sinar matahari yang membuat cincin itu berkilau menambah keromantisan. Ayara yang terkejut melihat tingkah Alka.
Ayara tak bisa berkata-kata lagi karena sangat bahagia. Ayara membalas dengan anggukan dan air mata menetes. Dengan cepat Alka menyematkan cincin itu di jari Ayara. Tepukan tangan dari para saksi cinta sejati itu, membuat semakin meriah.
__ADS_1