CINTA SANG CEO MUDA

CINTA SANG CEO MUDA
Suprise


__ADS_3

Waktupun terus berjalan, tak terasa mereka telah tidur 2 jam. Ayara yang terbangun duluan langsung beranjak ke kamar mandi untuk membersihkan toilet. Setelah 15 menit Ayara keluar dengan menggunakan jubah mandi, kemudian ia membangunkan Alka.


"Mas, bangun." bisik Ayara sambil mengusap lembut kepala Alka.


"Hmm." deheman Alka menandakan ia sudah bangun tapi matanya masih tertutup.


"Bersihkan dulu tubuhmu mas, habis tu kita pulang bersama." ucap Ayara yang masih saja mengusap lembut kepala Alka.


"Iya sayang, tapi aku tak akan bangun jika kau tak memberikanku kecupan di sini." ucap Alka yang menepuk-nepuk pipinya. Ayara yang mengecup singkat pipi Alka. Membuat Alka tersenyum.


1 jam berlalu, kini sudah menunjukkan pukul 5 sore. Mereka memutuskan untuk pulang ke rumah, cuaca yang semakin gelap karena akan turuh hujan. Dengan cepat mobil mewah itu melintasi gedung-gedung mewah di wilayah kota.


...****************...


Ring...


Ring...


Ponsel Alka berdering....


"Hallo bos, salah satu anak buah kita ada yang terluka cukup parah. Ia masih belum sadarkan diri. Aku tak tau apa penyebabnya, seperti ada sesuatu yang ia ketahui. Rekannya menemuinya di dekat hujan belakang Mension.


Sekitar 1 kilo meter saat rekannya sedang patroli ke dalam hutan. Untuk memberikan makanan pada Luca dan Luna (Hewan peliharaan Alka). Tapi lukanya bukan seperti luka cakaran luca dan luca. Tapi ini seperti sabetan dari pedang." ucap pria seberang sana.


"Sebentar lagi aku akan sampai, tunggu aku di ruang kerja." ucap Alka yang berusaha nahan emosinya.


"Mas ada apa ?" Tanya Ayara yang merasa bahwa suaminya sedang menahan amarah. Mendengar suara lembut Ayara seketika emosi itu hilang.


"Nggak papa kok sayang, ada masalah sedikit saja." ucap Alka sambil menyalipkan rambut ketelinga Ayara.


"Beneran? Gak ada yang kamu sembunyikan dari aku ?" tanya Ayara menatap Alka seperti ada sesuatu yang belum Alka ceritakan padanya. Alka yang langsung gugup, tak percaya Ayara sudah merasakan kecurigaan pada dirinya.


"Ia sayang, ga ada kok. Bona yang telfon, dia bilang ada masalah pada berkas proyek H makanya aku suruh dia untuk menunggu di ruang kerjaku." ucap Alka yang meyakinkan Ayara.

__ADS_1


"Baiklah mas." ucap Ayara sambil bersiap-siap untuk turun dari mobil.


"Maafkan aku sayang, aku belum punya keberanian untuk memberi tahu kamu. Siapa aku sebenarnya." gumam Alka dalam hati sambil menatap Ayara.


"Tunggu sebentar sayang." ucap Alka langsung keluar dari mobil, dan berlari kecil lalu membuka pintu mobil di samping tempat duduk Ayara.


"Silahkan nyonya Yuan." ucap Alka sambil membungkukkan badannya lalu mengulurkan tangannya kepada Ayara.


"Ih mas, ada apa ini tumben." kekeh Ayara yang bingung dengan tingkah suaminya.


"Hehe, aku akan memberikanmu kejutan." ucap Alka


"Sayang tutup matamu." lanjut Alka sambil menuntun Ayara berjalan.


1


2


Ayara membuka matanya, melihat Alka berdiri di depannya dengan memegang bouquet bunga. Dan beberapa gerobak pedagang kaki lima yang sudah berada di taman depan.


"Mas, ap..apa kamu yang menyiapkan ini." ucap Ayara dengan raut wajah yang sangat bahagia. Karena Alka mendatangkan jajanan favorit Ayara saat masih kuliah.


"Iya sayang, Kemarin aku tak sengaja membaca chatanmu dengan Vivi. Kamu ingin jajanan yang berada di depan kampus." ucap Alka sambil memeluk pinggang Ayara yang berada disampingnya.


"Makasih mas, aku sudah lama ingin makan-makanan ini." ucap Ayara sambil memeluk Alka.


"Sayang, cepatlah kesini atau aku habiskan semuanya makanan ini!" teriak nenek yang sudah duduk dan menikmati ketoprak legend favorit Ayara. Ayara yang terkejut melihat nenek yang sudah makan duluan, dengan cepat ia berlari menuju nenek. Alka yang tertawa melihat tinggal dua wanita yang ia sayangi itu, ikut melangkahkan kakinya kearah mereka.


"Pak de, biasa ya." ucap Ayara sambil mengedipkan matanya.


"Oke, siap nona." ucap Pak De yang sudah kenal dengan Ayara.


"Mas duduk sini, kau pasti akan suka." ucap Ayara sambil menepuk kursi di sebelahnya

__ADS_1


"Ga sayang, aku akan makan-makananmu." ucap Alka dengan nada datar


"Hmm, liat saja nenek sudah habis dua piring." kekeh Ayara yang melihat neneknya dengan lahap


"Kau harus mencobanya Alka, ini sungguh enak daripada yang ada di restoran." ucap nenek sambil menyuapkan makanan kedalam mulutnya.


"Nenek kau tak boleh makan terlalu banyak, ini tidak sehat." ucap Alka sambil memberikan segelas air minum kepada nenek.


"huft mas, ini sehat tau, liatlah ada sayurannya. Ada proteinnya dari tempe, tahu dan telur." ucap Ayara


"Kau tak bo.." ucapan Alka menggantung karena Ayara langsung memasukkan sesendok ketoprak kedalam mulutnya Alka


"Enakkan." ucap Ayara sambil terkekeh. Alka yang menarik piring Ayara.


"Sayang kau pesan lagi." ucap Alka sambil melahap ketoprak milik Ayara


"Iii mas kamu ini, kan itu punya aku." ucap Ayara dengan nada kesal. Nenek yang tertawa melihat sepasang suami istri ini seperti anak kecil yang berebutan benda.


"Pak de, 1 lagi!" teriak Ayara dengan nada kesal


"Wah nona, kau ganas sekali perasaan baru 1 menit yang lali saya antar." ucap Pak De yang sedikit bingung.


"Suamiku yang gengsi ini, merebutnya dariku!" ketus Ayara sambil menatap Alka dengan tajam. Padahal Ayara sudah lapar sekali. Alka yang tak menghiraukan Ayara membuat Ayara semakin kesal.


"Sayang, ini enak sekal makasih ya." kekeh Alka yang sudah menghabisi satu piring milik Ayara.


"Enaklah, lidahku ini bukan sembarang lidah. Kau harus mencicipi semua menu favoritku yang ada disini." ucap Ayara


"Baiklah sayang, tapi lebih enak jika dibuat dengan tanganmu sendiri. Ku pastikan buatanmu 100 kali lipat enak dari ini." ucap Alka sambil tersenyum.


"Sayang, aku mau nemuin Bona. Sayang pesankan 2 lagi ya, suruh Pak Lan antar ke ruangan kerjaku." ucap Alka sambil berdiri lalu mengecup pucuk kepala Ayara dan nenek


"Iya mas, pergilah. Nanti aku akan menyuruh Pak Lan antar." ucap Ayara sambil memakan ketopraknya.

__ADS_1


__ADS_2