CINTA SANG CEO MUDA

CINTA SANG CEO MUDA
Kehangatan keluarga


__ADS_3

Sesampainya di kantor, Alka dan Ayara langsung menuju ruangan Alka.


"Mas, siapa sekretaris mu sekarang? Apa wanita yang sangat cantik." ucap Ayara, sambil penasaran


"Apa kau sangat cemburu hemm." Goda Alka sambil memainkan ujung rambut Ayara


"Tidak! Ketus Ayara, langsung berjalan cepat meninggalkan Alka


"Hahaha, Sayang aku tidak memiliki sekretaris. Hanya kau sekretaris pertama di sini." ucap Alka sambil mengejar Ayara. Ayara terkejut mendengar perkataan Alka langsung berhenti, dan menatap Alka dengan penuh penjelasan.


"Mas apa maksud perkataanmu tadi ?" Tanya Ayara


"Hah! Yang mana sayang." Jawab Alka yang pura-pura lupa.


"Iii kamu ini! Ketus Ayara sambil menyilangkan kedua tangannya di dada.


"Itu loh, kalau aku adalah sekretaris pertama." Lanjut Ayara tak menoleh Alka.


"Ooo itu, ia sebenarnya tak ada sekretaris di perusahaan ini. Karena aku tak mambutuhkannya kan udah ada Bona. Itu hanya akal-akalan Bona aja, karena aku ingin lebih dekat denganmu. Karena kau udah membuatku seperti orang gila jika jauh darimu." ucap Alka sambil memeluk Ayara dari belakang.


"Aku sangat mencintaimu Ayara Rengganis Putri." bisik Alka mambuat Ayara terkejut dan segera membalikkan tubuhnya menghadap Alka.


"Hah apa, jadi kalian menjebakku ?" Ucap Ayara menatap tajam Alka.

__ADS_1


"Bukan aku, tapi bona." jawab Alka tak mau kalah


"Halah sama saja, kalian berdua itu sekongkol kan!" ketus Ayara sambil memukul-mukul dada bidang Alka. Alka yang merasa gemas dengan tingkahnya.


Cup..


Alka menarik tengkuk Ayara, lalu ******* bibir Ayara. Ayara yang membalasnya membuat ci*man itu memanas.


"Sayang apa boleh sekarang." Lirih Alka yang menginginkan lebih. Dengan sadar Ayara langsung menggelengkan kepalanya menandakan tidak setuju. Alka yang kesal langsung melepaskan Ayara lalu berjalan ke kursi kebesaran dengan wajah yang seperti anak kecil tak di belikan mainan. Ayara melihat tingkah Alka hanya terkekeh.


Setelah itu, tak ada sepatah katapun yang keluar dari mulut keduanya. Waktu yang telah menunjukkan angka 1 siang itu, membuat keduanya kelaparan. Namun masih dengan egonya masing-masing yang tak mau ngalah, akhir Ayara yang mengalah.


"Mas, apa kau masih marah?" tanya Ayara sambil duduk dipangkuan Alka. Alka yang diam saja tak merespon Ayara. Alka yang terus fokus pada benda lipatnya itu membuat Ayara tak kehabisan akal membuat calon suaminya itu.


"Sayang kau ini nakal sekali ya." ucap Alka sambil memeluk Ayara dengan erat.


"Hehehe, makanya ngambeknya jangan lama-lama. Lihatlah cacing di perut ku sudah demo ingin mendapatkan makanan yang lezat." ucap Ayara dengan lesu.


"Sayang sih, sapa suruh tidak memberikan hak ku!" Ketus Alka.


"Eitss, tuan ada belum sepenuhnya milikku. Tolong jaga batasan anda." goda Ayara sambil terkekeh. Alka yang hanya diam dengan wajah yang cemberut.


"Makanya selesai urusan mu itu, segeralah menikah denganku. Lalu tak akanku ampuni kau." ucap Alka dengan menunjukkan deretan gigi rapi dan putih. Membuat Ayara bergedik ngeri.

__ADS_1


"Aaaa, ada singa yang kelaparan!" teriak Ayara sambil terkekeh bangkit dari pangkuan Alka. Membuat Alka tertawa dan mengejar lalu memeluk Ayara.


"Ayo, kita makan." ucap Alka sambil menggandeng Ayara.


"Lets go babyy." jawab Ayara sambil memeluk manja lengan besar Alka.


...----------------...


Setelah makan siang, Alka memilih untuk langsung pulang ke Mensionnya. Karena merasakan lelah hari ini, ia ingin tidur dan memeluk tubuh Ayara.


Setelah sampai di Mension, Ayara dan Alka langsung menuju kamarnya dan merebahkan tubuhnya. Merasa kenyang, kini keduanya sudah terlelap saling memeluk.


2 jam berlalu Ayara kebangun dari tidurnya, melihat jam sudah menunjukkan pukul 5 sore. Ayara segera beranjak dari tempat tidurnya, lalu pergi ke bawah untuk memasak makan malam. Alka yang masih tertidur lelap membuat Ayara harus pelan-pelan agar tak membangun Alka.


Setelah 1 jam berkutat dengan benda di dapur, Ayara langsung berjalan menuju kamarnya untuk membersihkan diri dan membangun Alka. Melihat Alka yang masih nyaman dengan posisi tidurnya, dengan cepat Ayara mandi lalu membangun Alka.


"Mas, bangun ini sudah waktunya makan malam." bisik Ayara sambil mengelus kepala Alka dengan lembut.


"Hemm." dehem Alka, sambil merenggangkan tubuhnya.


"Mas mandi ya, aku akan menyiapkan pakaian mu" ucap Ayara sambil beranjak dari tempat tidur.


Setelah selesai, Alka dan Ayara turun ke bawah. Yang sudah di tunggu nenek dan Bona untuk makan malam bersama. Seperti biasa makan malam itu begitu hangat dengan beberapa pujian, karena masakan Ayara sangat enak dan cocok di mulut mereka. Canda tawa menghias meja itu membuat mereka merasa nyaman dan hangat.

__ADS_1


__ADS_2