CINTA SANG CEO MUDA

CINTA SANG CEO MUDA
Curiga 1


__ADS_3

Brakkk..


Bugh...


Bugh...


Bogeman dari Alka, membuat Bona pasrah tak melawan. Karena ia tau jika Alka sedang marah itu hal yang biasa baginya.


"Kumpulkan semua anggota, malam ini juga kita serang!" Bentak Alka


"Bos, lebih baik kita menyerangnya 3 hari lagi." ucap Bona


"Kenapa hah!" Teriak Alka hampir memukuli Bona lagi.


"Bo..bos 3 hari lagi mereka akan mengirimkan senjatanya ke negara G. Tepat pukul 2 malam, aku akan menyuruh anak buah kita untuk berjaga disana. Saat hendak melakukan pengiriman kita akan sergap dan menyamar untuk masuk. Kemudian anak buah kita akan memasang beberapa peledak dititik-titik ini." ucap Bona sambil menyerahkan peta yang telah ia persiapkan.


"Oke lakukanlah. Aku tak mau ini akan gagal." ucap Alka yang sudah mulai tenang.


***Flashback***


"Katakan." ucap Alka yang baru saja masuk keruangan kerjanya dengan nada dingin.


"Anak buah kita yang diserang beberapa hari lalu, sudah pulih. Ia menceritakan semuanya." ucap Bona

__ADS_1


"Saat ia sedang patroli, lalu ada seseorang yang berjalan di hutan itu. Membuat ia curiga, kemudian ia ikuti. Dia bilang ada sebuah markas didalam hutan di belakang Mension ini. Dan markas itu, adalah markas orang yang merampok senjata kita 1 bulan yang lalu.


Kemudian dia bilang, markas itu seperti sebuah pabrik. Penjaga cukup ketat, ada sekitar 100 an orang yang berjaga dengan memegang senjata yang mirip dengan senjata kita. Saat ia hendak balik, ia di cegat lalu kemudian ia bertarung dengan katana. Untung saja ia berhasil kabur, dan ia pingsan saat bertemu dengan rekan patrolinya." ucap Bona.


Alka yang mendengar itu, membuat Alka kehilangan kendali. Akhirnya ia melampiaskan bogeman itu kepada Bona.


***Flashback end***


Tok..


Tok..


Tok..


Alka mengisyaratkan Bona untuk membuka pintunya, dengan cepat Bona berlari membuka pintu.


"Aku mau mengantarkan ini kak." ucap Ayara sambil terheran melihat Bona babak belur


"Sayang, kenapa disini ?" Tanya Alka yang terkejut kedatangan Ayara, langsung menghampiri Ayara.


"Ini mas ketopraknya, tadi aku ingin menyuruh Pak Lan. Tapi Pak Lan dan para karyawan lagi menikmati makanan yang kamu sediakan. Jadi aku berinisiatif mengantarkannya langsung denganmu mas." ucap Ayara sambil celingak-celinguk melihat ruangan kerja Alka yang berantakan seperti ada perkelahian.


"Mas ada apa ini? Kenapa berantakan sekali ? Apa kalian berdua baru saja kelahi?" tanya Ayara dengan penasaran apa yang terjadi.

__ADS_1


"Hmm, ada masalah dengan perusahaan membuatku kehilangan kendali. Sehingga aku memukuli Bona." ucap Alka yang sedikit menahan sakit karena sudah kesekian kalinya ia berbohong pada Ayara.


"Betul yang dikatakan tuan Alka, jangan khawatir nyonya. Ini sudah biasa, lagian juga ini luka kecil kok nyonya." ucap Bona yang memastikan Ayara


"Mas harusnya kamu tidak memukuli kak Bona seperti ini. Sini kak Bona aku akan mengobati lukamu karena ulah suamiku." ucap Ayara sambil berjalan mengambil kotak P3K


"Ah tak perlu nyonya." Bona terdiam karena mendapat tatapan tajam dari Ayara.


"Sayang, kau tega sekali menyentuh pria lain dihadapanku. Apa kau tidak memikirkan perasaanku." ucap Alka sambil merengek cemburu


"Ini semua karena ulahmu. Sekali lagi mas, memukuli orang karena kemarahanmu. Mas tidur diluar." ucap Ayara dengan nada penekanan sambil fokus mengobati luka Bona


"Iiii sayang, kamu tega sekali." rengek Alka seperti anak kecil.


"Iii mas, apaan sii. Aku ga mau ya, karena emosimu. Kamu bisa membunuh orang! Aku tak ingin memiliki susmi yang memiliki riwayat pembunuh!" ketus Ayara yang menatap Alka dengan penuh penekanan.


Degh..


Alka dan Bona terdiam saling menatap. Seolah-olah saling memberikan isyarat, agar Ayara tidak tahu siapa mereka sebenarnya.


"Ti..tidak sayang, mana mungkin aku melakukannya. Hari ini aku sangat lelah, jadi saat mendengar informasi dari Bona. Aku langsung tak bisa mengendalikan diriku, Bona maafin aku ya." ucap Alka dengan hati yang di tusuk seribu pisau. Setelah mendengar perkataan Ayara.


"Tak apa bos, ini salahku juga. Harusnya aku melihat situasi dahulu, aku lupa jika hari ini pekerjaanmu banyak." ucap Bona dengan menundukkan kepala sebagai penghormatan.

__ADS_1


"Ya sudah, sekarang makan lah ini. Pasti kalian berdua lapar." ucap Ayara sambil memberikan nampan berisikan 2 ketoprak. Kemudian Ayara membereskan kertas-kertas yang berserakan di lantai.


"Seperti ada yang ditutupi dari aku, astaga aku tak boleh berpikiran buruk terhadap suamiku." guman kecil Ayara sambil mengambil lembaran kertas yang berserakan. Setelah rapi Ayara memutuskan keluar dari ruangan itu.


__ADS_2