Cinta Seputih Berlian

Cinta Seputih Berlian
Ciuman mesra


__ADS_3

"Berlian kalau Bima menindasmu kau bisa mengatakan kepada mama, dan mama akan memberikan dia pelajaran kalau berani menyakiti menantu tersayang mama.. " kata Rosa.


"Bima sangat baik kok memperlakukan Berlian, mama jangan khawatir" kata Berlian.


Bima terkejut meskipun dia selama ini berkata kasar , dan memperlakukan Berlian dengan kasar dan hina rupanya Berlian masih membelanya hatinya tiba-tiba muncul perasaan senang.


Setelah mengobrol ringan dan makan kenyang Rosa berpamitan pulang, dia menitip salam untuk adik Berlian dan meminta Berlian mengunjungi dirinya kalau ada waktu untuk belanja bersamanya.


Berlian menyetujui untuk berkunjung lain hari, namun dia akan bekerja untuk membayar hutang sehingga mungkin akan sibuk nanti dan tidak mungkin bisa berkunjung.


Dia akan fokus mencari uang agar hutangnya cepat lunas , dan mereka terbebas dari pernikahan ini dan Bima segera menikahi orang yang di cintainya.


Dia teringat sewaktu mereka baru menikah dan Bima memegang pipinya dengan kasar , dan berkata tajam kepadanya dengan mata penuh kebencian.


"Puas sekarang kau membuatku tidak bisa menikah dengan orang yang aku cintai , dan kau akan merasakan neraka mulai dari sekarang kau akan menyesal sudah menikah denganku! "

__ADS_1


Juga bayangan Bima menghina dan memandang jijik tubuhnya seakan dirinya kotor, sewaktu menyentuh dirinya membuat dia sangat terhina dan ingin cepat keluar dari tempat ini.


Mengingat semua itu air matanya jatuh di pipi, namun dia cepat menghapusnya sebelum Bima melihat dan senang berhasil menyiksanya dia harus bertahan saat ini.


Setelah menyimpan peralatan makan dan makanan, Berlian ingin mengambil tisu toilet di atas lemari namun terlalu tinggi tangannya tidak mampu menggapainya.


Sebuah tangan meraih tisu itu dari belakang punggungnya , dan tubuh mereka menempel erat membuat jantung Berlian berdebar kencang seakan habis lari maraton.


"Terimakasih " katanya .


"Sama-sama " balas Bima.


Seakan ada listrik mengalir diantara mereka sewaktu tubuh mereka berdua saling menempel, dan Bima segera kembali ke sofa untuk meredakan gugupnya.


Berlian menyibukkan diri karena tidak ingin duduk dengan Bima menonton televisi, dia tidak ingin dibilang menggoda Bima apalagi merebutnya dari Bella.

__ADS_1


" Apa kau takut denganku dari tadi kau tidak berhenti mengurus dapur? " tanyanya.


Tangan Bima menyentuh tembok di samping tempat cucian piring, badan Berlian juga sudah mentok di dekat dinding tidak bisa menghindari Bima lagi.


"Aku tidak.. " Berlian sangat gugup.


Bima menatap bibir ranum warna merah muda tanpa riasan itu, dia sudah pernah mencicipi manisnya dan tanpa sadar wajahnya mendekat kearah Berlian.


Perlahan dia mencium Berlian dan Berlian yang terkejut diam saja, namun dia tidak berani mendorong karena Bima suaminya dan seketika tubuhnya merespon.


Tanyanya melingkari leher Bima dan membalas ciuman Bima dengan mesra, perasaan cintanya membuncah keluar meluap dari dalam hatinya dan mulai menceracau.


Berlian tidak peduli lagi akan hal yang lain nikmati saja kemesraan suaminya, Bima suaminya dan dia ingin saat ini Bima hanya miliknya tanpa berpikir Bella dan lainnya.


Mereka saling berciuman mesra dan bertukar saliva, gairah Bima langsung bangkit dan memeluk Berlian dengan erat.

__ADS_1


Mereka baru saling melepas setelah kehabisan nafas, dan Bima menatap bibir Berlian yang bengkak karena ciumannya tadi yang menggebu-gebu.


Berlian yang merasa malu langsung melarikan diri menuju kamarnya, menghindari Bima dengan cepat karena sangat takut dengan respon tubuhnya.


__ADS_2