Cinta Seputih Berlian

Cinta Seputih Berlian
Benci jadi Cinta


__ADS_3

Mereka pun akhirnya pergi setelah makan selama setengah jam , karena akan menuju hotel untuk bercinta yang membuat Bima makin jijik mengetahui kebusukan Bella yang selalu di belanya.


"Kau dengar sendiri kan Bella ternyata tidak tulus kepadamu, kasihan Berlian yang kau sia-siakan karena kecurigaan mu itu padahal Berlian aku mengenal dia dengan baik.


Kalau dia setuju memakai uang tante Rosa untuk operasi adik angkatnya yang sakit jantung , dengan perjanjian menikah denganmu itu karena tidak ada jalan lain.


Operasi itu sangat mendesak dan nyawa adiknya menjadi taruhan , sedang tidak ada orang yang bisa meminjami dengan yang segitu banyak untuk anak yatim piatu seperti dirinya.


Lalu apa yang kau perbuat padanya?


Kau menghina memaki dan menyakiti batinnya, kalau dia setuju menerima uang itu, tetapi dia dengan niat mengembalikan asal dia sudah bekerja.


Tetapi tante Rosa yang tidak mau menerima , dan hanya ingin pernikahan denganmu walaupun Berlian sudah menolaknya.


Lalu apa yang kau lakukan demi gadis murahann itu, kau membuang berlian demi kerikil yang tidak berguna dan sampah" kata Dina gemas dengan sahabatnya itu.


"Di mana Bima yang aku kenal bijaksana dan tidak berpikiran sempit? "

__ADS_1


"Kau di butakan oleh cinta sampai tidak melihat malaikat di depan matamu, kasihan sekali kalau tidak ada hari ini pasti kau juga tidak percaya" lanjutnya.


"Karena itu Tuhan sangat baik menunjukkan kebenarannya, sekarang pulanglah dan perlakukan Berlian dengan baik karena dia yang cocok menjadi nyonya Bima" katanya.


"Terima kasih Dina, mulai sekarang aku akan berusaha mencintai Berlian dan tidak akan melepaskan dirinya" kata Bima.


Rupanya mamanya memang lebih baik darinya memilih jodoh yang berhati malaikat, matanya selama ini tertutup dan dia tidak akan tertipu lagi untuk kedua kalinya.


Namun karena dia ingin mencari bukti kelicikan Bella maka dia harus terus bersandiwara, untuk sementara sampai semua bukti terkumpul dan memasukkan mereka dalam penjara.


Dia segera menelepon asistennya dan mencari detektif untuk mengikuti Bella, juga bukti memasukkan mereka dengan semua kejahatannya.


Kali ini dia pulang dan memakai pakaian santai lalu menonton televisi, bahkan tadi Berlian berencana makan sendiri karena merasa Bima akan makan bersama kekasihnya.


"Kau tidak pergi lagi? " tanya Berlian.


"Tidak hari ini aku akan di rumah " jawab Bima.

__ADS_1


Handphone Berlian berbunyi dan dia segera berdiri mengangkat teleponnya di dekat dapur, karena tidak ingin Bima mendengar percakapan dengan orang yang di telepon.


"Halo dik bagaimana kabar kalian? " tanya Berlian yang sudah rindu sama adik-adiknya.


"Baik kak.. adik Reno juga bertambah baik sejak operasinya berjalan lancar, kakak bagaimana di sana? " tanya orang di seberang.


"Kakak juga baik.. kalian jaga diri baik - baik di sana, minggu besok kakak akan mengunjungi kalian"


Berlian bersuara tersekat hampir menangis namun dia tidak ingin adiknya bersedih , sehingga berpura-pura ceria agar adiknya tenang di sana dan mengira mereka hidup bahagia.


"Kakak kan lagi berbulan madu tidak enak mengganggu kalian, sudah tidak perlu khawatir dengan kami aku sanggup menjaga adik kok" Kata Intan.


"Tidak ganggu kok kakak juga sangat rindu kalian, jadi kakak akan mengunjungi kalian" kata Berlian.


"Oh ya apa kak Bima juga ikut? " tanya Intan karena dia belum mengenal dekat hanya bertemu saat pernikahan yang serba dadakan dulu.


" Kak Bima ingin ikut tetapi kayaknya dia sangat sibuk sehingga tidak mungkin bisa ikut kakak.. " kata Berlian .

__ADS_1


Dia mencari alasan ketidakhadiran Bima biar adiknya tidak curiga, karena akan mengherankan bila pengantin baru datang sendiri apalagi adiknya sangat sensitif.


__ADS_2