
Mereka makan sambil bertatapan sesekali Bima mengusap bibir Berlian yang berlepotan, makanan nya memang enak Berlian makan sampai perutnya tidak muat lagi kekenyangan.
Bima menertawakan Berlian yang seperti anak kecil dan mengusap kepalanya, pemilik warung mendatangi mereka dan mengingatkan mereka agar berhati-hati.
"Akhir-akhir ini banyak perampokan dan pemerkosaan hari sudah gelap, lebih baik kalian menginap di hotel terdekat apalagi jalan ke depan itu sepi dan sawah rawan penjahat", katanya.
" Baiklah kami akan menginap di hotel dekat sini, terima kasih atas nasehatnya bu", senyum Bima.
"Tidak perlu sungkan kalian pasti pengantin baru makanya masih malu, di depan jalan itu hotel kalian langsung kesana saja dan lanjutkan perjalanan besok saja.
" Ya Bu..", balasnya.
Setelah makan kenyang dan membayar juga membungkus buat makan bila lapar nanti, mereka melanjutkan perjalanan dan menemukan hotel yang di maksud.
Lalu Bima pun memesan kamar buat mereka berdua, dan karena hanya ada sekamar terpaksa malam ini mereka tidur bersama-sama seranjang memikirkan hal itu Berlian menjadi kikuk.
__ADS_1
Beberapa minggu ini mereka memang tinggal bersama, namun tidur di kamar yang berbeda dan hanya sekali itu Bima menyentuh tubuhnya membuat dia agak malu bila teringat malam itu.
Namun mereka sudah sah menjadi suami istri dan tidak ada masalah bagi mereka melakukan hubungan suami istri , hanya saja Berlian merasa tanpa cinta hubungan itu hanya semacam kebutuhan saja bukan luapan perasaan cinta.
Berlian membayangkan mereka bercinta dengan kasih yang meluap, dan menghasilkan buah cinta anak lucu dan manis yang merupakan jiplakan wajahnya dan Bima.
"Aku mandi dulu setelah itu kau mandi", kata Bima membuyarkan lamunan Berlian.
" Oh ya mandilah terlebih dahulu aku akan meletakkan makanan ini di meja ", sahut Berlian gelagapan karena tadi dia melamun.
Setelah mandi air hangat Bima memakai kaos ganti yang di siapkan Berlian, sebelumnya mereka memang membawa baju ganti karena takut sampai sore .
Sekarang ada gunanya membawa baju ganti karena mereka menginap di sini, Berlian segera mandi dan setelahnya masuk dalam selimut karena udara sangat dingin dia menggigil.
"Kemarilah kita akan saling menghangatkan selimut ini kurang tebal", kata Bima.
__ADS_1
Berlian mendekat ke arah suaminya itu dan berbaring di atas lengannya dan Bima langsung memeluknya sambil menarik selimut keatas tubuh mereka.
" Apa masih terasa dingin? ", tanyanya.
" Tidak lagi sekarang aku merasa hangat dan nyaman ", balas Berlian tangannya memeluk tubuh Bima.
Badan Bima terasa panas sehingga menghangatkan tubuhnya, dia tidak merasa dingin lagi.
Bima menatap Berlian dan perlahan wajahnya mendekat lalu bibir mereka saling bertemu , dan mereka pun saling ******* dengan mesra dan pelukan Bima makin erat.
Malam semakin larut dan ciuman mereka berubah panas dan liar, tangan Bima sudah menjelajahi tubuh Berlian dan bermain-main di sana sambil terus menciumnya dengan mesra.
Berlian terengah-engah kehabisan nafas dan Bima hanya melepas sebentar kemudian dia menciumnya kembali dan tanpa terasa semua pakaian mereka sudah berserakan di atas lantai.
Bima menggigit kecil telinga dan leher Berlian memberi tanda di sana.
__ADS_1