Cinta Seputih Berlian

Cinta Seputih Berlian
Janji Bima


__ADS_3

"Doakan kakak bisa dapat uang membeli rumah yang besar, dan kalian bisa tinggal bersama kami sehingga tidak perlu berpisah lagi dengan kakak kalian", kata Bima berjanji.


" Benarkah kak Bima tidak keberatan tinggal bersama kami? ", tanya Intan senang.


" Tentu saja tidak kalian bisa anggap aku kakak kalian juga jadi kalian punya 2 kakak sekarang", senyumnya.


" Hore..aku cinta kak Bima", teriak Reno.


"Kak Lian sudah kalian lupakan", Berlian merajuk.


" Ya sekarang kami masih tinggal di apartemen sehingga tidak bisa mengajak kalian tinggal bersama, nanti setelah membeli rumah kami akan menjemput kalian", Bima sudah bertekad membahagiakan Berlian.


"Kami akan menunggu kakak menjemput kami", kata Intan.


" Sekarang kami pulang dulu sebentar lagi hari malam, jalanan sepi nanti bahaya tanjakan rawan kecelakaan ", kata Bima.

__ADS_1


Akhir nya setelah berpamitan Berlian dan Bima pergi meninggalkan Intan dan Reno, mereka pun melewati perjalanan dengan pikiran masing-masing.


" Mas aku tidak ingin kau menjanjikan sesuatu kepada mereka, nanti mereka kecewa kepadamu kasihan mereka mas", kata Berlian pelan.


"Aku tidak pernah menjanjikan sesuatu yang tidak bisa aku tepati", balas Bima.


" Tapi mas kan tahu sendiri kalau kita akan berpisah, nanti mereka akan kecewa karena berharap kepada kita", kata Berlian.


"Bersabarlah Lian setelah aku menyelesaikan semua urusanku, aku akan memberitahukan sesuatu kepadamu namun tidak sekarang", kata Bima.


" Mas aku tidak mau menjadi penghalang hubunganmu dengan Bella, kau berhak bahagia daripada tersiksa hidup bersamaku", sahut Bella.


" Sekarang aku jadi ingin cepat pulang agar bisa lebih lama bersama denganmu dan lebih mengenal dirimu ", kata Bima sambil menatap Berlian.


" Tapi bagaimana dengan Bella bukankah mas mencintainya", tanya Berlian.

__ADS_1


"Sekarang kau lah istriku jadi tidak perlu membahas wanita lain, selama kau menjadi istriku aku tidak akan menyentuh wanita lain", janji Bima.


Berlian merasa lega dan senang mendengar kata Bima, dalam lubuk hatinya dia juga berharap agar Bima bisa mencintainya dan mereka tidak bercerai karena pernikahan baginya sekali untuk seumur hidup.


Bima berhenti di depan kafe yang menyediakan menu tradisional prasmanan , lalu membuka pintu mobil dan menarik tangan Berlian berjalan bersama dengannya.


"Kita makan di sini dulu makanan ini sudah terkenal dari aku kuliah ,dan langganan ku bila melewati tempat ini aku selalu makan di sini cobalah kau akan menyukainya", katanya.


" Aku baru tahu tempat ini baiklah aku mau memuaskan perutku", sahut Berlian.


Sekarang Bima suaminya tidak perlu berpikir hal lain, dia akan menikmati dan menjalaninya hari esok biarlah nanti saja dia pikirkan lalu dia memeluk lengan Bima dengan manja.


Bima tersenyum dan memeluk tubuhnya udara sangat dingin dan pelukan Bima terasa hangat, dia pun tanpa sadar mendekat ke arah dada Bima dan bersandar di dadanya.


Setelah masuk dalam Bima memilih beberapa menu kesukaannya dan Berlian juga memilih yang belum pernah dia makan sampai menumpuk di piringnya.

__ADS_1


"Wah istriku ini rupanya pemakan segala juga dan tidak takut image", godanya.


" Ya buat apa gengsi tidak bisa dimakan, kalau lapar ya makan saja kan bukan model yang harus langsing ", sahutnya.


__ADS_2