
Andif mendengar cerita Lina matanya berkaca-kaca, dia tidak menyangka mamanya adalah wanita kejam yang bahkan ingin membunuh cucunya sendiri.
"Aku takut dia melukai anak kita karena itu saat itu juga aku memilih pergi meninggalkan semuanya, dan hidup sendiri sambil mencari uang buat biaya kelahiran dan hidup anak kita.
Aku tahu mama kamu pasti akan menyewa seseorang mengawasi diriku , dan aku tidak ingin mengambil resiko dengan nyawa putra kita sebagai taruhan sehingga dengan hati hancur aku lebih memilih meninggalkan dirimu.
"Maafkan aku waktu itu ketika kau meninggalkan aku tanpa kabar, aku sangat membenci dirimu mengira kau pergi dengan lelaki lain yang lebih kaya seperti kata mama", kata Andif.
" Aku sampai frustasi mencarimu tidak juga me nemukan dirimu, sehingga aku bekerja di perusahaan Bima agar pikiranku teralihkan darimu namun aku tetap tidak bisa melupakanmu "
"Bahkan meskipun aku membencimu saat melihatmu kebencianku langsung sirna, rasa cintaku mengalahkan semua kebencian di hatiku", lanjut Andif.
__ADS_1
Mereka berpelukan sambil menangis haru bersyukur kepada Tuhan, masih memberi mereka kesempatan untuk bersama.
Andif mencium wajah Lina yang penuh air mata dan mengusap air mata itu dengan bibirnya, dia sangat terbawa suasana yang sedih dan hatinya sekarang penuh kebahagiaan.
"Aku tidak menyangka perbuatan kita yang sekali itu membuahkan putra yang lucu, aku akan mengatur pernikahan kita dan bertobat akan dosa kita waktu itu ", kata Andif.
" Tetapi bagaimana dengan mama kamu.. ", kata Lina cemas.
Dia tidak takut dengan dirinya sendiri tetapi dia takut bila Daniel celaka karena ulah neneknya yang jahat itu.
Lina merasa lega dan tidak ragu menikah dengan kekasihnya itu, dia dulu sebenarnya ingin memberitahu Andif saat mengetahui dirinya hamil namun ternyata nasib memisahkan mereka.
__ADS_1
Hidup di sebuah kamar kos sempit dan bekerja sampai larut dia lakukan agar dia bisa menghidupi anaknya dengan layak dan saat ini dia senang Daniel tidak akan kesusahan lagi.
Andif menelepon asistennya dan menyiapkan keperluan pernikahan mereka di catatan sipil, dia tidak mau putranya menjadi anak tidak sah karena status pernikahan mereka.
Sebentar lagi anaknya itu akan bersekolah dan harus memberikan nama buatnya, kalau tidak putranya akan menjadi bahan ejekan orang-orang dan Andif tidak menginginkan hal itu.
Setelah mengirim dokumen yang diperlukan dalam bentuk pdf, tidak lama petugas catatan sipil datang ke rumah mereka untuk mensahkan pernikahan mereka dengan membawa surat pernikahan mereka.
Mereka lega ketika status anak mereka sudah legal, Andif berjanji tidak akan membiarkan orang yang dia cintai menderita lagi dulu dia tidak bisa melindungi mereka dan kali ini dia akan melindungi sekuat tenaga.
Lina bahagia air mata mengalir di pipinya semua ini bagaikan mimpi yang terlalu indah menjadi kenyataan , dan bila tadi dia tidak merasa sakit saat mencubit tangannya mungkin dia masih mengira sedang bermimpi.
__ADS_1
Pria yang dia rindukan dan dia tangisi setiap malam , sehingga tidak ada bisa menggantikan kedudukannya di dalam hatinya termasuk Tommy sahabatnya.
Dia mengetahui perasaan Tommy namun dia tidak bisa menerima cintanya karena hatinya tidak bisa berbohong karena itu dia hanya bisa menganggap sebagai sahabatnya.