Cinta Seputih Berlian

Cinta Seputih Berlian
Bertemu adik


__ADS_3

Hari minggu pagi Berlian sudah rapi dengan kaos dan celana jeans serta memakai sepatu kets, dia juga mengikat rambutnya menjadi ekor kuda membuat wajahnya terlihat lebih muda dari umurnya.


Wajahnya bersih tanpa jerawat dan putih mulus cantik alami dengan bibir merah muda, yang menggoda Bima untuk menciumnya lagi sejak saat ciuman pertama mereka dia selalu ingin mengulangi.


Bima juga berpakaian santai senada dengan Berlian, dan tanpa janjian pakaian mereka kompak dengan memakai kaos putih dan celana jeans biru serta sepatu kets.


Setelah memanasi mobilnya beberapa saat mereka pun pergi mengunjungi adik berlian, perjalanan selama 1 jam melewati gunung dan bukit hijau serta udara segar membuat Bima menikmati perjalanan ini.


Mereka di sambut Intan di depan gerbang dan Berlian langsung memeluk Intan, dengan penuh kerinduan sementara Reno yang melihat ke arah Bima nampak ragu untuk mendekat.


"Kak bolehkah aku minta gendong? ", tanyanya.


" Tentu saja" jawab Bima sambil mengulurkan tangan.


Bima langsung menggendong Reno yang berusia 5 tahun itu, badannya sangat kurus sehingga terasa ringan karena kena penyakit jantung yang dia derita untung sekarang wes sembuh.


"Apa masih sakit? " tanya Bima yang melihat bekas operasi di dada Reno.

__ADS_1


"Setelah di operasi sudah tidak sakit kak", jawab Reno dengan wajah polos.


wajahnya membuat Bima terenyuh kasihan, dulu dia salah menduga membuatnya membenci Berlian, sekarang dia justru membenci dirinya sendiri karena dia lah yang tidak pantas mendapatkan Berlian.


" Kak Berlian yang susah payah mencari pinjaman buat adik, sementara dia tidak ijinkan Intan bekerja hanya fokus untuk kuliah agar mendapat pekerjaan bagus," kata Intan.


"Padahal kan Intan ingin berbagi kesedihan dengan kakak, namun dia memendam sendiri karena itu kami senang bila kakak bahagia bersama kak Bima jaga dia dengan baik", lanjutnya.


" Tentu saja dia istriku tanpa kalian minta aku juga menjaganya", balas Bima.


"Kalau kau kuliah siapa jaga Reno? ", tanya Bima.


" Kami merindukan kakak namun kami sadar kakak sudah berkeluarga dan tidak baik kami mengganggu dia", kata Intan sedih.


"Jangan khawatir nanti kak Bima beli rumah yang ukuran besar , dan kalian bisa ikut tinggal bersama tanpa terpisah lagi", kata Bima mengelus rambut Reno.


" Benarkah? ", mata Reno berbinar senang.

__ADS_1


Berlian yang baru datang mendengar perkataan Bima dan langsung mencubit paha Bima.


" Mas lebih baik kau tidak memberi harapan palsu bagi mereka", bisiknya.


Dia sadar mereka akan berpisah dan kenapa Bima menjanjikan sesuatu, yang tidak mungkin dia akan penuhi pikirnya murung.


Bima mengerti pikiran istrinya itu namun dia bertekad tidak akan bercerai dengan Berlian, namun sementara ini dia harus berpura-pura agar Bella tidak curiga.


Layar handphone berkedip ada panggilan masuk dari Bella, Bima minta ijin angkat telepon.


"Aku angkat telepon dulu, kalian berbincang lah", katanya.


" Halo Bella ada apa? ", tanyanya.


" Bima kenapa kau pergi dengan istrimu? Bukankah kau tahu kita harus ke Bali? ", rengek suara di seberang dengan manja.


Bima memegang handphone dengan erat, teringat akan perkataan Bella di restoran.

__ADS_1


" Kau tahu sendiri kan sifat mama bagaimana aku bisa menolak perintah mama", balas Bima.


"Aku tidak bisa ke Bali mungkin lain kali karena mama memberikan tugas kepadaku", balasnya lagi sebelum Bella sempat membalas.


__ADS_2