Cinta Seputih Berlian

Cinta Seputih Berlian
Akhir hidup Bella


__ADS_3

Setelah beberapa bulan di gilir dalam penampungan dengan puluhan orang, akhirnya Bella meninggal karena terkena penyakit Sipilis dan Gonorhoe.


Bima yang mendengar kabar di penampungan menyampaikan kepada Berlian tentang keadaan Bella, mendengar sosok sahabat yang dulu dia sayangi meninggal hati Berlian cukup sedih karena bagaimanapun mereka pernah tumbuh bersama.


Sehingga perasaan kehilangan itu ada dalam hati meskipun Bella sudah menyakiti hatinya, bahkan berniat merusak kehormatan dirinya namun dia sudah memaafkan perbuatan Bella kepadanya.


Bella hanya berubah jahat karena perasaan iri menguasai hatinya, dan merasa dengan kelebihannya harusnya dia mendapat lebih baik daripada Berlian.


Berlian menghela nafas dan menghapus air mata yang perlahan mengalir di pipinya, dia sedih kehilangan Bella namun mungkin sudah jalan hidupnya seperti itu.


Bima memeluk Berlian mengerti kesedihan hati Berlian.


"Sudahlah Tuhan lebih menyayangi dia dan tidak ingin dia terus berbuat jahat, kita berdoa saja agar semua dosanya diampuni dan tenang di alam sana", hibur Bima.


" Ya mungkin ini balasan Tuhan karena tidak bertobat setelah di beri kesempatan selagi dia di penjara, sehingga harus dengan cara seperti ini", kata Berlian.

__ADS_1


Dia menyandarkan diri di pelukan Bima merasakan nyaman atas hiburannya, dia bersyukur karena sekarang memiliki Bima di sisinya setelah dia tidak punya siapapun di sisinya selain keluarga dari panti asuhan.


Berlian hanya berharap adiknya yang dari panti segera menyusul dia, dan hidup bersama mereka seperti kata Bima dan dia sudah merasa cukup dengan itu.


"Sudahlah jangan sedih karena wanita jahat itu harusnya kita senang tidak ada yang bisa mengganggu kita lagi kedepannya dan kita fokus kepada adik iparku agar segera menemanimu di sini", sentil Bima ke hidung Berlian.


" Iya mas", balas Berlian tersenyum.


Dia sudah memikirkan adiknya nanti ke depan sekolah, dan mengatur tugas mereka nanti agar bisa membantu Bima di kantor.


"Ayo istirahat sudah cukup kau terguncang karena Bella dan penculikan itu", ajak Bima.


Berlian mengangguk dan segera beranjak untuk membersihkan dirinya, dan mandi sebelum dia tidur.


Dia cukup trauma karena di culik oleh geng suruhan Bella, dan mendengar kematian Bella yang menyedihkan meskipun karena perbuatan dia sendiri.

__ADS_1


Bima menyusul mandi di ruang tengah agar tidak mengganggu Berlian, yang mandi di dalam kamar tidurnya.


Setelah itu Bima duduk di atas tempat tidur sambil memangku laptop membaca email dari asistennya, dan melirik Berlian yang sedang menyisir rambutnya sehabis mencuci rambut.


Bau harum sampo semerbak di ruangan kamar ber AC itu dan Berlian memakai cream wajah lalu mendekati Bima yang sedang membalas email dari kantor.


"Apa kau tidak bisa tidak bekerja sebentar saja mau tidur pun masih sibuk bekerja? ", tanya Berlian dengan bibir manyun.


Bima tersenyum dan mengacak rambut yang berbau sampo itu, lalu setelah mengirim email dia menutup laptopnya dan meletakkan di atas nakas lalu memeluk Berlian.


" Nah sekarang aku milikmu kau bebas berbuat apa saja", godanya sambil menaik turun kan alisnya.


Berlian mencubit pinggangnya karena godaan Bima membuat dia malu.


"Aduh ampun tuan putri hamba bersalah", kata Bima sambil meringis karena cubitan berlian.

__ADS_1


__ADS_2