
Mereka bertiga berjalan menuju parkiran mobil dan setelah masuk dalam mobil, Andif mengemudi sampai apartemen yang dia tinggali dan dia menelepon kantornya tidak kembali lagi siang itu karena urusan yang sangat penting.
Sehingga asistennya yang cakap akan meneruskan pekerjaannya dulu, sampai dia kembali kantor dan mengambil alih kembali pekerjaan yang di berikan Bima.
Dia perlu mengetahui cerita di balik kepergian Lina, kenapa sampai tega meninggalkan dia sendiri di saat mereka tidak ada masalah sama sekali dan hilang di telan bumi.
Setelah sampai apartemen dan menidurkan Daniel di kamar tamu, Lina berjalan keluar menemui Daniel yang sedang menunggunya di ruang tamu sambil minum kopi.
"Apa dia sudah tidur? ", tanyanya.
Lina mengangguk dan tersenyum melihat wajah tampan di depannya seakan dia sedang bermimpi yang takut bila dia terbangun, dan tidak melihatnya lagi sehingga diam-diam dia mencubit lengannya memastikan bahwa dia sedang tidak bermimpi.
Mereka duduk berdampingan dan Lina bersandar di bahu Andif , dia senang sedang tidak bermimpi pria yang di cintainya benar-benar berada di hadapannya dan sedang memeluknya erat.
__ADS_1
Dia lalu bercerita pertemuan pada hari itu dimana dia memutuskan pergi dari kehidupan Andif demi keselamatan putra mereka.
Flashback on..
Siang itu seorang wanita kaya turun dari mobil dan
masuk kafe, lalu memanggil Lina untuk bicara sebentar karena ada hal yang perlu dia sampaikan.
"Aku tahu kau sedang mengandung bayi Andif namun kau harus tahu bahwa aku tidak akan membiarkan dia bersama wanita yang tidak jelas asal usul nya sepertimu", kata mama Andif dengan wajah sinis.
Dia menatap Lina dari atas sampai bawah dengan jijik, dia sudah meminta detektif menyelidiki tentang Lina karena itu bisa tahu Lina bekerja di tempat ini.
Lina di temukan ibu panti di depan pintunya saat masih bayi, dan mereka menyayangi sepenuh hatinya bahkan Lina juga membantu mereka mengasuh bayi yang di telantarkan sepertinya.
__ADS_1
"Aku sudah menjodohkan Andif dengan wanita yang sekelas dengan kami dan juga cantik dengan latar belakang yang jelas, aku akan memberikan uang untuk kau pergi meninggalkan anakku karena pasti kau mendekati Andif karena uang kan? ", lanjutnya.
Lina menunduk sedih mendengar tuduhan orang tua dari kekasihnya, dia memang tidak mengetahui Andif orang kaya karena biasa tampil sederhana saat bersamanya.
" Perempuan miskin sepertimu tidak layak untuknya jadi kau harus tahu diri agar tidak menemui dia lagi ,bukankah kau ingin dia bahagia? kalau kau masih menemuinya aku akan membawamu ke dokter aborsi untuk melenyapkan anakmu itu ", katanya dengan kejam.
" Nyonya kenapa anda tega sekali ini adalah cucu anda darah daging anda sendiri? ", tanyanya dengan mata berkaca-kaca.
" Aku tidak menganggap anak itu cucuku, bila kau masih ingin hidup bersama anak itu kau harus pergi sejauh-jauhnya atau kau akan kehilangan anak itu dan uang di dalam kartu ini cukup buat biaya hidup kalian", sahutnya.
"Aku tidak butuh uang nyonya permisi kurasa tidak ada yang perlu kita bicarakan lagi saat ini," sahut Lina sambil beranjak pergi.
Flash back off..
__ADS_1