
Bima mendapat telepon dari Bella untuk bertemu di kafe yang biasa mereka datangi bila sedang berkencan, dan setelah memesan minuman Bella yang datang dengan baju seksi langsung duduk di hadapannya. A
Sementara itu berlian yang kehabisan tepung untuk membuat kue, pergi ke supermarket dekat apartemen mereka dengan berjalan kaki dan tidak sengaja matanya melihat Bima dan Bella yang sedang duduk dan berbincang.
Bella nampak memandang Bima dan menggoda dengan baju yang minim dan tanpa pakaian dalam di baliknya, sehingga di balik kaos yang putih membayang dadanya yang nampak jelas.
Bella juga sengaja memancing Bima dengan berpura-pura mendekat mengambil sesuatu di atas meja, dan memperlihatkan belahan dadanya yang jelas menyembul agar Bima tertarik tidur dengannya dan memaksa Bima menikah dengannya.
Bima yang mengetahui rencana Bella tersenyum sinis dalam hati , karena Bella akan masuk perangkat yang dia sediakan.
Sewaktu Bella mendekati dirinya diam-diam dia sudah memasukkan obat perangsang , dalam minuman Bella tanpa terlihat oleh Bella.
Setelah itu Bella merasa haus dan tanpa curiga dia langsung minum es capucino yang ada di atas meja , sambil menatap Bima dengan penuh senyum menggoda.
__ADS_1
Berlian yang melihat mereka berkencan merasa sakit hati, dan Bima yang kebetulan melihat ke arah luar jendela matanya bertatapan dengan b l Berlian.
Dia melihat pandangan terluka dari mata Bella pyang berkaca-kaca, namun dia tidak sempat menjelaskan rencananya dan melihat Bella sudah tertidur di atas meja dia langsung menelepon asisten membereskan Bella.
Lalu Bima segera pulang untuk menyusul Berlian yang masih belum berjalan jauh, ketika dekat dia langsung menarik tangan Berlian menghadap ke arahnya.
"Tunggu! Biar aku jelaskan pertemuan dengan Bella tadi Lian.. ", katanya.
" Namun alangkah baiknya bila kalian bertemu di tempat yang tidak ada seorangpun mengenal kalian sampai kita bercerai nanti karena akan sangat tidak bagus buat reputasimu", sindir Berlian.
Dia langsung melepas tangan Bima dan segera berjalan pergi sebelum Bima mengatakan apapun, hatinya terkoyak oleh pemandangan tadi melihat kemesraan Bima dan Bella.
Dia seperti orang luar diantara mereka sedangkan seharusnya dia yang bersama dan berhak atas Bima sebagai istrinya, air mata mengalir di pipinya yang putih mulus hatinya sangat sakit.
__ADS_1
Dia tidak sanggup berjalan lagi dan duduk di atas bangku taman sambil terisak, baru kemarin momen bercinta dan dekat dengan Bima dia mengira dengan kemesraan malam itu merubah kehidupan pernikahan mereka namun ternyata dia salah.
Seseorang memeluk bahunya dan menghapus air matanya dengan sapu tangan, Berlian berhenti menangis dan menatap Bima yang sudah ada di sampingnya.
"Maafkan aku bila menyakiti hatimu..
Namun percayalah semua tidak seperti yang kau lihat, pertemuan tadi hanya untuk menjebak Bella nanti aku akan jelaskan semua kepadamu di rumah", kata Bima.
Lalu Bima menggandeng tangan Berlian berjalan pulang ke apartemen, Berlian diam saja sepanjang perjalanan berusaha tidak menanggapi Bima walaupun sebenarnya dia mendengar semua kata Bima.
Melihat wajah Bima yang serius tadi dia sudah mempercayai perkataan Bima, namun bila teringat mereka tadi di kafe sangat dekat kecemburuan muncul sehingga hatinya sangat sakit.
Kalau dia belum menyerahkan diri kepada Bima mungkin tidak sesakit itu, namun karena mereka sudah bercinta dan dia sudah menyerahkan jiwa dan tubuhnya karena itu dia sangat sakit melihat Bella bersama Bima.
__ADS_1