
"Benarkah apa aku tidak salah dengar? ", tanya Berlian.
Dia merasa tidak yakin dengan pernyataan Bima karena mengetahui dengan jelas , bagaimana suaminya ini sangat mencintai Bella dan sangat membencinya.
" Aku dulu menaruh hati kepadamu namun Bella selalu meracuni pikiranku, sehingga aku menjadi benci kepadamu karena hasutan darinya" katanya.
Berlian menatap Bima dengan wajah tidak percaya dia sebenarnya yang di cintai Bima?
"Aku bersyukur mama menjodohkan kita berdua dan mengetahui kelicikan Bella, sebelum aku menikah dengannya", katanya dengan geram.
" Aku bahagia mendengarnya mas penantianku tidak sia-sia dan kau bisa melihat wajah asli dari Bella ", kata Berlian.
" Dulu aku mengira rasa hutang budi adalah cinta namun setelah dia pergi , dan aku tidak merindukan dia juga tidak ada rasa gairah saat dekat dengannya bahkan ketika dia menjebak ku untuk tidur dengannya aku masih bisa menahannya .
__ADS_1
Dulu aku mengira karena ingin menjaga kesuciannya sampai kami menikah, namun ternyata aku salah berada dekatmu gairah ku langsung bangkit dan berjauhan denganmu ada perasaan rindu ingin cepat pulang dan inilah cinta yang sebenarnya ", jelas Bima.
Berlian memeluk Bima dan menjatuhkan kepalanya di dada suaminya itu, dia senang dengan pengakuan suaminya dan akhirnya cintanya berbalas.
Air mata mengalir di pipinya dia sangat bahagia dan bersyukur kepada Tuhan , karena sudah mengabulkan semua doanya selama ini.
"Jadi apakah kau mau hidup selamanya dengan aku? ", tanya Bima.
" Iya aku mau mas," kata Berlian sambil tersenyum.
" Itu karena aku tidak ingin hidup di dalam kebencianmu mas, aku lebih baik membebaskan dirimu dari pernikahan yang tidak kau inginkan", sahut Berlian.
"Aku mencintaimu namun buat apa bila aku mendapatkan tubuhmu, namun tidak dengan hatimu dan kau di penuhi perempuan lain", kata Berlian.
__ADS_1
" Aku lebih baik kehilangan dirimu asal kau bahagia, mencintai bukan berarti memiliki jadi aku akan berkorban dengan menjauh darimu", lanjutnya.
Bima mengelus rambut istrinya dengan penuh kasih sayang ,dia bersyukur tidak jadi kehilangan istrinya kalau tidak dia melepas Berlian dengan kerikil yang tidak ada harganya.
Mereka saling mengatakan isi hati masing-masing agar tidak ada lagi ke salah pahaman diantara mereka , karena dengan adanya saling percaya bisa membangun pondasi rumah tangga mereka dengan kuat.
Berlian berusaha menjaga rumah tangga dan menyiram cintanya agar makin subur, dan memulai hidup baru dan melupakan yang terjadi kemarin.
Dia tidak ingin memikirkan kesakitan lagi karena Bima yang mencintai Bella, sekarang hanya fokus ke masa depan dengan dia dan Bima saja yang ada di sana tanpa ada pelakor.
Dia akan menjaga suami dari pelakor macam Bella, dia tidak sungkan lagi merebut Bima karena tujuan Bella sangat jahat dan tidak mencintai Bima.
Seandainya Bella tulus mencintai Bima dia rela untuk mengalah demi mereka, namun setelah mengetahui kebenarannya dia tidak akan melepaskan Bima dan akan selalu mempertahankan rumah tangga mereka.
__ADS_1
Karena sekarang dia mengetahui Bima juga mempunyai perasaan sama sepertinya, mereka juga sudah di satukan dalam ikatan pernikahan yang berjanji di depan Tuhan sehidup dan semati suka dan duka sampai kematian memisahkan.
Berlian pun makin merapatkan kepalanya di dada Bima , dan memeluk pinggangnya hatinya sangat bahagia.