
"Berikan aku kesempatan kedua untuk memperoleh kepercayaan darimu", kata Bima sambil menggenggam tangan Berlian.
Berlian menatap Bima dengan heran bukankah dia sangat mencintai Bella, kenapa bisa secepat itu berpindah hati.
" Maaf mas aku tidak mau menjadi sarana pelampiasan cintamu, aku tahu kau sangat mencintai Bella dan tidak mungkin mencintai aku secepat ini", kata Berlian dia segera beranjak pergi.
"Tunggu Lian.. ", Bima menarik tangan Berlian dan Berlian jatuh ke pangkuannya.
" Kau salah paham kepadaku dulu aku mengakui kalau aku menyukai Bella , dan seiring berjalannya waktu mengira mencintainya.
Namun setelah Bella pergi beberapa hari dan aku tidak merindukan dirinya, aku menjadi sadar bahwa aku sebenarnya tidak pernah mencintai Bella .
Namun orang lain hanya saja Bella yang selalu menutup mataku, dan hatiku di racuni dengan menjelekkan gadis itu sehingga aku membencinya ", kata Bima.
"Sekarang aku sadar bahwa sebenarnya gadis itu yang sebenarnya aku cintai dari dulu bukan Bella, namun karena balas budi sehingga aku menerima Bella menjadi kekasihku sampai aku menemukan bukti kejahatannya agar terbebas darinya", lanjut Bima.
" Kau berhutang budi apa sama dia mas? ", tanya Berlian.
__ADS_1
" Dia pernah menyelamatkan aku sewaktu hampir tenggelam di pantai waktu itu, sewaktu aku masih kecil dan tidak bisa berenang", kata Bima.
"Apa pantai Parangtritis mas? ", tanya Berlian.
" Bagaimana kau bisa tahu? ", tanya Bima heran.
"Karena aku yang sebenarnya menyelamatkan dirimu waktu itu," kata Berlian lalu bercerita tentang kejadian waktu itu.
Mendengar hal itu Bima sangat senang dan memeluk Berlian, ternyata mereka berjodoh sejak dulu dan dia tidak menyadarinya bahkan mengira Bella yang menyelamatkan dirinya.
"Aku senang bukan wanita jahat itu yang menyelamatkan aku tapi kau", katanya.
Sekarang tidak ada rahasia diantara mereka dan Bima sangat senang, berharap bisa memenangkan hati istrinya dan tidak ingin berpisah dengannya lagi.
" Bagaimana bila kau bekerja denganku saja menjadi asisten ku, dan kita tidak perlu berjauhan aku juga bisa menjagamu dan melindungi bila kau bekerja denganku ", kata Bima.
" Tapi bagaimana dengan COREX. CORP? ", tanya Berlian ragu.
__ADS_1
Dia senang bila bekerja dengan Bima dan lebih aman bersama suaminya, namun kantornya akan bergosip dan meragukan kemampuannya bila mereka sekantor.
" Aku ingin bekerja di tempat lain saja karena bila bersama denganmu, maka kantor akan meragukan kemampuan kerjaku karena mengira masuk karena koneksi", kata Berlian.
"Begini saja kita akan profesional di kantor dan sebagai rekan kerja, orang tidak akan tahu kau istriku sehingga tidak bergosip lagipula pernikahan kita waktu itu karyawan ku tidak aku undang sehingga belum tahu wajah istriku", kata Bima.
" Baiklah kalau begitu aku setuju", kata Berlian.
"Aku siapkan makan malam dulu kau cepatlah mandi, biar lelah mu hilang dan merasa segar kembali", sahutnya.
" Lelahku sudah hilang dengan memelukmu", bisik Bima.
Lalu mulai mencium lembut bibir istrinya dan berbisik di telinga istrinya itu.
"Kenapa kau tidak memindahkan barangmu di kamar kita? ", tanyanya.
" Bukankah kau yang menolak ku dulu di awal pernikahan kita dan ingin tidur di kamar masing-masing? ", tanya Berlian.
__ADS_1
" Sejak kita tidur bersama waktu itu kita sudah merupakan pasangan normal, dan aku menunggumu masuk kamarku namun sepulang dari sana kau kembali kamarmu terus terang aku kecewa aku merindukan memelukmu sewaktu tidur", kata Bima.