Cinta Seputih Berlian

Cinta Seputih Berlian
Aku belum siap


__ADS_3

Ketika tangan Bima menyusup dalam pakaian dalamnya, tangan Berlian langsung menghentikan Bima dia menyadari mereka terlarut dalam nafsu meskipun dia juga menginginkannya.


Namun dia tidak ingin malam yang indah dan dia impikan , untuk memberikan kesuciannya kepada pria yang dia cintai hanya buat pemuasan nafsu belaka.


"Aku belum siap", bisik Berlian sambil menundukkan kepalanya.


Dia tidak sanggup menatap Bima karena rasa bersalah sudah menolak suaminya , untuk melayani di tempat tidur yang merupakan kewajibannya sebagai seorang istri.


" Tidak apa-apa aku akan menunggu kau siap ", bisiknya.


Nurani Berlian merasa berdosa melihat suaminya nampak kecewa, sehingga ketika melihat Bima mencium keningnya dan berbalik badan tidur Berlian pun segera memeluknya.


Persetan dengan cinta Bima kepadanya saat ini Bima adalah suaminya, dan dia sangat mencintai Bima dan dia rela memberikan kesuciannya kepada suaminya malam ini.


Dia tidak mau peduli apapun yang terjadi nanti malam ini adalah kesempatan untuk dekat dengan suaminya, dan dia hampir melewatkan kesempatan untuk membuat suaminya mencintai dirinya.

__ADS_1


"Lian.. kau jangan menggoda aku lagi karena sekarang aku masih bisa berhenti, tetapi aku tidak bisa menjamin bisa berhenti nanti bila kau tidak berhenti menggodaku", erang Bima.


Berlian memeluk dan menciumi lehernya yang sensitif membuat dirinya tidak tahan lagi dan membalas serangan Berlian.


"Apa kau sudah siap sekarang dan tidak akan menyesalinya? ", tanyanya sambil menatap mata Berlian.


" Lakukanlah aku siap menerima dan melayani mu", angguk Berlian.


Bima merengkuh tubuh Berlian dalam pelukannya dan mulai menjalankan aksinya yang sempat berhenti dan menyerang Berlian dengan lembut dan perlahan.


Setelah cukup pemanasan Bima tidak tahan lagi dan mulai memasukkan senjatanya, dia sudah di liputi gairah dan tidak bisa menahan lagi sehingga langsung menekan tubuhnya ke tubuh Berlian.


Berlian menggigit bibirnya ketika merasakan hunjaman senjata Bima menusuk dirinya, dan air matanya mengalir di pipinya.


Dia mendekap tubuh Bima yang sedang menggoyang nya dan makin lama makin kuat membuat Berlian menggeliat seperti cacing kepanasan diatas tempat tidur.

__ADS_1


Rasa sakit yang dia rasakan tadi perlahan menghilang, dan digantikan rasa yang beda sensasi yang belum pernah dia rasakan dan dia pun tanpa sadar mengimbangi gerakan Bima.


Bima merasakan akan mencapai kepuasan sehingga bergerak makin cepat mengguncang tubuh Berlian sehingga ranjang berguncang keras karena serangannya.


Berlian mendesah makin kuat dan tangan memeluk Bima dengan erat, dia juga mencapai puncak kenikmatannya dan memekik lirih namun tidak sempat terdengar karena Bima sudah membungkam mulutnya dengan ciuman.


Tubuh mereka saling berkait dan bercinta dengan suara keras, untung dinding hotel kedap suara sehingga tidak mengganggu penghuni kamar sebelahnya.


Namun malam itu kebetulan sepi sehingga kanan kiri mereka tidak ada yang menyewa, Berlian bebas berteriak dan memeluk Bima yang juga bergerak makin cepat.


Ketika kepuasan sudah tercapai badan mereka penuh keringat dan Berlian mengusap tubuh Bima dengan sprei tempat tidur dan Bima kembali menciumnya dan menggodanya.


Tidak lama mereka bercinta kembali dan tidak terasa 2 jam berlalu, Berlian merasa tenaganya terkuras namun Bima masih menciumi tubuhnya tidak merasa puas.


Berlian tidak sanggup bergerak lagi dan dia hanya berbaring membiarkan Bima yang bergerak naik turun di atas tubuhnya.

__ADS_1


__ADS_2