Cinta Seputih Berlian

Cinta Seputih Berlian
Tidak dianggap


__ADS_3

Berlian menghidangkan nasi goreng buatannya ke dalam piringnya dan piring Bima , lalu menyeduh kopi hitam kental buat Bima karena dia mengetahui suaminya itu suka kopi hitam pekat.


Setelah itu dia menuang segelas air putih di gelas, dan menaruh di sebelah piring nasi goreng yang sudah terhidang di atas meja makan.


Berlian mengupas buah apel yang sudah di rendam dan cuci dengan air garam, agar tidak cepat menghitam.


Dia lalu memotong dan menaruh buah pencuci mulut yang sudah di potong kecil, ke dalam piring kecil dan meletakkan di dekat piring nasi goreng.


Berlian lalu memanggil Bima untuk sarapan bersama, Bima yang sudah siap dengan pakaian kerja dan tas kerja melewati meja makan dan melirik sarapan di atas meja.


Dia duduk dan makan dengan diam lalu minum kopi dan makan buah, lalu berjalan pergi tanpa berkata apapun kepada berlian seakan dirinya tidak ada di sana.


Berlian yang tidak di anggap hanya bisa diam saja dan makan sarapan sendiri, dia cukup lega setidaknya Bima tidak menolak sarapan yang dia buat.

__ADS_1


Setelah sarapan dan membersihkan meja makan lalu mencuci peralatan yang kotor, Berlian membuka laptopnya dan mencari lowongan pekerjaan yang sesuai untuknya.


Berlian menemukan lowongan sebagai desain ruangan yang cocok buatnya , dan sesuai dengan jurusan yang dia ambil dan sukai kebetulan juga hobby nya menata ruang dan taman.


Lalu dia membuat lamaran pekerjaan dan mengirimkan CV yang dia buat secara online by email, sehingga tidak perlu dia keluar dari rumah.


Setelah itu dia menutup laptopnya dan mulai membersihkan apartemen, di sana tidak ada pembantu sehingga dia mengerjakan semua sendiri.


Ketika dia menjemur baju ada suara seorang laki-laki dari gedung sebelah, kebetulan mereka lagi di luar beranda untuk menjemur pakaian masing-masing.


"Hai juga namaku Berlian panggil saja Lia" balasnya dengan senyum ramah karena cowok itu berkenalan dengan sopan dia pun membalas dengan ramah juga.


"Apa kemarin kau baru pindah karena sebelumnya aku tidak pernah melihatmu dan hanya melihat seorang lelaki saja? " tanyanya.

__ADS_1


"Ya kami baru menikah dan kemarin aku baru pindah sini" balas Berlian lagi.


"Wah sayang sekali aku terlambat kukira masih gadis sehingga mau melamar jadi pacarku efek lama jomblo nich", guraunya..


" Hahaha.. ada saja ", Berlian tertawa lembut membuat Ryan terpana melihat kecantikannya.


" Sudah ya aku mau memasak dulu bentar lagi suamiku pulang kerja, senang bisa mengobrol denganmu", pamit Berlian.


"Baik besok ngobrol lagi ya aku menunggu di di sini , atau panggil saja aku kalau kau butuh teman mengobrol", balas Ryan.


" Siap bosque.. ", gurau Berlian.


Lalu berjalan ke dapur dan mulai menyiapkan bahan masakan untuk menu makan malam, setelah semua siap dia meletakkan panci di atas kompor agar tinggal memanaskan saja bila Bima pulang.

__ADS_1


Lalu mulai membaca buku novel yang dia baru beli dan belum sempat membacanya, dia terhanyut dalam bacaannya dan tidak terasa hari sudah menjelang malam.


Berlian menatap jam dinding dan melihat jam sudah di angka 6 malam, dia pun segera mandi dan bersiap keluar menyambut suaminya serta memanaskan lauk buat suaminya itu agar masih panas sewaktu bersantap makan malam nanti.


__ADS_2