Cinta Seputih Berlian

Cinta Seputih Berlian
Bella marah


__ADS_3

"Kamu ini bisa tidak jangan jadi anak mama terus, dari dulu mama selalu menjadi penghalang di antara kita.Terus kapan kau menikah denganku kalau ikut kata mama kamu , sekarang bahkan menikah dengan wanita lain", sahut Bella kesal.


" Habis bagaimana lagi Bella kau tahu sendiri mama mengancam mengambil perusahaan, kalau tidak menurutinya emang kau mau menikah tanpa uang? ", tanya Bima.


" Ya tidak tapi sampai kapan begini terus Bima? ", tanya Bella sambil menangis.


Dalam hati Bima mencibir mendengar tangisan palsu Bella, sampai kapanpun aku akan ikuti sandiwara palsu dengan kekasih matre mu itu dan mengikuti rencana kalian berdua.


Sampai punya bukti memasukkan kau dalam penjara karena telah menipuku, sekarang kau bisa bersenang-senang nikmatilah hari-hari terakhirmu..


"Bersabarlah sayang aku akan membujuk mama", kata Bima membujuk Bella yang menangis palsu di seberang.


" Terus kapan kau bercerai dengannya? ", tanya Bella sesenggukan.


" Tentu saja setelah mama tidak curiga aku akan menceraikan dia", balas Bima.

__ADS_1


Berlian yang mendengar Bima berbicara dengan Bella , merasa jantungnya seakan ditusuk sakit tapi tidak berdarah.


Dia memang sudah berusaha melupakan cintanya kepada Bima , dan memendam dalam relung hatinya yang paling dalam namun perasaannya justru makin subur.


Padahal dia sadar benar Bima mencintai Bella bahkan dia bertekad akan menceraikan dirinya, dia hanya wanita ketiga dalam hidup mereka dan dia penghalang Bima menikahi Bella.


Air matanya menitik di pipi namun dia cepat menghapusnya, tidak ini adalah jalan yang di pilihnya biarlah dia menderita asal adiknya sembuh dan tidak menderita lagi.


Apalah arti patah hati di banding kesembuhan adiknya, setidaknya jasa mama Rosa sangat besar kepada keluarga nya dan sebisa mungkin selama dia menjadi mertuanya dia akan membalas jasanya.


Bila suatu saat mereka bercerai dia tetap menganggap mama Rosa mama kandungnya, dan akan selalu menjenguknya karena dia juga mencintai mama Rosa.


" Halo Bima... ", teriak Bella.


Tut..tut..

__ADS_1


" Bima.... awas kau ya.. ", teriaknya sambil membanting handphonenya ke atas sofa karena kesal rencananya sudah gagal.


Dia sudah berusaha membujuk Bima agar mau pergi Bali dan menandatangani proyek abal-abal, setelah dana investasi di alirkan mereka akan kabur keluar negeri .


Namun dia yang sudah yakin Bima ikut dengannya ternyata Bima tidak jadi ikut, rencana menjebak Bima dengan kekasihnya gagal total dan dia harus membuat rencana baru.


Bella tidak mengetahui kalau sebenarnya Bima sudah mengerti rencananya, dan sedang membuat dia masuk dalam perangkap yang Bima sudah atur.


Bella sungguh kesal dan bergegas keluar untuk berkencan dan mabuk bersama Johan di club malam, dia pun mengirim pesan agar Johan datang ke club langganan mereka.


Sementara itu Berlian bercanda ria dengan adiknya melepas rindu, sebentar lagi dia akan berpisah lagi dan dia pun sedih mengingat harus berpisah lagi.


"Tunggu kakak ya kelak kakak akan berkunjung lagi, kalian jaga diri kalian baik-baik kabarin kakak bila membutuhkan sesuatu", pesan Berlian.


" Kak Lian tidak perlu mengkhawatirkan kami, jagalah diri kakak agar kami cepat dapat keponakan", goda Intan.

__ADS_1


Wajah Berlian langsung merah mendengar godaan adiknya itu, dia menatap ke arah Bima yang sedang tersenyum dan menggendong Reno entah mengapa adiknya lengket dengan Bima seakan dia ayahnya.


Biasanya Reno tidak mudah ikut seseorang bahkan takut mendekat, namun bima bisa membuat hatinya luluh.


__ADS_2