
Bella terkapar karena kelelahan melayani Andre dan gengnya, dia tertidur dengan pulas sementara Andre merancang rencana penculikan Berlian sesuai janjinya kepada Bella.
Wanita itu sudah memuaskan hasrat yang terpendam selama ini, juga anak buahnya yang sudah lama berpuasa menjadi senang dan bersemangat karena ada wanita yang bisa mereka pakai ramai-ramai.
Siang ini geng Andre sudah mengintai dekat tempat tinggal Berlian, dan Berlian yang tidak curiga berjalan keluar dari rumah ingin berbelanja keperluan bulanan di supermarket terdekat dengan berjalan kaki.
Namun belum melangkah jauh seseorang sudah membius dari belakang, dia pun pingsan karena pengaruh obat bius yang ada dalam sapu tangan penyergap nya.
Bima yang menelepon Berlian dan tidak tersambung menjadi cemas, dia pun segera pulang dan tidak menemukan Berlian firasatnya merasa ada yang tidak beres.
"Grrr... grgrgr.... "
Handphone dalam saku Bima bergetar dan dia melihat ada panggilan dari lapas yang menahan Bella, dia pun segera mengangkat telepon karena menduga ada sesuatu yang terjadi.
__ADS_1
"Halo.. siang apa benar saya bicara dengan bapak Bima?" sapa seseorang dari seberang.
"Siang Pak ya benar saya Bima.. ", balas Bima.
" Begini.. saya ingin menyampaikan bahwa ibu Bella sudah kabur dari lapas dan sedang dalam pencarian orang, jadi saya mau mengingatkan bapak agar berhati-hati karena takut dia membalas dendam kepada bapak Bima atau ibu Berlian", kata petugas lapas.
"Terima kasih infonya pak.. tetapi saya juga kehilangan istri saya dan saya curiga Bella ada di balik ini semua", kata Bima.
" Baik Pak saya akan mencari ibu Berlian juga", jawab petugas itu.
Setelah berbasa-basi dan menutup telepon Bima segera menghubungi gang mafia yang dia pimpin secara diam-diam, tanpa seorang pun tahu kalau gang yang terkenal kejam dan tidak pernah gagal dalam misi milik Bima.
"Rio istriku di culik dan aku curiga berhubungan dengan Bella, retas semua CCTV dan temukan Bella biarpun dia masuk sarang semut sekalipun, bila dia berani menyakiti Berlian siksa dia biarkan dia tahu bagaimana nasib orang yang berani menyinggungku", kata Bima.
__ADS_1
" Baik tuan", balas Rio dengan keringat dingin mendengar nada suara bosnya.
Bima memang hidup dalam dua sisi geng yang dipimpin sudah mendunia, dan mereka biarpun mafia tetapi masih tidak melanggar hukum kecuali diperlukan khusus.
Bahkan membantu tugas kepolisian mengusut kejahatan yang melibatkan mafia, mereka tidak segan turun tangan dan menghukum anak buahnya yang terlibat dengan kejahatan tanpa perintah atasan.
Bima menyuruh mereka mencari Berlian segera dan menemukan Bella, dalang di balik semua ini karena Bima yakin Bella yang melakukan penculikan.
Ketua mafia segera memerintahkan anak buahnya mencari Berlian, dan memberikan foto serta ciri-ciri nyonya besar mereka dan Bima sudah berpesan agar tidak ada seujung kuku pun Berlian yang tersakiti dan harus segera di temukan.
Mereka tahu bagaimana sifat atasan mereka yang bisa menjelma menjadi iblis, bila seseorang menyinggung dia dan tidak mengerti siapa yang berani menculik nyonya mereka mencari kematian.
"Ingat nyonya harus segera di temukan jangan sampai ada terluka sedikitpun, karena tuan akan memusnahkan kalian bila istrinya celaka kita tidak sanggup menahan kemarahan bos", kata Rio menatap anak buahnya.
__ADS_1
" Siap.. laksanakan", kata mereka serempak.
"Baik bubar kerjakan tugas masing-masing", perintah Rio dan mereka segera melakukan tugas masing-masing sesuai keahlian mereka.