
Lina sedang mencari putranya yang sedang bermain dan belum juga pulang dari tadi, dia sungguh cemas karena kesibukannya dia hanya menitipkan asisten menjaga putranya.
Ketika dia melirik ke meja ujung sana dia melihat Daniel sedang asyik makan dan berbicara dengan seseorang lalu dia mendekat untuk menegurnya karena sudah sembarangan ikut orang tidak di kenal.
"Daniel sudah berapa kali mama bilang jangan sembarangan ikut orang tidak di kenal? ", omelnya.
" Mama lihat papa sudah pulang dan berjanji tidak akan meninggalkan kita lagi", seru Daniel senang.
Lina bengong dia menyadari kerinduan Daniel akan seorang ayah, dan dia merasa bersalah memisahkan mereka berdua dan bahkan Andif tidak mengetahui dia mempunyai seorang putra yang lucu.
"Jangan berkata sembarangan Daniel, cepat minta maaf sama om itu lalu kemari", katanya dia hanya melihat Andif dari belakang sehingga tidak mengenalinya.
Andif yang mendengar suara yang selalu di benaknya, langsung menoleh dan sekarang dia sadar kenapa dia merasa familiar ketika melihat wajah daniel.
Lina terkejut karena orang yang tiap malam dia rindukan berdiri di hadapannya, lelaki yang membuatnya menangis dalam tidurnya tiap malam namun dia tidak berani untuk menghubungi.
"Lina.. apa dia putraku? ", tanya Andif.
__ADS_1
Dia mendekati Lina yang selama ini dia rindukan dan langsung memeluknya dengan penuh kerinduan.
" Kenapa kau pergi begitu saja tidak tahukah kau aku mencarimu setiap saat ,namun kau menghilang tanpa kabar seperti di telan bumi sampai aku frustasi", katanya sendu.
"Maaf.. ", jawab Lina sambil balas memeluk lelaki yang sangat dia cintai.
" Jangan pergi lagi dariku", kata Andif.
"Ya kali ini kita akan bersama dan tidak akan terpisah lagi, biarpun mama kamu memintaku pergi darimu aku akan mempertahankan dirimu sekuat tenaga", isak Lina.
" Jadi ini semua ulah mama? ", tanya Andif geram.
" Mama apa papa akan pulang bersama kita? ", tanya Daniel.
" Iya sayang papa akan membawa kalian pulang dan tidak menderita lagi", balas Andif sambil memeluk Daniel dengan penuh kasih sayang.
"Kau tidak perlu bekerja lagi ikutlah pulang denganku, aku akan bicara dengan bosmu", kata Andif.
__ADS_1
" Tidak perlu aku saja yang bicara dan minta ijin", balas Lina.
Lina berjalan masuk ke dalam menemui Tommy bos sekaligus sahabatnya, dan menceritakan pertemuan dengan Andif.
"Tommy aku akan menjelaskan nanti semua, namun saat ini aku minta ijin tidak bekerja sementara", katanya.
Tommy mengerti pasti urusan mendesak bila Lina meminta ijin, karena tidak pernah Lina ijin meskipun hari libur dia dengan senang hati bekerja.
" Baiklah urus masalah pribadimu dan kau bisa menghubungi aku bila ingin bekerja lagi", senyumnya.
"Makasih Tom.. kau memang sangat baik ", peluk Lina.
Tommy menatap wanita yang ada di depannya dengan sedih, dia mencintai Lina namun hanya dianggap sahabat saja olehnya.
Namun dia merasa senang bisa berada dekat dengan wanita yang dia cintai , meskipun dia tidak bisa memilikinya.
Lina keluar dan berjalan menuju Andif yang sedang menunggunya sambil menggendong Daniel putra mereka.
__ADS_1
Andif tidak menyangka dia di pertemukan dengan Lina kembali serta mendapatkan seorang putra sekarang namun dia masih menunggu penjelasan dari Lina kisah sesungguhnya sehingga meninggalkan dirinya saat itu.