Cinta Seputih Berlian

Cinta Seputih Berlian
Aku suamimu


__ADS_3

"Sejak kapan kau mengambil keputusan untukku.. " suara Bima di belakang nya membuat dia terkejut.


"Aku tidak.. " Suara Berlian terputus ketika Bima mengambil handphone Berlian dan bicara dengan Intan.


" Halo dik kami akan datang minggu nanti, jangan lupa buat makanan yang enak ya buat kakak iparmu ini" gurau Bima.


" Kak Bima tidak sibuk tadi katanya sibuk , tidak enak mengganggu pekerjaan kakak Bima" lanjut Intan.


" Pekerjaan itu tidak ada habisnya lagipula minggu waktunya bersantai dan kita juga bisa sekalian jalan-jalan kan" kata Bima.


" Baik kak kami juga senang kalau kak Bima bisa hadir , kami tunggu ya kak....Intan akan memasak yang enak.. salam buat kak Lian sampai jumpa" kata Intan.


" Sampai jumpa hari minggu Intan.. " jawab Bima.


" Jangan menjanjikan sesuatu kalau kau tidak bisa mas.. nanti mereka kecewa" kata Berlian.


"Aku memang ingin ikut kau pergi" balas Bima.

__ADS_1


" Tapi mas kan sudah punya janji dengan Bella pergi Bali" kata Berlian.


Dia ingat dengan jelas bagaimana Bella di telepon mengajak pergi ke Bali hari minggu nanti, karena itu dia yakin Bima tidak akan ikut dengannya pergi bertemu adiknya.


Namun Bima justru pergi dengannya dia sungguh tidak menyangka hal ini, dan Bima cinta mati dengan Bella apa yang membuat dia berubah pikiran?


" Kenapa kau tidak bertanya dulu kepadaku aku bisa ikut denganmu apa tidak?


Bella memang mengajakku pergi namun aku tidak berjanji ikut pergi dengannya, lagipula kau istriku dan aku suamimu tentu aku lebih memilihmu daripada dia" kata Bima santai membuat Berlian hanya bisa bengong.


"Sudahlah apa makanan sudah siap aku lapar? " tanyanya.


Ting tong.. bel pintu berbunyi..


Bima membuka pintu dan melihat mamanya datang kesana, dia menyapa dan memeluk mamanya.


"Mama kenapa datang tidak beritahu kami dulu? " tanya Bima.

__ADS_1


"Mama hanya kebetulan lewat daerah sini sekalian melihat kalian" kata Rosa.


"Wah baunya enak mama makan malam di sini dulu baru pulang, sekalian mencicipi masakan menantu mama" katanya lagi.


"Mama makan bersama aja kebetulan hari ini masak agak banyak" sahut Berlian yang senang melihat Rosa.


Dia menghampiri Rosa mencium tangannya dan memeluknya, Rosa sudah seperti mama kandung baginya yang dia impikan sejak dulu selama hidup di panti asuhan.


Sayang sekali bila pernikahan ini berakhir dia akan kehilangan ibu juga selain cintanya.. Namun itu lebih baik daripada hidup penuh curiga dan kebencian Bima akan pernikahan ini.


Dia harus membebaskan Bima agar bisa bersama dan menikah dengan Bella, walaupun dia sakit melepas Bima miliknya dan orang yang diam-diam dia cintai.


Tetapi mencintai tidak harus memiliki dan asal Bima bahagia dia akan bahagia ,dan bisa hidup bersama adik-adiknya seperti dulu sebelum menikah dengan Bima.


Dia memandang Bima dengan sedih namun sekarang Bima miliknya dan dia akan memcurahkan yang terbaik agar bisa menjadi kenangan saat mereka berpisah nanti.


"Berlian kok melamun apa yang sedang kau pikirkan? " tanya Rosa.

__ADS_1


"Eh tidak ada apa-apa ma hanya tadi adikku menelepon dan Berlian berencana berkunjung minggu, berkat mama sekarang Reno sudah bisa hidup normal terimakasih ma.. " sahutnya.


Jangan sampai mertuanya melihat kesedihannya, dia pun kembali ceria dan menambah piring di meja buat mertuanya.


__ADS_2