Cinta Si Gadis Buta

Cinta Si Gadis Buta
Siapa dia?


__ADS_3

Setelah kejadian hari itu, sesuai janjinya sore ini Reza akan mengantar Raisa ke kontrakan yang baru.


"Sebaiknya aku ke jemput Raisa sekarang aja deh."ujar Reza.


cuaca sore ini mendung dan membuat Reza datang lebih awal ke kontrakan raisa. takutnya hujan dan bisa menghambat rencana nya hari ini.


kini reza keluar dengan menggunakan motor sport milik nya yang berwarna merah.


jalanan kota terlihat sangat pada oleh kendaraan.karena ini mungkin waktu nya pulang kerja bagi para karyawan kantor dan lainnya.


sesampainya didepan kontrakan,ia melihat Raisa yang sedang duduk termenung di bangku depan kontrakan.


"Sore gini udah ngelamun aja."ucap Reza pelan membuyarkan lamunan Raisa saat ini.


"Ehh..kak Reza."jawab Raisa kaget.


tentu saja kaget, karena kedatangan Reza yang tidak ia ketahui. terlebih tak terdengar bunyi motornya tadi.


"Nglamunin apaan?"tanya Reza sambil mendudukkan dirinya di bangku dekat Raisa sekarang.


"Enggak ada kok."jawab Raisa, tentu saja ia berbohong saat ini.


"Masih tentang kemarin?"tanya Reza sembari menatap lurus ke depan.


"Nggak kok.. gimana apa kak Reza udah dapet kontrakan nya?"tanya Raisa mengalihkan topik pembicaraan.


Reza sangat mengerti apa yang ada dalam pikiran gadis didepannya ini.tapi ia memilih diam tanpa membuatnya pusing.


"Udah dong, Reza gitu loh."ucap Reza bangga dengan tawa renyah nya.


"Cepet banget."ucap Raisa heran.


"Ya kan sekarang serba HP sa mau cari apa aja udah bisa."Jawab Reza santai.


"Mau langsung kesana? atau mau kemana dulu nih?"tanya Reza memastikan.


"Langsung aja kali kak biar cepet."jawab Raisa sekenanya.


setelah memutuskan untuk pergi Raisa mengunci kontrakan terlebih dahulu. di dalam memang tak ada barang berharga hanya saja ia sedikit waspada. mengingat sekarang banyak kejahatan dimana-mana.


Reza dan Raisa pun berangkat menuju tempat tujuan. dengan kecepatan sedang motor Reza membelah jalanan kota. dengan padatnya kendaraan saat ini.


makin sore bukan nya surut malah tambah rame aja nih jalanan....


Diperjalanan yang cukup panjang ini, Reza menatap wajah cantik Raisa dari kaca spion nya dan tersenyum tipis.


"Kenapa harus Aldo sa?"tanya Reza membatin.


"Kenapa harus dia yang kamu cinta?" padahal mang Reza kan juga sayang Ama Raisa...


"Padahal selama ini aku yang menyimpan perasaan ini sama kamu."ucapnya sendu, tatapannya masih lurus pada jalanan.


sunyi selama perjalanan mereka berdua diam tanpa ada yang bicara. Reza yang fokus menyetir dan Raisa yang terlihat tenang di tempat duduknya saat ini.


Dirumahnya Aldo tengah terbaring di atas kasur empuk miliknya.memikirkan semua yang telah terjadi.


ceklek


"Aldo sayang."ucap Mama Santi lirih memanggil putra kesayangan nya.


"Kamu masih marah sama Mama?" tanya Mama Santi pelan, kini ia mendekati dimana putra nya berada.


"Kenapa mama lakuin ini?"tanya Aldo datar.


sebenarnya ia malas jika untuk bicara dengan mama nya saat ini.pikiran nya sedang kacau.


"Dia yang bi--."ucap Mama Santi terjeda karena Aldo sudah menjawab nya lebih dahulu.


"Dia nggak sengaja mah."jawab Aldo dan kemudian ia bangkit menuju lemari. ia mengambil jaket kulit miliknya dan keluar rumah tanpa menghiraukan pertanyaan dari sang mama.


"Kamu mau kemana Al?"tanya Mama Santi berdiri dan beranjak menghampiri Aldo yang tengah bersiap-siap ingin pergi..


"Cari angin."jawab Aldo dan berjalan menuruni tangga.


dengan mengendarai motor,tapi entah kemana tujuan Aldo Sekarang. kemudian ia berfikir akan kerumah Reza. mungkin ia akan mendapatkan jawaban disana. tentang apa yang ada didalam pikiran nya saat ini.

__ADS_1


kini ia membelokkan motor nya menuju kearah rumah Aldo.


tak perlu waktu lama kini motor sport milik Aldo sudah memasuki halaman rumah mewah milik Reza. terlihat beberapa asisten rumah tangga yang sedang menyiram tanaman didepan rumah.


"Permisi..Reza nya ada mbak?"tanya Aldo sopan.


"Eh..mas Aldo. Den Reza nya lagi keluar mas."jawab perempuan muda yang tak lain adalah mba inem pelayan dirumah Reza.


"Kalo boleh tau kemana ya?"tanya Aldo lagi.


"Kalai soal itu kurang tahu deh mas."jawab mbak inem lagi.


ditengah percakapan nya dering ponsel Aldo berbunyi nyaring.


"Bentar ya mbak."ucap Aldo meminta izin untuk mengangkat telepon.


"*Dimana Al?"tanya seseorang diseberang telepon.


"Sini ngumpul,kita lagi di cafe biasa nih."jelasnya yang tak lain adalah Daffa.


"Ok. aku kesana."jawabnya dan langsung memutuskan panggilan telepon secara sepihak.


setelah selesai ia kembali memasukkan ponselnya kedalam saku.


dan berpamitan terlebih dahulu kepada mbak inem*.


"Ya udah mba, makasih saya pergi dulu."ucap Aldo sopan.


"Iya mas ati-ati dijalan."jawab mbak inem.


tanpa mendengar jawaban mbak Inem, Aldo sudah melajukan motornya menjauhi pekarangan rumah Reza.


"Mungkin saja Reza ada disana."gumam Aldo didalam hati.


kini ia menuju ke cafe tempat biasa dirinya dan sahabat-sahabatnya berkumpul menghilangkan rasa bosan.yang kerap kali menghampiri.


Di lain tempat Raisa dan Reza tengah bertanya-tanya kepada sang pemilik kontrakan.


"Jadi, gimana mbak sudah diputuskan?"tanya ibu pemilik kost sopan.


"Kalau begitu semoga betah disini dan ini kuncinya mbak."ucap ibu itu sambil menyerahkan kunci rumah pada Raisa.


selepas kepergian ibu kost Reza berniat untuk bertanya pada Raisa.


"Kamu yakin sa?"tanya Reza meyakinkan.


"Hm..ini lebih dari cukup."jawab Raisa tersenyum.


"Tapi ini kecil banget loh sa?"tanya Reza lagi.


"Kebesaran juga buat apa kak, mikir buat bayar aja susah."jawab Raisa sedih. terlihat dari raut wajah nya yang tampak terlihat murung tidak seperti biasanya.


"Hm.. okedeh, semangat dong."ucap Reza menyemangati.


Reza paham betul kondisi ekonomi Raisa,mengingat dirinya yang tak bisa bekerja karena penglihatan nya.


"Gimana kalo sekarang kita makan?"tanya Reza pada Raisa.


"Em..aku pulang aja kak."ucap Raisa tak enak hati.


"Aku traktir deh sa, gimana?''tanya Reza membuat penawaran. berharap Raisa akan menyetujui nya.


"Oke,tapi sebentar aja ya kak."jawab Raisa final.


Reza mengangguk antusias mendengar jawaban dari raisa. seharian ini ia akan bersama Raisa.


mereka berdua menuju tempat pilihan Reza, yang tak lain adalah tempat Aldo dan yang lain sedang berkumpul.


sesampainya di depan cafe Reza memilih tempat duduk di luar dekat dengan jendela. karena didalam sudah penuh dengan para pengunjung.


Reza mulai memesankan makanan untuknya dan juga Raisa.


"Kok rame banget ya kak?"tanya Raisa canggung ia merasa tak nyaman saat berada di keramaian.


"Iya soalnya makanan disini enak-enak. harga juga pas dikantong hhe.."jelas kak Reza dan diakhiri kalimat ia terkekeh sendiri.

__ADS_1


"Oo gitu.."jawab Raisa manggut-manggut.


mereka berdua terus bicara sambil menunggu pesanan datang.


dan benar saja pelayan pria tengah berjalan ke arah mereka dan membawa pesanan.


"Ini pesanan nya kak."ucap pelayan itu ramah.


"Dan selamat menikmati."ucapnya lagi dan pergi dari pandangan.


Raisa dan Reza hanya menanggapi nya dengan senyuman.


kemudian mereka mulai menyantap makanan nya. terlihat sekali Reza begitu lahap menyantap makanan didepannya. itu doyan apa laper sih...???


"Nggak ada yang rebut makanan kak Reza kok."ucap Raisa tersenyum.


"Yaelah...laper banget tau."jawab Reza jujur.


terlihat dari dalam cafe ada seseorang yang memperhatikan Reza dan seorang gadis yang tak ia kenali karena memang tak melihatnya wajah nya.


"Itu kaya si Reza deh."gumam Iyan dalam hati.


ya orang itu adalah Iyan, yang saya ini tengah nongkrong bareng Aldo dan yang lain.


tatapan nya masih tertuju pada sosok yang ia kenali. Reza yang menyadari kehadiran nya diketahui oleh Iyan segera mengajak Raisa untuk pergi dari tempat itu secepat mungkin.


"Kalian tau nggak Reza dimana?"tanya Aldo pada sahabat nya saat ini.


"Mungkin dirumah nya Al."jawab Daffa santai sesekali ia menyeruput coklat hangat miliknya.


"Tadi udah aku samperin kerumah,tapi katanya lagi keluar."jawab Aldo masih terlihat berfikir.


"Emang ada urusan apan sih?"tanya Dito menyahuti.


"Hmm.. sesuatu yang serius."jawab Aldo tanpa memberitahu.


yang lain pun faham maksud Aldo mungkin ini adalah sesuatu yang rahasia. kemudian mereka fokus pada makanan, lain dengan Iyan yang masih menatap keluar.


"Liat apaan sih yan?" tanya Aldo penasaran.


"Ee--ehh itu anu..."jawab Iyan gugup. pasalnya ia sempat dengar jika Aldo mencari Reza dan baru saja ia melihatnya. tapi enggan memberi tahu yang lain.


"Paling juga liatin tuh cewek cantik Al."jawab Dito tertawa.


"Tau aja lo,"ujar Iyan berbohong.


saat ini Reza telah menjauh dari suasana cafe dan berniat mengantarkan Raisa pulang terlebih dahulu.karena hari sudah mulai larut.


angin malam berhembus dan membuat Raisa kedinginan, apalagi ia hanya mengenakan dress pink selutut.


Reza yang paham akan hal itu segera menepikan motornya.


"Kok berhenti kak?"tanya Raisa bingung.


Reza tak menjawab ia malah melepaskan jaketnya dan memakai kan pada Raisa.


Raisa pun dibuat terkejut oleh perlakuan Reza padanya yang begitu lembut.


"Pakailah, pasti kamu kedinginan."ucap Reza santai.


"Tapi nanti kakak kedinginan."jawab Raisa


"Cuma bentar aja kok."ucap Reza dengan seulas senyum manis disudut bibirnya yang nyaris tak terlihat.


ia pun kembali mengendarai motornya,dengan senyum yang selalu mengembang.


kayaknya Reza seneng banget deh guys...


tak perlu waktu lama ia pun sampai didepan kontrakan raisa.untuk hari ini Raisa akan tinggal esok ia akan berkemas dan menuju kontrakan barunya.


"Makasih kak."ucap Raisa sambil melepaskan jaket yang menempel ditubuhnya.


"Ini kak."ucap Raisa lagi sambil menyerahkan jaket milik Reza.


"Sama-sama. sampai besok."jawab Reza santai dan pergi menjauhi kontrakan, Raisa pun masuk dan ingin merebahkan badannya yang terasa sangat lelah.

__ADS_1


setelah nya ia akan tidur dan mempersiapkan hari untuk esok.semoga tempat dan suasana baru akan lebih baik untuk Raisa.


__ADS_2