Cinta Si Gadis Buta

Cinta Si Gadis Buta
Penasaran


__ADS_3

Keesokan pagi nya nenek Ami mengajak Liora pergi ke taman tempat dimana Hanna selalu menghabiskan waktu nya sehari hari, Liora pun menyentuh bunga mawar merah yang sudah bermekaran, bunga itu di tanam oleh Hanna saat ia masih berada di desa, secara tak sadar bibir Liora pun tersenyum merekah saat melihat keindahan bunga bunga yang bermekaran, ia merasakan bahwa bunga itu adalah hasil tanamannya sendiri, saat Liora masih menyentuh satu persatu bunga mawar itu, tiba tiba mata nya tertuju pada rumah kaca, Liora pun langsung meminta izin pada nenek Ami untuk pergi ke rumah kaca tersebut,


Setelah mendapat persetujuan dari nenek Ami, Liora pun langsung berjalan ke arah rumah kaca itu, saat masuk Liora terpukau oleh keindahan tanaman hias yang tertata rapi di dalam nya, ia pun segera menghampiri salah satu tanaman hias dengan pot bertuliskan nama Aris, karena penasaran Liora pun menanyakan hal tersebut pada nenek Ami.


"Nenek, Aris ini siapa ya" tanya Liora sambil menunjuk ke arah pot yang bertuliskan nama Aris.


"Dia Aris, teman nya Hanna saat ia masih gadis, dulu nak Aris ada pembangunan proyek di desa ini, dan mereka pun entah dari mana bisa saling mengenal, Hanna membuat kan sebuah pot bunga dari tanah dan mengukir nama Aris, tadinya Hanna mau memberikannya pada Aris, tapi kami sudah pindah rumah duluan ke sini, jadi Hanna tidak sempat memberikannya dan membawa nya ke rumah kaca ini untuk di jadikan koleksinya juga" jelas nenek Ami.


Liora pun hanya mangut-mangut seolah sudah paham dengan apa yang di ceritakan oleh nenek Ami, ia pun kembali melihat beberapa hiasan bunga yang tak kalah indah nya, hati Liora merasa tenang saat menghirup udara dari dalam rumah kaca itu, melihat Liora yang sangat tenang nenek Ami pun tersenyum, ia merasakan ada diri Hanna di tubuh Liora, yang membedakan mereka adalah dari cara berpakaian, Hanna berpakaian sangat tertutup dan Liora malah sebaliknya.


Marlon yang sudah menentukan gaya pakaian apa yang harus di pakai oleh Liora, ia tak ingin melihat Liora di permalukan saat sedang dalam siaran tv, berpakaian terbuka memang sudah menjadi hal yang lumrah bagi orang orang luar negri, apa lagi Liora sudah menjadi seorang artis terkenal dengan gaya penampilan yang sangat feminim dan seksi.


"Kenapa nenek pindah? memang nya dia enggak nyariin kalian?" tanya Liora karena masih penasaran dengan Aris, saat mendengar nama nya ia merasa tidak asing dengan Aris.


"Saat itu kami takut Hanna jatuh cinta sama nak Aris" ujar nenek Ami.


"Ko bisa takut, memangnya kenapa jika mereka saling jatuh cinta nek, seharusnya nenek bangga dong jika ada pria yang mencintai Hanna dengan segala kekurangannya" Liora tak habis pikir dengan pikiran nenek Ami.

__ADS_1


Nenek Ami berjalan ke arah kursi yang ada di luar rumah kaca, ia pun duduk dan memanggil Liora agar ikut duduk di dekat nya, Liora pun menghampiri nenek Ami yang sudah duduk di kursi.


"Liora, tidak semua orang itu bisa bersama dengan alasan saling mencintai, Aris bisa saja tulus mencintai nya, namun Hanna seumur hidupnya akan selalu merasa minder saat sedang bersama dengan Aris, dia akan selalu merasa tidak percaya diri jika Aris membawa nya ke tempat keramaian, tidak mungkin jika Hanna harus berdiam diri di rumah saja kan, jika dia bersama dengan Aris mungkin akan lebih sering mengunjungi tempat-tempat keramaian dan bertemu dengan orang orang berstatus tinggi"


Liora pun mengerti dengan apa yang di maksud oleh nenek Ami, ia merasa terharu karena nenek Ami dapat memikirkan nasib cucu nya, Setelah selesai mendengarkan nenek Ami bercerita Bara menghampiri Liora dan nenek Ami.


"Bara, bukannya kamu sama Marlon mau memotret pemandangan air terjun ya hari ini, ko belum berangkat" tanya Liora.


"Entah kenapa Marlon malah membatalkannya, yaudah mending aku kesini aja, sekalian pengen lihat tanaman hasil istri aku saat lima tahun yang lalu" Bara pun beralasan agar Liora tidak mencurigainya.


padahal Bara lah yang membatalkannya karena ia ingin terus berdekatan dengan Liora.


"Oh iya ya nek, aku lupa" Bara pun menggaruk kepala nya yang tak gatal karena ia merasa dirinya sangat konyol di hadapan Liora.


Saat mereka sedang tertawa bersama tiba tiba Marlon datang dengan ekspresi wajah yang masam, ia pun menghampiri Liora dan mengajaknya untuk kembali ke kota, akan tetapi Liora menolaknya.


"Kamu kenapa tiba-tiba datang langsung mau ngajak aku kembali ke kota" ujar Liora.

__ADS_1


Marlon pun menatap Bara dengan tajam seolah sedang memberi kode pada Liora bahwa Bara lah yang membuat suasana hatinya menjadi buruk.


melihat sikap Liora yang biasa saja, Marlon pun pergi begitu saja tanpa mengucap sepatah kata pun.


"Aneh banget sih" batin Liora.


"Yasudah yu kita masuk ke dalam rumah, nenek akan membuatkan kalian makanan, kalian pasti belum pernah memakannya" ucap nenek Ami sambil meraih tangan Liora.


mereka pun mengikuti nenek Ami ke dalam rumah, saat melewati sebuah ruangan Liora melihat kakek sedang melukis, karena penasaran Liora meminta izin pada nenek Ami untuk menemui kakek yang sedang melukis.


Menyadari bahwa Liora datang kakek pun menyuruh Liora untuk duduk di sampingnya, dan melihat apa yang sedang di lukis, mata Liora hampir loncat keluar saat melihat hasil dari lukisan sang kakek, Liora sangat takjub pada hasil lukisannya dan ia pun langsung meminta di ajari melukis oleh sang kakek.


"Kek, ajarin Liora melukis dong" rengek Liora seolah sedang manja pada kakeknya sendiri.


"Kamu persis sekali dengan Hanna, dulu setiap kakek sedang melukis dia selalu merengek ingin minta di ajari melukis"


"Terus kakek ngajarin Hanna melukis gak" Liora selalu penasaran jika mengenai hal tentang Hanna.

__ADS_1


"Enggak, kakek kasihan karena kondisi mata nya saat itu sedang buta, kakek tidak mau membuat nya menyalahkan diri sendiri karena tidak bisa melihat, dan kesulitan saat melukis" jelas Kakek.


"Kek, kalau misalkan aku ini benar benar Hanna, apakah kakek masih mau mengajari aku melukis" ucap Liora asal, secara tak sengaja Marlon pun mendengar ucapan yang dikatakan oleh Liora barusan, ia pun mulai panik dan berusaha mencari cara agar Liora bisa segera kembali ke negara nya di Inggris.


__ADS_2