Cinta Si Gadis Buta

Cinta Si Gadis Buta
pergi ke desa


__ADS_3

"Selamat malam Bara" sapa Liora saat melihat Bara yang baru saja datang.


"Malam Liora" Bara pun duduk tepat di depan Liora.


Mereka pun masing masing memilih makanan dan minuman terlebih dahulu, setelah itu sambil menunggu makanan datang Bara pun membuka obrolannya tentang Marlon.


"Jadi sebelumnya kamu memang mengenal Marlon" tanya Liora.


"Siapa yang tidak mengenal dia, dia adalah artis terkenal, di dunia bisnis juga dia lumayan unggul dari beberapa perusahaan yang sedang bersaing sekarang" jelas Bara.


"Terus apa yang mau kamu tanyakan mengenai Marlon"


"Liora, apakah kamu pernah melihat Marlon berkumpul dengan keluarga nya" tanya Bara memastikan.


Liora pun mencoba mengingat berapa kali dia dan Marlon berkunjung ke kediaman orang tua nya, setelah mengingat nya, Liora langsung memberi tahu Bara.


"Selama lima tahun ini sih baru dua kali, itu pun saat pergi ke rumah orang tua nya mereka sedang tidak ada di rumah, memang nya kenapa Bara" Liora penasaran mengapa Bara menanyakan hal mengenai keluarga nya.


"Liora sebenarnya Marlon sangat lah penurut pada kedua orang tua nya, yang aku tahu tentang keluarga Marlon adalah, tidak mengizinkan seorang adik menikah terlebih dahulu sebelum kakak nya, dan kakak nya Marlon masih lajang, apakah kamu tidak tahu mengenai hal itu" jelas Bara.


"Kamu serius Bara, tapi kenapa Marlon gak pernah cerita sama aku mengenai hal itu ya" Liora pun penasaran dengan apa yang sedang Marlon tutupi pada diri nya.


Setelah beberapa waktu kemudian, mereka pun mulai menikmati makan malam nya berdua, Bara memesankan makanan favorit Hanna, dan ternyata walaupun ia sedang amnesia namun soal makanan Hanna tidak melupakannya.


Saat mereka sedang makan, tiba tiba Leona datang menghampiri mereka, Liora pun langsung melirik Leona yang tiba tiba duduk di sebelah Bara.


"Ternyata kalian makan disini juga ya, boleh dong aku ikut gabung" Leona pun tersenyum ringan pada Bara dan Liora.


Liora sangat keberatan jika Leona ikut bergabung dengan nya, namun Bara malah mengizinkan Leona untuk imut makan bersama, dengan terpaksa Liora pun menurutinya juga.


"Mau kamu Hanna atau Liora, yang penting Bara tetap harus jadi milik aku" batin Leona.

__ADS_1


Setelah mereka selesai makan, Liora ingin berpamitan pada Bara, namun Bara malah lebih dulu mengajak Liora untuk berjalan-jalan sebentar di luar, Leona sempat ingin ikut, tapi Liora langsung melarangnya, dengan kesal Leona pun pergi begitu saja meninggalkan restoran itu.


"Bara apakah dulu wanita ini adalah musuh aku" tanya Liora terus terang.


Bara ternganga saat mendapat pertanyaan seperti itu, ia bingung harus menjawab apa pada Liora, ia takut jika memberitahu nya akan membuat Liora kembali membenci nya.


"Bukan, dia mantan aku" Bara terpaksa memberitahu siapa Leona sebenarnya.


"Pantes aja" gumam Liora sambil memalingkan wajah nya.


"Jadi cerita nya dia masih suka ngejar ngejar kamu nih, enak dong dikejar-kejar cewek cantik" cibir Liora, entah mengapa hati nya merasa cemburu saat mengetahui bahwa Leona adalah mantan pacar Bara.


"Liora kamu jangan khawatir, walaupun dia suka ngedeketin aku lagi, tapi aku gak akan pernah kembali sama dia" ucap Bara meyakinkan Liora.


Liora mengerutkan kening nya, ia tak menyangka jika Bara terlalu berpikir panjang mengenai masalah perasaan.


ia berpikir bahwa saat menjadi Hanna menjalani hari harinya bukanlah hal yang mudah, apalagi harus menghadapi wanita yang seperti Leona.


Mendengar ucapan yang dikatakan oleh Liora barusan, Bara langsung mengubah ekspresi nya menjadi seperti banteng yang siap mau menyeruduk lawannya, melihat Bara yang sudah kesal, Liora pun tertawa lepas.


"Aku bercanda Bara" ucap Liora mengembalikan suasana hati Bara yang sedang kesal.


Saat mereka sedang saling bercanda, tiba tiba Marlon melihat keakraban antara Liora dan Bara, Marlon pun langsung menghampiri mereka.


"Liora" panggil Marlon membuat Liora terdiam seketika.


Liora pun menoleh ke arah belakang dan melihat Marlon yang sedang berdiri tepat di belakang nya, Liora pun langsung membuang muka.


"selamat malam Tuan Marlon" sapa Bara.


"Malam" sahut Marlon.

__ADS_1


"Maaf saya tidak mengabari anda terlebih dahulu, karena sudah meminjam istri anda, tuan Marlon tidak keberatan kan" ucap Bara.


Marlon hanya menganggukkan kepala nya kemudian tersenyum getir, ia pun duduk di sebelah Liora, akan tetapi Liora mengabaikannya dan masih membuang muka.


Keesokan pagi nya, Marlon mengajak Liora untuk kembali ke Inggris, akan tetapi Liora menolak nya ia memberitahu Marlon jika pasport nya hilang dan harus membuat pasport yang baru terlebih dahulu.


Marlon pun langsung menghubungi anak buah nya di Inggris untuk mengurus pasport Liora yang baru, setelah beberapa saat kemudian mereka pun menghubungi Marlon kembali dan memberitahu bahwa identitas Liora palsu sehingga tidak dapat membuat pasport dan yang lainnya.


Sebenarnya Bara yang sudah menghapus identitas Liora dan menjadikannya seolah palsu, sebelumnya Liora sudah menyetujui rencana Bara agar menahannya lebih lama di indonesia, Bara juga akan membawa Liora ke desa tempat dimana kakek dan nenek nya berada.


Satu minggu kemudian..


Bara mengajak Liora dan Marlon berlibur ke pedesaan, ia sengaja mengajak Marlon agar ia tidak mencurigai Bara, setelah tiba di desa, betapa terkejutnya nenek dan kakek Hanna saat melihat cucunya ada di hadapan mereka, saat mendengar kabar bahwa Hanna hilang mereka sangat terpukul dan sangat merasa kehilangan, kini perasaan itu sudah hilang dan menjadi rasa bahagia.


"Hanna, kamu benar-benar Hanna?" tanya nenek Ami memastikan.


"Nenek ini Liora bukan Hanna" ujar Bara.


Nenek Ami pun mengerutkan kening nya dan senyuman yang mengembang di bibirnya pun hilang seketika, begitu pula dengan kakek nya, mereka pun langsung mempersilahkan Bara dan yang lain duduk di ruang tamu.


Saat Liora melihat foto nya waktu kecil kepala nya tiba tiba sakit karena ada ingatan yang terlintas, Liora pun segera memijat kepala nya dan menstabilkan pikirannya.


"Aku ke depan dulu ya" pamit Liora pada Bara dan juga Marlon.


Saat Marlon mau mengikuti Liora, Bara menghalanginya karena ada yang ingin di bicarakan pada Marlon, Marlon pun kembali ke tempat duduk nya.


"Tuan Marlon, tujuan saya membawa anda dan juga Liora datang kesini agar kalian bisa tahu, bahwa disini adalah tempat istri saya di besarkan, anda tahu kan siapa istri saya" ucap Bara serius.


"Maksud presdir Bara adalah nona Hanna yang anda bilang mirip dengan Liora?"


Bara menganggukkan kepala nya kemudian menatap Marlon dengan serius, melihat Bara yang sedang menatap nya, Marlon semakin merasa gugup, dan berusaha untuk menenangkan diri.

__ADS_1


__ADS_2