
Satu Minggu berlalu kondisi Aldo telah membaik dan hari ini dokter akan membuka perban penutup dimata Aldo.
Terlihat dokter dan beberapa suster ada di dalam ruang rawat Aldo. Begitu pun dengan orang tua serta sahabat nya yang tak lain adalah Reza.
Dokter menggunting perban dan perlahan memutar kain itu,hingga perban terbuka sempurna. memperlihatkan wajah tampan Aldo dengan sesuatu yang baru baginya.
"Coba mas Aldo lihat saya."ucap dokter Anggara.
Aldo pun menurut dan mulai melihat dokter itu perlahan karena pandangan nya masih belum terlalu jelas.
"Cobalah untuk beradaptasi dengan kondisi sekitar,"ujar dokter Anggara.
"Sebentar lagi pasti akan sembuh.''ujar dokter itu lagi.
"Terimakasih dok."ucap Aldo ramah.
"Sama-sama ini sudah menjadi tugas saya. Menjaga dan merawat pasien dengan baik."jelas dokter itu ramah.
"Apa anak saya sudah bisa pulang dok?"tanya Mama Santi.
"Boleh, tapi jika ada keluhan bisa datang lagi,"ujar dokter Anggara.
"Saya permisi."ujar dokter Anggara ramah dan pergi meninggalkan ruangan.
"Udah jam 3 sore pah, kita ada pertemuan dengan klien penting."ujar Mama Santi.
"Iya bentar lagi nunggu Aldo pulang dulu dong mah.''jawab papa Bimo tenang.
"Kalian bisa pergi sekarang,saya juga tidak membutuhkan kalian disini."ucap Aldo kesal.
"Ini hanya sebentar sayang, nanti kita akan pulang cepat kok.''jelas mama Santi.
"Saya tidak peduli."jawab Aldo acuh.
Setelah nya kedua orang tua Aldo pergi dengan tergesa-gesa karena mungkin sudah ditunggu.
Moodnya saat ini hancur seketika, saat orang tua nya sendiri membicarakan pekerjaan disaat ia membutuhkan kasih sayang.
Hanya sahabat nya yang selalu setia menemani.
"Kita pulang sekarang Al?"tanya Reza. Dan mendapat anggukan kepala dari sang empu.
"Nanti berhenti di minimarket bentar."ujar Aldo lagi.
"Oke."jawab Reza.
Aldo bangun dari brankar dan berjalan keluar ruangan bersama Reza. Keduanya nampak serius tanpa ada candaan. Setelah sampai di depan mobil Reza kedua nya masuk dan mobil dijalankan dengan kecepatan sedang. Membelah jalanan kota yang cukup padat karena ini waktunya para pegawai, karyawan pulang kerja.
Setelah 60menit mobil yang mereka tumpangi berhenti tepat di depan minimarket sesuai keinginan Aldo.
Aldo turun dari mobil dan menuju kedalam minimarket.
Didalam suasana cukup ramai dengan pengunjung.Aldo berjalan menuju lemari pendingin dan mengambil beberapa serta camilan untuk nya dirumah nanti. Ia tahu pasti dirumah tidak ada apapun untuk dimakan.
Setelah semua kebutuhan nya lengkap ia segera membayar nya dan kembali pada Reza.Dan melanjutkan perjalanan ke rumah.
******
Ditempat lain terlihat tiga gadis cantik tengah duduk bersama disebuah cafe.
"Kira-kira Raisa kemana ya?"tanya Naya khawatir.
"Iya udah satu Minggu dia nggak masuk."ujar Kanya menimpali.
"Apa dia sakit? Terus kita nggak tahu?''ucap Nasya tengah berfikir.
"Kalo dia sakit kenapa nggak cerita sama kita,''ujar Nasya.
"Dan nggak bales pesan yang kita."ujar Nasya lagi.
__ADS_1
"Hm..besok kita cari tahu."jawab Kanya nampak serius.
"Oke..setuju."jawab Naya dan Nasya kompak.
Setelah nya mereka mulai lanjut mengobrol dengan asyik.
Pukul 20:00 malam Aldo dan Reza sampai didepan halaman rumah mewah. Yang terlihat begitu sunyi hanya cahaya lampu yang menemani gelapnya malam ini.
'hufftt'
Terdengar Aldo mengembuskan napas nya kasar. Seperti inilah kondisi rumah yang ia tempati. Selalu sepi tanpa adanya penghuni yang selalu berkumpul dan bercanda ria.
"Sabar."ucap Reza menepuk bahu Aldo.
"Masuk yuk."ucap Aldo.dan mendapat anggukan dari Reza.
Keduanya masuk kedalam rumah. Setelah menutup pintu mereka duduk di ruang tamu yang terlihat cukup luas.
"Lebih baik kita tidur sekarang,besok kamu sekolah kan Al?"ucap dan tanya Reza pada Aldo.
"Iya, lagian ngapain dirumah yang sepi ini sendirian."jawab Aldo sedih.
"Jangan sedih gitu kan ada aku dan yang lain."ujar Reza menghibur.
"Hmmm.."jawab Aldo tersenyum kecut.
Reza terlihat sudah tertidur pulas lain halnya dengan Aldo mata nya masih terjaga. Entah apa yang sedang ia pikirkan.
Aldo keluar dari kamar nya menuruni tangga menuju taman belakang rumah mereka.
"Haus.."ucap Aldo menuju ke dapur.
"Kopi kayak nya cocok."ucap Aldo lagi.
Aldo sangat ahli soal membuat kopi. Apalagi kopi dengan rasa pahit sesuai dengan suasana hatinya saat ini.setelah selesai ia berjalan menuju taman.
Disana Aldo duduk di bangku kayu yang tersedia. Melihat indah nya malam dengan jutaan bintang bertaburan.
"Pasti aku nggak akan kesepian."ucapnya lagi.
Cacha adalah teman masa kecil Aldo. Ia sangat cantik dan baik. Dulu mereka selalu bermain bersama tapi kini Cacha pergi karena harus ikut kedua orang tua nya yang tugas di luar negeri.
Keduanya putus kontak dan tidak ada kabar setelah nya yang membuat Aldo sedih dan merasa kesepian. Terlebih orang tua nya selalu sibuk, biasanya Cacha lah yang menemani nya.
"Pasti sekarang kamu juga udah besar Cha."ucap Aldo sendu.
"Apa ada seseorang yang seperti mu?"tanya nya pada diri sendiri.
"Semoga saja ada yang seperti mu."ucapnya lagi dan pergi ke kamar untuk menyusul Reza ke alam mimpi.
*****
Pagi yang cerah secerah wajah cantik,Yang kini tengah tersenyum manis.
"Pasti mereka mencemaskan ku."ucap Raisa lirih mengingat sahabat nya.
"Semoga mereka baik-baik saja."ucap nya lagi.
'tringg..tringg'
Terdengar bel pintu berbunyi, mungkin kurir pengantar makanan.
"Ini mbak pesan nya."ucap sang kurir sembari memberikan tentengan berisi makanan itu.
"Terimakasih mas,ini uangnya."ucap Raisa.
"Oh iya ini kembalian nya y mbak."jawab pak kurir. Dan setelah nya pergi.
"Alhamdulilah... saatnya makan."ucap Raisa senang.
__ADS_1
Hari ini dan seterusnya Raisa akan berhenti sekolah mengingat soal penglihatan nya. Sebelum nya Reza telah menyampaikan surat kepada kepala sekolah. Dimana isinya menyatakan Raisa izin keluar dari sekolah karena hal tertentu. Aldo pun tentu sudah mengatakan nya.
Aldo dan Reza terlihat tampan dengan seragam putih abu-abu yang mereka pakai. Keduanya saat ini tengah sarapan bersama.
"Hari ini ada acara apa aja, za?"tanya Aldo disela-sela sarapan.
"Hari ini upacara setelah nya kita akan ada rapat OSIS dan kegiatan lain,"ujar Reza tenang, sembari memakan makanannya.
"Tapi nggak terlalu sibuk seperti biasa nya."jelas Reza lagi.
Dan hanya mendapat anggukan kepala dari Aldo sebagai jawaban.setelah itu mereka fokus menyelesaikan sarapan.
Sesampainya di gerbang sekolah kedua nya mendapat tatapan kagum dari para kaum hawa yang melihat ketampanan mereka.
"Udah berangkat aja nih pak ketu."ucap Iyan yang baru saja datang bersama yang lain.
"Hmm."jawab Aldo dengan manggut-manggut.
"Yaelah ngirit amat si."ucap iyan.
"Ya udah yuk, masuk."ucap Daffa.
Aldo,Reza,Daffa, Dito dan Iyan terlihat memasuki area sekolah dengan wajah datar mereka lain halnya dengan Iyan yang selalu tebar pesona hhe...
****
Diruang kelas Naya, Nasya, dan Kanya menanti kedatangan seseorang berharap sosok itu muncul dan mereka akan langsung memeluknya. tapi nihil hingga bel masuk sosok yang mereka cari tak kunjung datang.
datanglah guru yang kemarin memberi mereka tugas kelompok.
"gimana anak-anak apa tugas yang saya kasih sudah selesai?''tanya guru itu dengan senyum ramah nya.
"sudah Bu,"jawab seluruh siswa serempak.
"Baik tugas bisa dikumpulkan, setelah nya kita mulai pelajaran untuk hari ini."jawab Bu guru lagi.
kegiatan belajar mengajar seperti biasa cukup baik dan tenang. hanya saja terasa kurang tanpa adanya Raisa. tak sedikit yang menanyakan keberadaan nya.
dibangku tengah Kanya tampak tak memperhatikan justru ia tertidur dengan buku sebagai penutup wajah agar tak terlihat oleh guru.
"Heh..nya bangun nggak,"ujar Naya seraya berbisik pelan.
''Nanti ketahuan Bu guru oyyy."ucap Nasya sedikit menggoyang tubuh Kanya.
"Ada apa ini kenapa ribut?"tanya Bu guru.
dan mengedarkan pandangannya pada seluruh siswa hingga ia menemukan Kanya tengah tertidur.
"Kanya!!!"ucap Bu guru memanggil.
"eh..ii--iya Bu maaf."jawab Kanya gugup.
"jangan tidur kalau saya lagi mengajar,"ucap Bu guru marah.
"jika mau tidur maka dirumah saja."ucap Bu guru lagi.
"Maaf Bu."ucap Kanya lirih.
setelah itu pelajaran kembali berlanjut, hingga bel istirahat berbunyi dan membuat seluruh siswa berteriak girang.
"Yeayyy,, akhirnya."ucap Dimas girang.
"biasa aja dong cuy."ucap Kanya datar.
dan hanya mendapat cengiran dari Dimas. setelah itu ketiga nya keluar dari kelas dengan wajah lesu.
"Ngapain sekarang?"tanya Naya manyun.
"Keruang kepala sekolah."jawab Kanya serius.
__ADS_1
"Hah..mau ngapain?"tanya Naya polos.
"ikut aja nanti juga tau."jawab Kanya lagi.